PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 19

ASET TAKBERWUJUD

 

Part 1

Tujuan

            Untuk mengatur perlakuan akuntansi untuk asset takberwujud yang tidak diatur dalam PSAK lain. Pernyataan ini mengatur :

  • Entitas untuk mengakui asset jika entitas memenuhi kriteria tertentu.
  • Cara mengatur jumlah tercatat dari asset takberwujud
  • Pengungkapan yang disyaratkan tentang asset takberwujud.

Ruang Lingkup

            Pernyataan ini diterapkan dalam akuntansi untuk asset takberwujud, kecuali :

  • Asset takberwujud yang diatur oleh Pernyataan lain;
  • Aset keuangan sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 50 : Instrumen Keuangan : Penyajian;
  • Pengakuan dan pengukuran asset eksplorasi dan evaluasi (lihat PSAK 64: Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi pada Pertambangan Sumber Daya Mineral); dan
  • Pengeluaran atas pengembangan dan ekstrasi mineral, minyak, gas alam, dan sumber daya tidak dapat terbaharui lain.

Jika Pernyataan lain telah mengatur jenis asset takberwujud spesifik, maka entitas menerapkan Pernyataan tersebut daripada menerapkan Pernyataan ini. Sebagai contoh, Pernyataan ini tidak ditetapkan pada:

  • Asset takberwujud yang dimiliki untuk dijual oleh entitas dalam kegiatan usaha normal (lihat PSAK 14: Persediaan dan PSAK 34: Kontrak Konstruksi)
  • Aset pajak tangguhan (lihat PSAK 46: Pajak Penghasilan)
  • Sewa dalam ruang lingkup PSAK 30: Sewa
  • Set yang timbul dari imbalan kerja (Lihat PSAK 24: Imbalan Kerja)
  • Aset keuangan sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 50: Instrumen Keuangan Penyajian Pengakuan dan Pengukuran dari beberapa asset keuangan tercakup dalam Penyajian. Pengakuan dan Pengukuran dari beberapa asset keuangan tercakup dalam PSAK 4: Laporan Keuangan Tersendiri, PSAK 15: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama dan PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolodasian;
  • Goodwill yang timbul dari kombinasi bisnis (Lihat PSAK 22: Kombinasi Bisnis)
  • Biaya akuisisi yang ditangguhkan dan asset takberwujud yang timbul dari hak kontraktual asuradur berdasarkan kontrak asuransi yang tercakup dalam PSAK 62: Kontrak Akuransi. PSAK 62 menerapkan persyaratan pengungkapan yang spesifik untuk biaya akuisisi yang ditangguhkan namun tidak untuk asset takberwujud tersebut. Oleh karena itu, pernyataan pengungkapan dalam Peryataanini ditetapkan pada asset takberwujud tersebut.
  • Aset tak berwujud tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual / termasuk dalam kelompok asset lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58: Aset Tidak Lancar yang dimiliki untuk dijual dan Operasi yang dihentikan.

Beberapa jenis asset takberwujud dapat dimuat dalam atau pada sesuatu yang bersifat fisik, seperti compact disk (dalam kasus piranti lunak computer); dokumentasi hukum (dalam kasus lisensi atau paten), atau film. Dalam menentukan apakah sesuatu asset yang dimiliki elemen berwujud dan takberwujud diperlakukan berdasarkan PSAK 16: Aset Tetap atau sebagai asset takberwujud berdasarkan Pernyataan ini, entitas menggunakan pertimbangan untuk menilai elemen mana yang lebih signifikan.

Pernyataan ini diterapkan pada, antara lain, pengeluran iklan, pelatihan, perintisan usaha, penelitian dan pengembangan. Kegiatan penelitian dan pengembangan diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan. Oleh karena itu, walaupun kegiatan ini mungkin menghasilkan produk dengan substansi fisik.

Dalam hal sewa pembiayaan, asset yang menjadi objek sewa dapat berupa asset berwujud atau asset takberwujud. Setelah pengakuan awal, leesse memperlakukan asset takberwujud dari sewa pembiayaan tersebut sesuai dengan pernyataan ini.   Hak yang timbul dari perjanjian lisensi untuk hal seperti film, rekaman video, karya panggung, manuskrip, paten, dan hak cipta tidak termasuk dalam ruang lingkup PSAK 30: Sewa melainkan termasuk dalam ruang lingkup Pernyataan ini.

