Accounting Standard Resume (PSAK 19) Bagian 3

          Umumnya harga yang dibayarkan oleh entitas untuk perolehan terpisah asset tak berwujud akan mencerminkan probabilitas manfaat ekonomik masa depan asset yang akan diperoleh entitas. Dengan kata lain, entitas memperkirakan adanya arus masuk manfaat ekonomik, bahkan jika ada ketidakpastian tentang waktu dan jumlah arus masuk tersebut.

Sebagai tambahan, biaya asset tak berwujud yang diperoleh secara terpisah biasanya dapat diukur secara andal. Hal itu akan tampak jelas ketika imbalan pembelian dalam bentuk kas atau asset moneter lain.

Biaya perolehan asset tak berwujud terdiri dari:

  1. Harga beli, termasuk bea masuk dan pajak pembelian yang tidak dapat direstitusi, setelah dikurangi diskon dan rabat
  2. Seluruh biaya yang dapat diatribusikan secara langsung dalam mempersiapkan asset untuk digunakan sesuai dengan intensinya

Contoh dari biaya yang dapat diatribusikan secara langsung adalah:

  1. Biaya imbalan kerja yang timbul secara langsung ketika membawa asset dalam kondisi siap digunakan
  2. Fee professional yang muncul secara langsung untuk membawa asset pada kondisi siap digunakan
  3. Biaya untuk menguji apakah asset tersebut dapat berfungsi dengan baik

Contoh dari pengeluaran yang tidak termasuk biaya asset tak berwujud adalah:

  1. Biaya pengenalan produk atau jasa baru
  2. Biaya penyelenggaraan bisnis di lokasi atau pelanggan baru
  3. Biaya administrasi dan biaya overhead umum lain

Pengakuan biaya perolehan dalam jumlah tercatat asset tak berwujud dihentikan pada saat asset tersebut berada pada kondisi yang diperlukan agar asset tersebut siap digunakan dengan cara diintensikan oleh manajemen. Oleh karena itu, biaya yang terjadi dalam menggunakan atau mengembangkan kembali asset tak berwujud tidak termasuk dalam jumlah tercatat asset. Sebagai contoh, biaya berikut ini tidak termasuk dalam jumlah tercatat dari asset tak berwujud:

  1. Biaya yang dikeluarkan saat asset sudah dapat digunakan sesuai dengan cara yang diintensikan manajemen tetapi asset tersebut belum digunakan
  2. Kerugian operasi awal seperti halnya biaya yang timbul ketika permintaan atas output dari asset meningkat

Beberapa kegiatan operasi terjadi berkaitan dengan pengembangan asset tak berwujud namun tidak diperlukan untuk mempersiapkan asset tersebut pada kondisi yang diperlukan untuk dapat beroperasi sebagaimana diintensikan oleh manajemen. Maka, penghasilan dan beban yang dihasilkan kegiatan tersebut segera diakui dalam laba dan rugi dan termasuk dalam klasifikasi penghasilan dan beban yang sesuai.

Jika pembayaran untuk asset tak berwujud ditangguhkan melebihi persyaratan kredit normal, maka biaya perolehannya adalah setara harga beli tunai. Selisih antara nilai tersebut dan total pembayaran diakui sebagai beban bunga selama periode kredit.

 

Sumber: Standar Akuntansi Keuangan Per Efektif 1 Januari 2015 – Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI)

Leave a Reply