PSAK 68 : PENGUKURAN NILAI WAJAR

Bagian 1

Tujuan

Pernyataan ini mendefinisikan nilai wajar, menetapkan pernyataan suatu kerangka pengukuran nilai wajar, dan mensyaratkan pengungkapan  mengenai pengukuran nilai wajar.

 Nilai wajar adalah pengukuran berhasis pasar , bukan pengukuran yang spesifik atas suatu entitas . Untuk beberapa aset dan liabilitas , transaksi pasar atau informasi pasar yang dapat diobservasi dapat tersedia Untuk aset dan liabilitas lain , hal tersebut mungkin tidak tersedia . Akan tetapi , tujuan pengukuran nilai wajar dalam kedua kasus tersebut adalah sama – untuk memperkirakan harga di mana transaksi teratur untuk menjual aset atau menyulihkan liabilitas akan terjadi antara pelaku pasar  pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini.

Ketika harga aset atau liabilitas yang identik tidak dapat diobservasi , entitas mengukur nilai wajar menggunakan teknik penilaian lain yang memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. Karena nilai wajar merupakan pengukuran berbasis pasar , maka nilai wajar diukur menggunakan usumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga niet atau liubilitas , termasuk asumsi mengenairinin Akibatnya , intensi entitas untuk memiliki nxet atau untuk menyelesaikan atau memenuhi liabilitas menjadi tidak relevan ketika mengukur nilai wajar .

Definisi nilai wajar fokus pada aset dan liabilitas karena keduanya merupakan subyek utama pengukuran akuntansi , Sebagai tambahan . Pernyataan ini diterapkan atas instrumen ekuitas milik entitas sendiri yang diukur pada nilai wajar

Ruang Lingkup

Pernyataan ini diterapkan ketika Pernyataan lain mensyuraikan atau mengizinkan pengukuran nilai wajar aferu pengungkapan mengenai nilai wajar dan pengukuran , seperti nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual.

Persyaratan pengukuran dan pengungkapan dalam Pernyataan ini tidak diterapkan untuk hal sebagai berikut :

( a ) transaksi pembayaran berbasis saham dalam ruang lingkup PSAK 53 : Pembayaran Berbasis Saham

( b ) transaksi sewa dalam ruang lingkup PSAK 30 : Sewa

( c ) pengukuran yang memiliki beberapa kemiripan dengan nilai wajar tetapi bukan merupakan nilai wajar , seperti nilai realisai neto ( net realisable value ) dalam PSAK 14 : Persediaan atau nilai pukai ( value in ase ) dalam PSAK 48 : Penurunan Nilai Aset

Pengungkapan yang disyaratkan dalam Pernyataan ini tidak disyaratkan untuk hal sebagai berikut

( a ) aset program yang diukur pada nilai wajar sesuai dengan PSAK 24 : Imbalan Kerja

( b ) investasi program manfaut purnakarya yang diukur pada nilai wajar sesuai dengan PSAK 18 Akuntansi dan Pelaporan Program Mangiat Purnakarya

( c ) anet yang jumlah terpulihkannya adalah nilai wajar dikurangi biaya pelepasan sesuai dengan PSAK 48 : Perawan Nilai Aset .

Kerangka pengukuran nilai wajar yang dideskripsikan dalam Pernyataan ini berlaku untuk pengukuran awal dan pengukuran selanjutnya , jika nilai wajar disyaratkan oleh SAK

PENGUKURAN

Definisi Nilai Wajar

Pernyataan ini mendefinisikan nilai wajar sebagai harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran

 Aset atau Liabilitas

 Pengukuran nilai wajar adalah untuk aset atat liabilitas tertentu . Oleh karena itu , ketika mengukur nilai wajar entitas memperhitungkan karakteristik aset atau liabilitas jika pelaku pasar akan memperhitungkan karakteristik tersebut ketika menentukan karga aset atau liabilitas pada tanggal pengukuran . Karakteristik tersebut termasuk , sebagai contoh , hal sebagai berikut :

( a ) kondisi dan lokasi aset

( b ) perbatasan , jika ada , atas penjualan atau penggunaan aset .

