Accounting Standard Resume (PSAK 28)

AKUNTANSI KONTRAK ASURANSI KERUGIAN

Tujuan Pernyataan ini adalah melengkapi pengaturan dalam PSAK 62: Kontrak Asuransi. Suatu kontrak yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 62: Kontrak Asuransi sebagai kontrak asuransi, jika kontrak tersebut merupakan kontrak asuransi kerugian, maka entitas juga menerapkan Pernyataan ini.

Ruang Lingkup

Entitas menerapkan Pernyataan ini untuk kontrak asuransi kerugian. Pengertian kontrak asuransi mengacu pada PSAK 62: Kontrak Asuransi.

Definisi

Estimasi klaim adalah estimasi jumlah kewajiban yang menjadi tanggungan sehubungan dengan klaim yang masih dalam proses penyelesaian, termasuk klaim yang terjadi namun belum dilaporkan.

Klaim bruto adalah klaim yang jumlahnya telah disepakati, termasuk biaya penyelesaian klaim.

Klaim reasuransi adalah bagian klaim yang menjadi kewajiban reasuradur sehubungan dengan perjanjian reasuransi.

Kontrak asuransi jangka pendek adalah kontrak asuransi yang hanya memberikan proteksi tanpa ada komponen deposit untuk periode sama dengan atau kurang dari dua belas bulan dan memungkinkan asuradur untuk membatalkan kontrak atau menyesuaikan persyaratan kontrak pada akhir setiap periode kontrak, sebagai contoh penyesuaian jumlah premi atau penutupan yang diberikan.

Polis bersama adalah penutupan terhadap satu objek asuransi yang dilakukan secara bersama oleh beberapa entitas asuransi dan dinyatakan dalam satu polis.

Premi bruto adalah premi yang diperoleh dari penutupan langsung dan penutupan tidak langsung. Premi penutupan langsung termasuk premi yang diperoleh dari penutupan polis bersama.

Premi reasuransi adalah bagian premi bruto yang menjadi hak reasuradur berdasarkan perjanjian reasuransi.

Premi yang belum merupakan pendapatan adalah bagian dari premi yang belum diakui sebagai pendapatan karena masa pertanggungannya masih berjalan pada akhir periode akuntansi.

Reasuransi prospektif adalah ketentuan dalam kontrak reasuransi yang mewajibkan reasuradur untuk membayar kepada asuradur sejumlah kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari peristiwa masa depan yang dipertanggungkan.

Reasuransi retroaktif adalah ketentuan dalam kontrak reasuransi yang mewajibkan reasuradur untuk membayar kepada asuradur sejumlah kerugian yang sudah terjadi sebagai akibat dari peristiwa masa lalu yang dipertanggungkan.

PENDAPATAN

Premi Kontrak Asuransi Jangka Pendek

Premi yang diperoleh sehubungan dengan kontrak asuransi dan reasuransi jangka pendek diakui sebagai pendapatan selama periode polis (kontrak) berdasarkan proporsi jumlah proteksi yang diberikan. Dalam hal periode polis berbeda secara signifikan dengan periode risiko, maka seluruh premi yang diperoleh tersebut diakui sebagai pendapatan selama periode risiko, kecuali jika jumlah premi masih dapat disesuaikan, contohnya premi ditentukan pada akhir kontrak atau premi disesuaikan pada akhir kontrak berdasarkan nilai maka pendapatan premi diakui sebagai berikut:

(a) jika jumlah premi dapat diestimasi secara layak, maka pendapatan premi diakui selama periode kontrak dan estimasi jumlah premi tersebut disesuaikan setiap periode untuk mencerminkan jumlah premi yang sebenarnya
(b) jika jumlah premi tidak dapat diestimasi secara layak, maka premidiperlakukan dengan menggunakan metode uang muka (deposit method) sampai jumlah premi dapat diestimasi secara layak.

Premi dari polis bersama diakui sebesar bagian premi yang diterima oleh entitas. Ceding company dapat memperoleh ganti rugi atas klaim sehubungan dengan kontrak asuransi yang ditutupnya, dengan melakukan kontrak reasuransi dengan asuradur lain atau reasuradur. Selanjutnya, reasuradur dapat mengadakan kontrak reasuransi dengan reasuradur lain yang dikenal sebagai proses retrosesi. Perlakuan akuntansi terhadap transaksi reasuransi bergantung pada apakah suatu kontrak reasuransi tersebut merupakan reasuransi prospektif atau retroaktif.

Jumlah premi dibayar atau bagian premi atas transaksi reasuransi prospektif diakui sebagai premi reasuransi selama sisa periode kontrak yang jumlahnya proporsional dengan proteksi yang diberikan. Jika bagian premi reasuransi masih dapat disesuaikan dan jumlahnya dapat diestimasi secara layak, maka jumlah premi reasuransi yang diakui selama sisa periode kontrak adalah sebesar estimasi premi yang akan dibayar tersebut.

