PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 19

ASET TAKBERWUJUD

 

Part 2

Aset Tak Berwujud

Contoh asset tak berwujud* :

  • Ilmu pengetahuan / teknologi,
  • Desain dan implementasi sistem atau proses baru,
  • Lisensi,
  • Hak kekayaan intelektual,
  • Pengetahuan mengenai pasar dan merek dagang (termasuk merek produk dan judul publisitas).
  • Piranti lunak computer
  • Paten
  • Hak cipta
  • Film
  • Daftar pelanggan
  • Hak pelayanan jaminan
  • Izin penangkapan iklan
  • Kuota impor
  • Waralaba
  • Hubungan dengan pemasok / pelanggan
  • Loyalitas pelanggan
  • Pangsa pasar
  • Hak pemasaran

*Namun tidak seluruh unsur yang dideskripsikan di atas memenuhi definisi asset takberwujud, yaitu :

  • keteridentifikasian,
  • pengendalian atas sumber daya,
  • dan adanya manfaat ekonomik masa depan.

Jika suatu unsur dalam ruang lingkup pernyataan ini tidak memenuhi definisi asset takberwujud, maka pengertian untuk memperoleh atau menciptakan asset tersebut (secara internal) diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Akan tetapi, jika diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis, maka unsur tersebut diperlakukan sebagai bagian dari goodwill pada tanggal akuisisi.

Keteridentifikasian

Suatu asset dikatakan teridentidikasian jika :

  • dapat dipisahkan, yaitu dapat dipisahkan atau dibedakan dari entitas dan dijual, dialihkan, dilisensikan, disewakan, atau ditukarkan, baik secara individual atau bersama dengan kontrak terkait, asset teridentifikasi, atau liabilitas teridentifikasi, terlepas apakah entitas memiliki intensi untuk melakukan hal tersebut; atau
  • timbul dari hak kontraktual atau hak hukum lain, terlepas apakah hak tersebut dapat dialihkan ataupun dipisahkan dari entitas atau dari hak dan kewajiban lain.

Pengendalian

Entitas mengendalikan asset jika entitas memiliki kemampuan untuk memperoleh manfaat ekonomik masa depan yang timbul dari asset dan dapat membatasi akses pihak lain dalam memperoleh manfaat ekonomik tersebut. Kemampuan entitas untuk mengendalikan manfaat ekonomik masa depan dari suatu asset takberwujud biasanya timbul dari hak hukum yang dapat dipisahkan dalam pengadilan. Jika tidak ada hak hukum, maka entitas akan lebih sulit menunjukkan adanya pengendalian. Akan tetapi, pemaksaan hukum dari hak bukan merupakan syarat yang perlu bagi pengendalian karena entitas dapat saja mengendalikan manfaat ekonomik masa depan dengan cara lain.

Manfaat Ekonomik Masa Depan

Manfaat ekonomik masa depan yang timbul dari asset takberwujud dapat mencakup pendapatan dari penjualan barang atau jasa, pengehematan biaya, atau manfaat lain yang berasal dari penggunaan asset oleh entitas. Sebagai contoh, penggunaan hak kekayaan intelektual dalam suatu proses produksi tidak meningkatan pendapatan masa depan, tetapi mengurangi biaya produksi masa depan.

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

Asset tekberwujud diakui jika, dan hanya jika :

  • kemungkinan besar entitas akan memperoleh manfaat ekonomik masa depan dari asset tersebut, dan
  • biaya perolehan asset tersebut dapat diukur secara andal

Dalam menilai kemungkinan adanya manfaat ekonomik masa depan, entitas menggunakan asumsi rasional dan dapat dipertanggungjawabkan yang merepresentasikan estimasi terbaik manajemen atas kondisi ekonomik yang berlaku sepanjang umur manfaat asset tersebut.

Aset takberwujud pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan.

 

Sumber : Standar Akuntansi Keuangan Per Efektif 1 Januari 2015 – Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI)

Leave a Reply