Dampak pengukuran yang timbul dari suatu karakteristik tertentu akan berbeda bergantung pada bagaimana karakteristik tersebut akan diperhitungkan oleh pelaku pasar ,

Aset atau liabilitas yang diukur pada nilai wajar dapat terdiri dari salah hal sebagai berikut yaitu,  aset atau liabilitas yang berdiri sendiri dan sekelompok aset , sekelompok liabilitas atau sekelompok aset dan liabilitas.

Apakah aset atau liabilitas merupakan suatu aset atau linbilitas yang berdiri sendiri , sekelompok awet , sekelompok liabilitas atau sekelompok aset dan liabilitas untuk tujuan pengakuan atau pengungkapan bergantung pada unit akunnya. Unit akun aset atau liabilitas ditentukan sesuai dengan Pernyataan yang mensyaratkan atau mengizinkan pengukuran nilai wajar , kecuali sebagaimana dijelaskan dalam Pernyataan ini .

Transaksi

Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa aset atau libilitas dipertukarkan dalam transaksi teratur antara pelaku pasar untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini .

Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan Tiabilitas terjadi :

( a ) di pasar utama untuk aset atau Habilitas tersebut

( b ) jika tidak terdapat pasar utama , di pasur yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut .

Entitas tidak perlu melaksanakan pencarian menyeluruh atas seluruh pasur yang ada untuk mengidentifikasi pasar utama , atau jika tidak terdapat pasar utama , pasar yang paling menguntungkan , namun entitas memperhitungkan seluruh informasi yang sewajarnya tersedia .

Jika terdapat pasar utama untuk aset atau liabilitas , maka pengukuran nilai wajar merepresentasikan harga di pasar tersebut, bahkan jika harga di pasar yang berbeda berpotensi lebih menguntungkan pada tanggal pengukuran .

 Entitas harus memiliki akses ke pasar utama pada tanggal pengukuran . Karena entitas yang berbeda dengan aktivitas yang berbeda dapat memiliki akses ke pasar yang berbeda , pasar utama untuk aset atau liabilitas yang sama mungkin berbeda untuk entitas yang berbeda. Oleh karena itu , pasar utama dan juga pelaku pasar dipertimbangkan dari perspektif entitas , sehingga memungkinkan terdapatnya perbedaan antara entitas dengan aktivitas yang berbeda

Meskipun entitas harus dapat mengakses pasar , entitas tidak perlu untuk dapat menjual aset atau mengalihkan linbilitas tertentu tersebut pada tanggal pengukuran untuk dapat mengukur nilai wajar berdasarkan harga di pasar tersebut

Pelaku Pasar

Entitas mengukur nilal wajar suatu aset atau Liabilitas menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut , dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomik terbaiknya .

Dalam mengembangkan asumsi tersebut , entitas tidak perlu mengidentifikasi pelaku pasar yang spesifik Sebaliknya , entitas mengidentifikasi karakteristik yang membedakan pelaku pasar secara umum , mempertimbangkan faktor yang spesifik untuk seluruh hal sebagai berikut :

( a ) aset atau liabilitas

( b ) pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan ) untuk aset atau liabilitas

 ( c ) pelaku pasar yang akan melakukan transaksi dengan entitas di pasar tersebut ,

Harga

 Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu biabilitas dalam transaksi teratur di pasar utama ( atau pasar yang paling menguntungkan ) pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat Ini ( yaitu harga keluar ) terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi menggunakan teknik penilaian lain .

Penerapan pada Aset Nonkeuangan

Penggunaan Tertinggi dan Terbaik untuk Aset Nonkeuangan

Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya .

Penggunaan tertinggi dan terbaik aset nonkeuangan memperhitungkan penggunaan aset yang secara fisik dimungkinkan ( physically possible ) , secara hukum diizinkan ( legally permissible ) , dan layak secara keuangan ( Financially fousible ).

Penggunaan tertinggi dan terbaik ditentukan dari perspektif pelaku pasar , bahkan jika entitas memiliki intensi untuk penggunaan yang berbeda . Akan tetapi , penggunaan aset nonkeuangan saat ini oleh entitas dianggap sebagai penggunaan tertinggi dan terbaiknya , kecuali pasar atau faktor lain menunjukkan bahwa penggunaan yang berbeda oleh pelaku pasar akan memaksimalkan nilai aset tersebut .