Pembayaran atau kewajiban atas transaksi reasuransi retroaktif diakui sebagai piutang reasuransi sebesar jumlah kewajiban yang dicatat sehubungan dengan kontrak reasuransi yang mendasari. Jika kewajiban yang dicatat melebihi jumlah yang dibayar, maka piutang reasuransi dinaikkan untuk mencerminkan perbedaan tersebut dan menimbulkan keuntungan ditangguhkan. Keuntungan ditangguhkan diamortisasi selama estimasi sisa periode penyelesaian.

Jika pembayaran atau kewajiban atas transaksi reasuransi retroaktif melebihi jumlah kewajiban yang dicatat, maka ceding companymenaikkan kewajiban yang bersangkutan atau mengurangi piutang reasuransi, atau keduanya, pada saat kontrak reasuransi dilakukan. Perbedaan tersebut diakui dalam laba rugi.

Perubahan dalam estimasi jumlah kewajiban sehubungan dengan kontrak reasuransi yang mendasari diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya perubahan. Piutang reasuransi mencerminkan perubahan yang berhubungan dengan jumlah klaim yang dapat diperoleh dari reasuradur dan keuntungannya ditangguhkan dan diamortisasi.

Jika kontrak reasuransi mencakup baik reasuransi prospektif maupun reasuransi retroaktif, maka transaksi reasuransi tersebut dipertanggungjawabkan secara terpisah.

BEBAN

Beban Klaim

Klaim sehubungan dengan terjadinya peristiwa kerugian terhadap objek asuransi yang dipertanggungkan, meliputi klaim yang disetujui klaim dalam proses penyelesaian, klaim yang terjadi namun belum dilaporkan, dan beban penyelesaian klaim, diakui sebagai beban klaim pada saat timbulnya kewajiban untuk memenuhi klaim. Hak subrogasi diakui sebagai pengurang beban klaim pada saat realisasi.

Jumlah klaim dalam proses penyelesaian, termasuk klaim yang terjadi namun belum dilaporkan, ditentukan berdasarkan estimasi liabilitas klaim tersebut. Perubahan dalam jumlah estimasi liabilitas klaim, sebagai akibat proses penelaahan lebih lanjut dan perbedaan antara jumlah estimasi klaim dengan klaim yang dibayarkan, diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya perubahan.

LIABILITAS

Jumlah estimasi liabilitas klaim diukur sebesar jumlah estimasi berdasarkan perhitungan teknis asuransi. Premi yang belum merupakan pendapatan dari kontrak asuransi jangka pendek ditentukan dengan cara sebagai berikut:

(a) secara gabungan tanpa memperhatikan tanggal penutupannya dan besarnya dihitung berdasarkan persentase tertentu dari jumlah premi untuk setiap jenis pertanggungan/ asuransi; atau
(b) secara individual dari setiap pertanggungan dan besarnya premi yang belum merupakan pendapatan ditetapkan secara proporsional dengan jumlah proteksi yang diberikan, selama periode kontrak atau periode risiko, konsisten dengan pengakuan pendapatan premi.

Liabilitas manfaat polis masa depan atas kontrak asuransi selain kontrak asuransi jangka pendek merujuk pada PSAK 36: Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa paragraf 10-16.

Tes Kecukupan Liabilitas

Liabilitas asuransi yang diakui, baik manfaat polis masa depan, premi yang belum merupakan pendapatan maupun estimasi liabilitas klaim, dilakukan tes kecukupan liabilitas sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam PSAK 62: Kontrak Asuransi.

ASET REASURANSI

Nilai aset reasuransi atas liabilitas manfaat polis masa depan ditentukan secara konsisten dengan pendekatan yang digunakan dalam menentukan liabilitas manfaat polis masa depan, berdasarkan syarat dan ketentuan dari kontrak reasuransi tersebut.

Nilai aset reasuransi atas premi yang belum merupakan pendapatan ditentukan secara konsisten dengan pendekatan yang digunakan dalam menentukan premi yang belum merupakan pendapatan, berdasarkan syarat dan ketentuan dari kontrak reasuransi tersebut.

Nilai aset reasuransi atas estimasi liabilitas klaim ditentukan secara konsisten dengan pendekatan yang digunakan dalam menentukan estimasi liabilitas klaim, berdasarkan syarat dan ketentuan dari kontrak reasuransi tersebut

PENGUNGKAPAN

Hal hal berikut diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan:

(a) Kebijakan akuntansi mengenai:
(i) pengakuan pendapatan premi dan penentuan premi yang belum merupakan pendapatan;
(ii) transaksi reasuransi termasuk sifat, tujuan dan dampak transaksi reasuransi tersebut terhadap operasi entitas;
(iii) pengakuan beban klaim dan penentuan estimasi klaim;
(b) Piutang premi dari penutupan polis bersama yang pada saat bersamaan menimbulkan utang premi kepada entitas anggota penutupan polis bersama.
(c) Jumlah premi jangka panjang yang belum diperhitungkan sebagai premi bruto.

Sumber: Standar Akuntansi Keuangan (SAK), efektif per 1 Januari 2018, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Leave a Reply