Bagian 2 – (Lanjutan)

Liablilitas jangka pendek seperti utang dagang dan beberapa akrual untuk biaya karyawan serta biaya operasi lain, merupakan bagian modal kerja yang digunakan dalam siklus operasi normal entitas. Entitas mengklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek jika liabilitas tersebut akan jatuh tempo dalam 12 bulan setelah periode pelaporan, meskipun:

  1. kesepakatan awal perjanjian pinjaman untuk jangka waktu lebih dari dua belas bulan.
  2. perjanjian untuk pembiayaan kembali, atau penjadwalan kembali pembayaran, atas dasar jangka panjang telah diselesaikan setelah periode pelaporan dan sebelum laporan keuangan diotorisasi untuk terbit.

Pinjaman yang diklasifikasikan sebagai liablitas jangka pendek jika peristiwa berikut ini terjadi antara akhir periode pelaporan dan tanggal penyelesaian laporan keuangan diotorisasi untuk terbit, maka:

  1. pembiayaan kembali berbasis jangka panjang
  2. perbaikan pelanggaran pengaturan pinjaman jangka panjang
  3. pemeberian tenggang waktu oleh pemberi pinjaman

Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan atau Catatan atas Laporan Keuangan

            Entitas mengungkapkan hal-hal berikut dalam laporan posisi keuangan / laporan perubahan ekuitas / catatan atas laporan keuangan:

  1. jumlah saham modal dasar
  2. jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh, dan yang diterbitkan teteapi tidak disetor penuh
  3. nilai nominal saham, atau nilai dari saham yang tidak memiliki nilai nominal
  4. rekonsiliasi jumlah saham yang beredar pada awal dan akhir periode
  5. hak, kesitimewaan, dan pembatasan tang melekat pada setiap kelas saham, entitas asosiasi
  6. saham yang diacadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratan.

Jika entitas telah mereklasifikasi:

  1. instrumen keuangan yang memiliki fitur opsi jual yang diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas, atau
  2. instrumen yang mensyaratkan kewajiban kepada entitas untuk menyerahkan kepada pihak lain bagian penata aset neto entitas hanya pada saat likuidasi dan diklasifikasikan sebgaia instrumen ekuitas.

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain

Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain menyajikan:

  1. laba rugi
  2. total penghasilan komprehensif lain
  3. penghasilan komprehensif untuk periode berjalan, yaitu total laba rugi dan penghasilan komprehensif lain

Berikut sebagai alokasi dari laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk periode berjalan:

  1. laba rugi untuk periode yang dapat diatribusikan kepada:
  2. kepentingan nonpengendali
  3. pemilik entitas induk
  4. penghasilan komprehensif untuk periode yang dapat diatribusikan kepada:
  5. kepentingan nonpengendali
  6. pemilik entitas induk

Jika entitas menyajikan laba rugi dalam suatu laporan tersendiri, maka entitas menyajikan (a) dalam laporan tersebut.

Informasi yang Disajikan dalam bagian Laba Rugi atau Laporan Laba Rugi

            Sebagai tambahan atau pos-pos yang disyaratkan oleh SAK lain, bagian laba rugi atau laporan laba rugi mencakup pos-pos yang menyajikan jumlah berikut untuk periode:

  1. pendapatan
  2. biaya keuangan
  3. bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan ventura bersama yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas
  4. beban pajak

Entitas menyajikan pos-pos, judul dan subtotal tambahan dalam laporan yang menyajikan laba rugi dan penghasilan konmprehensif lain jika penyajian tersebut relevan untuk pemahaman kinerja keuangan entitas.

Entitas tidak diperkenankan untuk menyajikan pos-pos penghasilan atau terhadap beban sebagai pos luar biasa dalam laporan yang menyajikan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain atau dalam catatan atas laporan keuangan.

Baca sebelumnya Bagian 1

 

Sumber : Standar Akuntansi Keuangan Per Efektif 1 Januari 2015 – Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI)

Leave a Reply