Untuk melindungi posisi kompetitifnya , atau untuk alasan lain , entitas dapat memilikd Intensi untuk tidak secara aktif menggunakan aset nonkeuangan yang telah diperoleh secara aktif atau entitas dapat memiliki intensi untuk tidak menggunakan aset berdasarkan penggunaan tertinggi dan terbaiknya . Sebagai contoh , kastesterachut dapat terjadi untuk aset takberwujud yang diperoleh entitas untuk digunakan secara pasif , dengan mencegah pihak lain untuk menggunakan aset tersebut . Namun demikian , entitas mengukur nila wajar aset nonkeuangan dengan asumsi penggunaan tertinggi dan terbaiknya oleh pelaku pasar .

 Premis Penilaian untuk Aset Nonkeuangan

Penggunaan tertinggi dan terbaik aset non cuangan menetapkan penilaian yang digunakan untuk mengukur nilai wajar aset , schngai berikut :

 ( a ) Penggunaan tertinggi dan terbaik act nonkeuangan dapat memberikan nilai maksimum kepada pelaku pasar melalui penggunaan aset tersebut dalam kombinasi dengan aset lain sebagai satu kelompok atau dalam kombinasi dengan aset dan liabilitas lain.

 (b)  Penggunaan tertinggi dan terbaik aset nonkeuangan dapat menyediakan nilai maksimum kepada pelaku pasar secara tenendiri . Jika penggunaan tertinggi dan terbaik aset adalah untuk digunakan secara tersendiri , maka nilai wajar aset adalah harga yang akan diterima dalam transaksi saat ini untuk menjual aset tersebut kepada pelaku pasar yang akan menggunakan aset tersebut secara tersendiri aset

Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan mengasumsikan bahwa aset dijual secara konsisten dengan unit akun sebagaimana dijelaskan dalam SAK , Hal tersebut juga bahkan ketika pengukuran nilai wajar tersebut mengasumsikan bahwa penggunaan tertinggi dan terbaik aset adalah untuk digunakan dalam kombinasi dengan aset lain atau dengan aset dan liabilitas lain, karena pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa pelaku pasar telah memiliki aset pelengkap dan linbilitas yang terkait

Penerapan pada Liabilitas dan Instrumen Ekuitas Milik Entitas Sendiri

Prinsip Umum

Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa liabilitus keuangan atau liabilitas monkenangan , atau instrumen ekuitas milik entitas sendiri ( contohnya kepemilikan saham yang diterbitkan sebagai pembayaran dalam kombinasi bisnis ) dialihkan kepada pelaku pasar pada tanggal pengukuran . Pengalihan liabilitas atau instrumen ekuitas milik entitas sendiri mengasumsikan hal sebagai berikut :

( a ) Liabilitas akan tetap terutang dan pelaku pasar yang menerima pengalihan ( transferee ) akan disyaratkan untuk memenuhi kewajiban tersebut . Liabilitas tidak akan diselesaikan dengan pihak lawan atau diakhiri pada tanggal pengukuran

( b ) Instrumen ekuitas milik entitas sendiri akan tetap beredar dan pelaku pasar yang menerima pengalihan akan mengambil alih hak dan tanggung jawab yang terkait dengan instrumen terschut . Instrumen tersebut tidak akan dibatalkan atau diakhiri pada tanggal pengukuran .

 Bahkan ketika tidak terdapat pasar yang dapat diobservasi untuk menyediakan informasi penentuan harga mengenai pengalihan liabilitas atau instrumen ekuitas milik entitas sendiri ( contohnya karena pembatasan kontraktual atau pembatasan hukum lain yang mencegah pengalihan liabilitas atau instrumen ekultas milik entitas sendiri tersebut ) , mungkin terdapat pasar yang dapat diobservasi atas liabilitas atau instrumen ekuitas milik entitas sendiri tersebut jika dimilild oleh pihak lain sebagai aset ( contohnya obligusi perusahaan atau call option tas saham entitas ) .

Dalam seluruh kasus , entitas memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi untuk memenuhi tujuan pengukuran nilai wajar , yaitu untuk mengestimasi harga di mana trunsaksi teratur untuk mengalihkan liabilitas atau instrumen ekuitas akan terjadi antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini .

Liabilitas dan Instrumen Ekuitas yang Dimilla Pihak lain sebagai Aset

Ketika harga kuotasian untuk pengalihan liabilitas atau instrument ekuitas milik entitas sendiri yang identik atau serupa tidak tersedia dan liabilitas atau instrumen ekuitas milik entitas sendiri yang identik dimiliki pihak lain sebagai aset , entitas mengukur nilai wajar liabilitas utau instrumen ekuitas dari perspektif pelaku pasar yang memiliki liabilitas atau instrumen ekuitas milik entitas sendiri yang identik sebagai aset pada tanggal pengukuran .

Dalam kasus tersebut , entitas mengukur nilai wajar liabilitas atau instrumen ekuitas sebagai berikut :

( a ) menggunakan harga kuotasiun di pasar aktif ‘ ( active market ) untuk liabilitas atau instrumen ekuitas yang identik yang dimiliki pihak lain sebagai aset , jika harga tersebut tersedia

( b ) jika harga tersebut tidak tersedia , maka menggunakan input lain yang dapat diobservasi, seperti harga kuotasian di pasar yang tidak aktif untuk liabilitas atau instrumen ekuitas yang identik yang dimiliki pihak lain sebagai aset

Entitas menyesuaikan harga kuotasian limbilitas atau instrumen ekuitas milik entitas sendiri yang dimiliki pihak lain sebagai aset hanya jika terdapat faktor yang spesifik atas aset tersebut yang tidak dapat diterapkan pada pengukuran nilai wajar liabilitas atau instrumen ekuitas . Entitas memastikan bahwa harga aset tidak mencerminkan dampak dari pembatasan yang mencegah penjualan aset tersebut . Beberapa faktor yang dapat mengindikasikan bahwa harga kuotasian aset perlu untuk disesuaikan termasuk hal sebagai berikut :

 ( a ) Harga kuotasian aset terkait dengan liabilitas atau instrumen ekuitas yang serupa ( tetapi tidak identik ) yang dimiliki pihak lain sebagai aset . Sebagai contoh , liabilitas atau instrumen ekuitas dapat memiliki karakteristik tertentu ( contohnya kualitas kredit penerbit ) yang berbeda dari yang tercermin dalam nilai wajur liabilitas atau instrumen ekultas serupa yang dimiliki sebagai aset . )

(b) Unit akun anet tidak sama dengan unit akun liabilitas atau instrumen ekuitas . Sebagai conteh , untuk liabilitas , dalam beberapa kasus harga aset mencerminkan kombinasi harga untuk paket yang terdiri dari jumlah terutang dari penerbit dan peningkatan kualitas kredit pihak ketiga, Jika unit akun liabilitas bukan untuk paket kumbinasi , maka tujuannya adalah untuk mengukur nilai wajar liabilitas penerbit , bukan nilai wajar dari paket kombinasi . Dengan demikian , dalam kasus tersebut , entitas akan menyesuaikan harga observasian aset tersebut untuk mengecualikan dampak peningkatan kualitas kredit pihak ketiga

Liabilitas dan Instrumen Ekuitas yang Tidak Dimiliki Pihak Lain sebagai Aset

Ketika harga kuotasian untuk pengalihan liabilitas atau instrumen ekuitas milik entitas sendiri yang identik atau serupa tidak tersedia dan liabilitas atau instrumen ekuitas milik entitas sendiri yang identik tidak dimiliki oleh pihak lain sebagai aset , entitas mengukur nilai wajur liabilitas atau instrumen ekuitas menggunakan teknik penilaian dari perspektif pelaku pasar yang memiliki habilitas atau telah menerbitkan klaim atas ekuitas .

Sebagai contoh , ketika menerapkan teknik nilai kini entitas dapat memperhitungkan salah satu dari hal sebagai berikut :

( a ) arus kas keluar masa depan yang diperkirakan akan dikeluarkan pelaku pasar dalam memenuhi kewajiban , termasuk kompensasi yang disyaratkan pelaku pasar untuk mengambil alih kewajiban tersebut

( b ) jumlah yang akan diterima pelaku pasar untuk melakukan atau menerbitkan liabilitas atau instrumen ekuitas yang identik , menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga liabilitas atau instrumen ekuitas yang di pasar utama untuk menerbitkan liabilitas atau instrumen ekuitas dengan menggunakan persyaratan kontraktual yang sama.

Sumber : Standar Akuntansi Keuangan (SAK), efektif per 1 Januari 2018, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Leave a Reply