Accounting Standar Resume (PSAK 50)

INSTRUMEN KEUANGAN: PENYAJIAN
Tujuan
Menetapkan prinsip penyajian instrumen keuangan sebagai liabilitas atau ekuitas dan saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan. Pernyataan ini diterapkan untuk klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan, liabilitas keuangan, dan instrumen ekuitas; klasifikasi bunga, dividen, kerugian dan keuntungan yang terkait; dan keadaan dimana aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus.
Prinsip dalam Pernyataan ini melengkapi prinsip pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan.
Pernyataan ini diterapkan pada kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan yang dapat diselesaikan:
a) secara neto dengan kas atau instrumen lain, dan;
b) dengan mempertukarkan instrumen keuangan, seolah-olah kontrak tersebut adalah instrumen keuangan, dengan pengecualian untuk kontrak yang disepakati dan dimaksudkan untuk terus dimiliki dengan tujuan untuk menerima atau menyerahkan item nonkeuangan sesuai dengan persyaratan pembelian, penjualan, atau penggunaan yang diperkirakan oleh entitas.
Ada beberapa cara dimana kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan dapat diselesaikan secara neto dengan kas atau instrumen keuangan lain, atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan. Hal ini mencakup:
a. jika persyaratan kontrak mengizinkan salah satu pihak untuk menyelesaikan kontrak tersebut secara neto dengan kas atau dengan instrumen keuangan lain, atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan.
b. jika kemampuan untuk menyelesaikan secara neto dengan kas atau instrumen keuangan lain, atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan, tidak dinyatakan secara eksplisit dalam persyaratan kontrak, namun entitas mempunyai praktik menyelesaikan kontrak serupa secara neto dengan kas atau instrumen keuangan lain, atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan.
c. untuk kontrak serupa, entitas mempunyai praktik untuk menerima aset yang mendasari dan menjualnya dalam jangka pendek setelah penyerahan untuk memperoleh laba dari fluktuasi harga jangka pendek atau marjin penjual
d. jika item nonkeuangan yang menjadi subjek dalam kontrak siap dikonversi menjadi kas.
Opsi yang diterbitkan untuk membeli atau menjual item nonkeuangan yang dapat diselesaikan secara neto dengan kas atau instrumen keuangan lain, atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan, termasuk dalam ruang lingkup Pernyataan ini.
Definisi
Aset keuangan adalah setiap aset yang berbentuk kas, instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain, hak kontraktual, kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas.
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya.
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain.
Instrumen yang mempunyai fitur opsi jual (puttable instrument) adalah instrumen keuangan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menjual kembali instrumen kepada penerbit dan memperoleh kas atau aset keuangan lain atau secara otomatis menjual kembali kepada penerbit pada saat terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti di masa depan atau kematian atau purnakarya dari pemegang instrumen.
Liabilitas keuangan adalah setiap liabilitas kewajiban kontraktual dan kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
Dalam Pernyataan ini, “kontrak” dan “kontraktual” mengacu pada suatu perjanjian antara dua pihak atau lebih, yang memiliki konsekuensi ekonomik yang jelas dan kecil peluangnya akan diabaikan oleh pihak-pihak yang terlibat, umumnya karena pemenuhan perjanjian ini dapat dipaksakan secara hukum.
Dalam Pernyataan ini “entitas” termasuk perusahaan perorangan, persekutuan, badan hukum, wali amanah, dan institusi pemerintah.
PENYAJIAN
Liabilitas dan Ekuitas
Penerbit instrumen keuangan pada saat pengakuan awal mengklasifikasikan instrumen tersebut atau komponennya sebagai liabilitas keuangan, aset keuangan, atau instrumen ekuitas sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan, aset keuangan, dan instrumen ekuitas.
Ketika menentukan apakah instrumen keuangan merupakan instrumen ekuitas, dan bukan merupakan liabilitas keuangan, maka instrumen tersebut merupakan instrumen ekuitas jika :
a) instrumen tersebut tidak memiliki kewajiban kontraktual
b) jika instrumen tersebut akan atau mungkin diselesaikan dengan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas.
