PENGARUH PERUBAAN KURS VALUTA ASING

Tujuannya menjelaskan bagaimana memasukkan transaksi dalam valuta asing dan kegiatan usaha luar negeri ke dalam laporan keuangan entitas dan bagaimana menjabarkan laporan keuangan ke dalam mata uang penyajian

Permasalahan utama adalah kurs mana yang digunakan dan bagaimana melaporkan pengaruh dari perubaan kurs dalam laporan keuangan

Pernyataan ini diterapkan pada:

  1. akuntansi transaksi dan saldo dalam valuta asing
  2. penjabaran hasil dan posisi keuangan dari kegiatan usaha luar negeri
  3. penjabaran hasil dan posisi keuangan suatu entitas ke dalam mata uang penyajian

Istilah-istilah yang digunakan dalam Pernyataan ini:

  • Kegiatan usaha luar negeri adalah entitas yang merupakan entitas anak, entitas asosiasi, pengaturan bersama atau cabang dari entitas pelapor

 

  • Investasi neto dalam kegiatan usaha luar negeri adalah jumlah kepentingan entitas pelapor dalam aset neto dari kegiatan usaha luar negeri tersebut

 

  • Kelompok usaha adalah suatu entitas induk dan seluruh entitas anaknya

 

  • Kurs adalah rasio pertukaran untuk dua mata uang

 

  • Kurs penutup adalah kurs spot pada akhir periode pelaporan

 

  • Kurs spot adalah kurs untuk realisasi segera

 

  • Mata uang fungsional adalah mata uang pada lingkungan ekonomi utama dimana entitas berperasi

 

  • Mata uang penyajian adalah mata uang yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan

 

  • Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset

 

  • Pos moneter adalah unit mata uang yang dimiliki serta aset dan liabilitas yang akan diterima

atau dibayarkan

 

  • Valuta asing adalah mata uang selain mata uang fungsional entitas

 

  • Selisih kurs adalah selisih yang dihasilkan dari penjabaran sejumlah tertentu satu mata uang ke dalam mata uang lain pada kurs yang berbeda

Dalam menyiapkan laporan keuangan setiap entitas, baik entitas yang berdiri sendiri, entitas dengan kegiatan usaa luar negeri (seperti entitas induk), ataupun kegiatan usaha luar negeri (seperti entitas anak atau cabang)

Beberapa entitas pelapor terdiri dari sejumlah entitas individual (contonya kelompok usaha terdiri dari satu entitas induk dan satu atau lebih entitas anak). Berbagai jenis entitas, terlepas dari entitas tersebut adalah anggota dari suatu kelompok usaha ataupun bukan, mungkin memiliki investasi dalam entitas asosiasi atau pengaturan bersama. Entitas mungkin dapat juga memiliki cabang. Pernyataan ini mensyaratkan agar hasil dan posisi keuangan dari setiap entitas individual yang tercakup dalam entitas pepalor dijabarkan ke dalam mata uang yang digunakan entitas pelapor dalam menyajikan laporan keuangannya.

Sumber: Standar Akuntansi Keuangan Per Efektif 1 Januari 2015 –  Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI)

Leave a Reply