Suatu transaksi atau aktivitas dapat dikecualikan dari uang lingkup suatu pernyataan jika transaksi atau aktivitas tersebut bersifat sedemikian khususnya sehingga menimbulkan masalah akuntansi yang perlu cara penyelesaian berbeda. Permasalahan semacam itu timbul pada akuntansi untuk pada akuntansi untuk pengeluaran eksplorasi untuk, atau pengembangan dan penambangan (ekstraksi) dari, kandungan minyak, gas dan  mineral dalam industri pertambangan dan dalam kasus kontrak asuransi. Oleh karena itu, pernyataan ini tidak diterapkan pada pengeluaran dari kegiatan kontrak tersebut. Akan tetapi, pernyataan ini diterapkan pada asset takberwujud lain, dan pengeluaran lain yang terjadi, dalam industri pertambangan atau oleh asurandur.

 

Definisi

  • Amortisasi

Alokasi sistematis jumlah tersusutkan asset takberwujud selama umur  manfaatnya.

  • Aset
  • sumber daya yang dikendalikan oleh entitas sebagai akibat peristiwa masa lalu
  • Sumber daya yang manfaat ekonomik masa depan dari asset tersebut diperkiraka mengalir ke entitas.
  • Aset moneter

Kas yang dimiliki dan asset yang akan diterima dalam bentuk kas yang jumlahnya pasti atau dapat ditentukan.

  • Aset Takberwujud

Aset moneter teridentifikasi tanpa wujud fisik

  • Biaya Perolehan

Jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diserahkan untuk memperoleh asset pada saat perolehan atau konstruksi, atau jika dapat diterapkan, jumlah yang diatribusikan ke asset saat pertama kali diakui sesuai dengan persyaratan tertentu dalam PSAK lain, contohnya PSAK 53: Pembayaran Berbasis Saham

  • Jumlah Tersusutkan

Biaya Perolehan asset, atau jumlah lain yang merupakan pengganti biaya perolehan, dikurangi nilai residunya.

  • Jumlah Tercatat Asset

Jumlah asset yang diakui dalam laporan posisi keuangan setelah dikurangi dengan akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai.

  • Nilai Residu dari Asset Takberwujud

Jumlah estimasian yang dapat diperoleh entitas saat ini dari pelepasan asset, setelah dikurangi biaya estimasian pelepasan asset, jika asset telah mencapai umur dan kondisi yang diperkirakan pada akhir umur manfaatnya.

  • Nilai Spesifik Entitas

Nilai kini dari arus kas yang diharapkan entitas akan timbul dari penggunaan asset secara berkelanjutan dan dari pelepasan asset tersebut pada akhir umur manfaatnya atau yang diharapkan terjadi saat penyelesaian liabilias.

  • Nilai Wajar

Harga yang akan diterima untuk menjual suatu asset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur anata pasar pada tanggal pengukuran (Lihat PSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar).

  • Pengembangan

Penerapan temuan penelitian atau pengetahuan lain pada suatu rencana atau rancangan produksi bahan baku, alat, produk, proses, sistem, atau jasa yang baru atau yang mengalami perbaikan substansial, sebelum dimulainya produksi komersial atau pemakaian.

  • Penelitian

Penyeledikan asli dan terencana yang dilaksanakan dengan harapan memperoleh pembaruan pengetahuan dan pemahaman teknis atas ilmu yang baru.

  • Rugi Penurunan Nilai

Suatu jumlah yang merupakan selisih lebih jumlah tercatat suatu asset atas jumlah terpulihkannya.

  • Umur Manfaat :
  • Periode suatu asset yang diperkirakan dapat digunakan oleh entitas
  • Jumlah produksi / unit serupa yang diperkirakan akan diperoleh dari suatu asset oleh entitas.

 

Sumber : Standar Akuntansi Keuangan Per Efektif 1 Januari 2015 – Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI)

Leave a Reply