Instrumen yang Mempunyai Fitur Opsi Jual
Suatu instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual mencakup kewajiban kontraktual bagi penerbit. Sebagai pengecualian atas definisi liabilitas keuangan, instrumen yang mencakup kewajiban tersebut diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika memiliki seluruh fitur berikut:
a) Memberikan hak kepada pemegangnya atas bagian prorata aset neto entitas pada saat entitas dilikuidasi.
b) Instrumen berada dalam kelas instrumen yang merupakan subordinat dari seluruh kelas instrumen lain.
c) Seluruh instrumen keuangan yang berada pada kelas instrumen yang merupakan subordinat dari seluruh kelas instrumen lain memiliki fitur yang identik.
d) Selain kewajiban kontraktual bagi penerbit untuk membeli kembali atau menebus instrumen dan menerima kas atau aset keuangan lain, instrumen tersebut tidak termasuk kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain.
e) Jumlah arus kas yang diharapkan yang dapat diatribusikan ke instrumen selama umur instrumen didasarkan secara substansial pada laba rugi, perubahan dalam aset neto yang diakui atau perubahan dalam nilai wajar aset neto entitas yang diakui atau yang belum diakui selama umur instrumen.
Selain instrumen yang memiliki seluruh fitur di atas, suatu instrumen dapat diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas, jika penerbit tidak memiliki instrumen keuangan atau kontrak lain dengan kondisi sebagai berikut:
a) total arus kas yang secara substansial bergantung pada laba rugi, perubahan dalam aset neto entitas yang diakui atau perubahan pada nilai wajar aset neto entitas yang diakui dan belum diakui.
b) dampak dari pembatasan atau penetapan secara substansial atas imbal hasil residu kepada pemegang instrumen yang mempunyai fitur opsi jual.
Beberapa instrumen keuangan termasuk kewajiban kontraktual bagi entitas penerbit untuk menyerahkan kepada entitas lain bagian prorata aset neto hanya pada saat likuidasi. Kewajiban timbul karena likuidasi pasti terjadi dan berada di luar kendali entitas (sebagai contoh, umur entitas yang terbatas) atau tidak pasti terjadi namun berdasarkan opsi dari pemegang instrumen.
Selain instrumen yang memiliki seluruh fitur di atas, suatu instrumen dapat diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas, jika penerbit tidak memiliki instrumen keuangan atau kontrak lain yang memiliki ;
a) total arus kas yang secara substansial bergantung pada laba rugi, perubahan dalam aset neto entitas yang diakui atau perubahan pada nilai wajar aset neto entitas yang diakui dan yang belum diakui
b) dampak dari pembatasan atau penetapan secara substansial atas imbal hasil residu kepada pemegang instrumen.
Entitas menghitung reklasifikasi instrumen sesuai dengan kondisi berikut ;
a) Entitas mereklasifikasi instrumen ekuitas sebagai liabilitas keuangan sejak tanggal ketika instrumen tidak lagi memiliki seluruh fitur.
b) Entitas mereklasifikasi liabilitas keuangan sebagai ekuitas sejak tanggal ketika instrumen memiliki seluruh fitur. Instrumen ekuitas diukur pada jumlah tercatat liabilitas keuangan pada tanggal reklasifikasi.
Tanpa Kewajiban Kontraktual untuk Menyerahkan Kas atau Aset Keuangan
Fitur penting dalam membedakan antara liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas adalah adanya kewajiban kontraktual salah satu pihak dari instrumen keuangan (penerbit), untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pihak lain (pemegang), atau untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan pemegang instrumen ekuitas dalam kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan pihak penerbit.
Substansi dari instrumen keuangan, bukan bentuk hukumnya, merupakan dasar pengklasifikasian dalam laporan posisi keuangan. Substansi dan bentuk hukum umumnya sejalan, namun tidak selalu. Beberapa jenis instrumen keuangan memiliki bentuk hukum ekuitas tetapi secara substansi merupakan liabilitas dan bentuk lain mungkin berupa kombinasi dari fitur instrumen ekuitas dan fitur liabilitas keuangan. Sebagai contoh:
a) Saham preferen yang mewajibkan penerbitnya untuk membeli kembali saham tersebut dengan harga yang telah ditetapkan atau harga yang dapat ditetapkan pada tanggal yang telah ditetapkan atau tanggal yang dapat ditetapkan di masa depan, atau saham preferen yang memberikan hak pada pemegangnya untuk meminta penerbit agar menebus saham tersebut pada atau setelah tanggal tertentu dengan harga yang telah ditetapkan atau harga yang dapat ditetapkan, adalah liabilitas keuangan.
b) Instrumen keuangan yang memberi hak kepada pemegangnya untuk menjual kembali instrumen tersebut kepada penerbitnya baik dengan menerima kas atau dengan aset keuangan lain (puttable instrumen) adalah liabilitas keuangan, kecuali instrumen tersebut diklasifikasikan sebagai instrume.
Jika entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menghindari penyelesaian kewajiban kontraktualnya dengan penyerahan kas atau aset keuangan lain, maka kewajiban tersebut memenuhi definisi liabilitas keuangan, kecuali untuk instrumen yang diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas. Sebagai contoh :
a) Pembatasan kemampuan entitas untuk memenuhi kewajiban kontraktualnya.
b) Kewajiban kontraktual yang bergantung pada pelaksanaan hak untuk menebus kembali oleh pihak lawan adalah liabilitas keuangan.
Instrumen keuangan yang tidak secara eksplisit menetapkan kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain, dapat menetapkan kewajiban secara tidak langsung melalui persyaratan dan ketentuan yang ada padanya. Sebagai contoh:
a) Instrumen keuangan mungkin memiliki kewajiban nonkeuangan yang harus diselesaikan jika, dan hanya jika, entitas gagal melakukan pembayaran atau penebusan instrumen tersebut.
b) Instrumen keuangan adalah liabilitas keuangan jika instrumen tersebut memiliki ketentuan bahwa dalam penyelesaiannya entitas akan menyerahkan:
(i) kas atau aset keuangan lain; atau
(ii) saham yang diterbitkan entitas yang nilainya ditentukan jauh melebihi nilai kas atau aset keuangan lain yang seharusnya diserahkan.
Penyelesaian dengan Instrumen Ekuitas yang Diterbitkan Entitas
Suatu kontrak bukan merupakan instrumen ekuitas hanya semata-mata karena kontrak tersebut menyebabkan entitas menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas yang diterbitkannya. Entitas mungkin memiliki hak atau kewajiban kontraktual untuk menerima atau menyerahkan saham yang diterbitkan atau instrumen ekuitas Lain dentro jumlah yang bervariasi. Hak atau kewajiban kontraktual tersebut dapat berupa nilai yang telah ditetapkan atau nilai yang berfluktuasi. Kontrak tersebut merupakan liabilitas keuangan bagi entitas meskipun entitas harus atau dapat menyelesaikan kontrak tersebut dengan instrumen ekuitas miliknya.
Kontrak yang akan diselesaikan oleh entitas dengan menyerahkan (atau menerima) instrumen ekuitas miliknya dalam jumlah yang telah ditetapkan sebagai pengganti kas atau aset keuangan lain yang nilainya telah ditetapkan adalah instrumen ekuitas.
Jika instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas yang akan diterima, atau diserahkan, oleh entitas pada saat penyelesaian kontrak merupakan instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual dengan seluruh fitur dan memenuhi kondisi atau insturmen yang mensyaratkan suatu kewajiban pada entitas untuk menyerahkan pada pihak ketiga, memenuhi kondisi, maka kontrak tersebut adalah aset keuangan atau liabilitas keuangan.
Dengan pengecualian keadaan, kontrak yang mewajibkan entitas untuk membeli kembali instrumen ekuitasnya, baik dengan kas atau aset keuangan lain, akan menambah liabilitas keuangan entitas sebesar nilai kini dari nilai penebusannya.
Kontrak yang akan diselesaikan entitas dengan menyerahkan atau menerima instrumen ekuitas dalam jumlah yang telah ditetapkan sebagai pengganti kas atau aset keuangan lain dengan jumlah yang bervariasi merupakan aset keuangan atau liabilitas keuangan.
Ketentuan Penyelesaian Kontijensi
Instrumen keuangan dapat mensyaratkan entitas untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain atau jika tidak menyelesaikan sebeagaimana jika instrumen tersebut merupakan liabilitas keuangan.
Pilihan Penyelesaian
Jika instrumen keuangan derivatif memberi kepada salah satu pihak pilihan cara penyelesaian, maka instrumen tersebut adalah aset keuangan atau liabilitas Keuangan, kecuali jika Seluruh alternatif penyelesaian yang ada menjadikannya sebagai instrumen ekuitas.
Contoh liabilitas keuangan dari instrumen keuangan derivatif dengan pilihan penyelesaian adalah opsi saham yang memberi pilihan kepada penerbit untuk menentukan penyelesaian secara neto dengan kas atau mempertukarkan sahamnya dengan sejumlah kas.
Instrumen Keuangan Majemuk
Penerbit instrumen keuangan nonderivatif mengevaluasi persyaratan instrumen keuangan untuk menentukan apakah instrumen tersebut mengandung komponen liabilitas dan ekuitas. Komponen tersebut diklasifikasikan secara terpisah sebagai liabilitas keuangan, aset keuangan, atau instrumen ekuitas.
Entitas mengakui secara terpisah komponen instrumen keuangan yang:
(a) Menimbulkan liabilitas keuangan bagi entitas;
(b) Memberikan opsi bagi pemegang instrumen untuk mengkonversi instrumen keuangan tersebut menjadi instrumen ekuitas dari entitas yang bersangkutan.
Klasifikasi komponen liabilitas dan ekuitas dari instrumen dapat dikonversi tidak dapat diubah sebagai akibat adanya perubahan kemungkinan bahwa opsi konversi tersebut akan dilaksanakan, meskipun jika pelaksanaan opsi tersebut akan menguntungkan secara ekonomik bagi para pemegangnya.
Penerbit Suatu obligasi dapat dikonversi menjadi saham biasa pertama kali menentukan nilai tercatat komponen liabilitas dengan mengukur nilai wajar liabilitas serupa yang tidak memiliki komponen ekuitas.
Saham Tresuri
Jika entitas memperoleh kembali instrumen ekuitasnya, maka instrumen tersebut (saham tresuri) dikurangkan dari ekuitas. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan, penerbitan, atau pembatalan instrumen ekuitas entitas tersebut tidak diakui dalam laba rugi. Saham tresuri tersebut dapat diperoleh dan dimiliki oleh entitas yang bersangkutan atau oleh anggota lain dalam kelompok usaha yang dikonsolidasi. Imbalan yang dibayarkan atau diterima diakui secara langsung di ekuitas.
Nilai saham tresuri yang dimiliki diungkapkan secara terpisah dalam laporan posisi keuangan atau catatan atas laporan keuangan.
Bunga, Dividen, Kerugian, dan Keuntungan (lihat juga paragraf PP37)
Bunga, dividen, kerugian, dan keuntungan yang terkait dengan instrumen keuangan atau komponen yang merupakan liabilitas keuangan diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laba rugi. Distribusi kepada pemegang instrumen ekuitas diakui oleh entitas secara langsung dalam ekuitas. Biaya transaksi yang timbul dari transaksi ekuitas, dicatat sebagai pengurang ekuitas.
Pajak penghasilan yang terkait dengan distribusi kepada pemegang instrumen ekuitas dan biaya transaksi dicatat.
Klasifikasi instrumen keuangan sebagai liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas menentukan apakah bunga, dividen, kerugian dan keuntungan yang terkait dengan instrumen keuangan tersebut diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laba rugi.
Entitas umumnya menanggung berbagai biaya dalam penerbitan atau perolehan kembali instrumen ekuitasnya. Biaya tersebut antara lain mencakup fee pendaftaran dan komisi lain yang ditetapkan, fee yang dibayarkan kepada penasehat hukum, akuntan, dan penasehat profesional lain, biaya percetakan, dan materai.
Biaya transaksi yang terkait dengan penerbitan instrumen keuangan majemuk dialokasikan pada komponen liabilitas dan ekuitas dari instrumen keuangan tersebut secara proporsional dengan alokasi hasil yang diperoleh. Biaya transaksi yang terkait dengan lebih dari satu transaksi dialokasikan pada seluruh transaksi tersebut dengan menggunakan dasar alokasi yang rasional dan konsisten dengan transaksi serupa.
Jumlah biaya transaksi yang dicatat sebagai pengurang ekuitas dalam periode diungkapkan secara terpisah.
Dividen yang diklasifikasikan sebagai beban dapat disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain bersama dengan bunga atas liabilitas lain atau disajikan dengan pos terpisah.
Keuntungan dan kerugian yang terkait dengan perubahan nilai tercatat liabilitas keuangan diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laba rugi meskipun keduanya berkaitan dengan instrumen yang mengandung hak residual atas aset entitas dalam pertukaran dengan kas atau aset keuangan lain. Entitas menyajikan keuntungan atau kerugian akibat pengukuran kembali instrumen keuangan tersebut secara terpisah dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain jika pemisahan tersebut dianggap relevan untuk menjelaskan kinerja entitas tersebut.
Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuanganan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, entitas:
(a) Saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan
(b) Berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Pernyataan ini mensyaratkan penyajian aset Keuangan liabilitas dan keuangan secara neto jika penyajian tersebut mencerminkan arus kas masa depan yang diharapkan entitas dari penyelesaian dua atau lebih instrumen keuangan terpisah. Jika entitas memiliki hak untuk menerima atau membayar suatu jumlah neto dan berintensi untuk merealisasikannya, maka entitas tersebut hanya memiliki satu aset keuangan atau satu liabilitas keuangan. Dalam keadaan lain, aset keuangan dan liabilitas keuangan disajikan secara terpisah satu sama lain dan konsisten dengan karakteristik yang dimiliki, yaitu sebagai sumber daya atau sebagai kewajiban entitas.
Saling hapus antar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diakui dan penyajian jumlah neto berbeda dengan penghentian pengakuan aset keuangan atau liabilitas keuangan.
Hak untuk melakukan saling hapus merupakan hak hukum debitur, baik dalam bentuk kontrak maupun cara lain, untuk menyelesaikan atau mengeliminasi seluruh atau sebagian jumlah yang dibayarkan kepada kreditur dengan cara membandingkan jumlah yang harus dibayarkan dan piutang kepada kreditur yang bersangkutan.
Adanya hak yang dapat dipaksakan untuk saling hapus atas aset keuangan dan liabilitas keuangan mempengaruhi hak dan kewajiban yang terkait dengan aset keuangan dan liabilitas keuangan, serta mungkin mempengaruhi eksposur entitas atas risiko kredit dan risiko.
Intesi entitas terkait dengan penyelesaian aset dan liabilitas tertentu dapat dipengaruhi oleh praktik bisnis yang normal, persyaratan pasar uang, dan keadaan lain yang dapat membatasi kemampuan entitas untuk melakukan penyelesaian secara neto atau penyelesaian secara simultan.
Penyelesaian dua instrumen keuangan secara simultan mungkin terjadi melalui, sebagai contoh, operasional lembaga kliring dalam pasar uang yang terorganisir atau pertukaran langsung. Dalam keadaan ini, arus kas adalah setara dengan suatu jumlah neto tertentu dan tidak ada eksposur risiko kredit dan risiko likuiditas. Dalam keadaan lain, entitas mungkin menyelesaikan dua instrumen dengan menerima dan membayar dengan jumlah terpisah, yang menyebabkan entitas memiliki eksposur risiko kredit untuk seluruh jumlah aset atau risiko likuiditas untuk seluruh jumlah liabilitas.
Kondisi yang tidak dapat dipenuhi dan saling hapus biasanya tidak tepat jika:
(a) Beberapa instrumen keuangan yang berbeda digunakan untuk meniru fitur yang terdapat dalam instrumen keuangan tunggal (instrumen sintetis);
(b) Aset keuangan dan liabilitas keuangan timbul dari instrumen keuangan dengan eksposur risiko utama yang sama namun melibatkan pihak lawan yang berbeda;
(c) Aset keuangan atau aset lain dijaminkan sebagai agunan untuk liabilitas keuangan yang bersifat non-recourse;
(d) Aset keuangan ditempatkan oleh debitur dalam wali amanat untuk keperluan pelunasan kewajiban tanpa kewajiban aset keuangan tersebut diterima oleh kreditur pada saat penyelesaian kewajiban; atau
(e) Kewajiban yang timbul akibat dari kejadian yang menyebabkan kerugian diperkirakan dapat dipulihkan melalui pihak ketiga dengan klaim kontrak asuransi.
Entitas yang melakukan sejumlah transaksi instrumen keuangan dengan satu pihak lawan mungkin melakukan ‘perjanjian induk untuk menyelesaikan secara neto’ dengan pihak lawan tersebut. Perjanjian tersebut menetapkan penyelesaian secara neto untuk seluruh instrumen keuangan yang tercakup dalam perjanjian jika terjadi gagal bayar, atau berakhirnya salah satu kontrak. Perjanjian ini umumnya digunakan oleh institusi keuangan untuk menlindungi dari kerugian yang timbul jika terjadi kepailitan atau keadaan lain yang menyebabkan pihak lawan tidak dapat memenuhi kewajibannya.
Sumber: Standar Akuntansi Keuangan (SAK), efektif per 1 Januari 2018, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Leave a Reply