PSAK 22

Bagian 2

PP06.     Suatu kombinasi bisnis dirancang dengan berbagai acara tetapi tidak terbatas pada :

  1. Satu atau lebih bisnis menjadi entitas anak dari pihak pengakuisisi
  2. Satu entitas yang bergabung mengalihkan aset netonya
  3. Seluruh entitas yang bergabung mengalihkan aset netonya
  4. Sekelompok pemilik sebelumnya dari salah satu entitas kombinasi memperoleh pengendalian atas entitas kombinasi tersebut.

PP07.     Suatu bisnis terdiri dari input, proses, dan output. Namun output tidak disyaratkan untuk suatu rangkaian diintegrasikan agar dapat disebut sebagai suatu bisnis. Tiga unsur bisnis :

  1. Setiap sumber daya ekonomik yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan output.
  2. Setiap sistem yang jika diterapkan terhadap input,memiliki kemampuan untuk menghasilkan output.
  3. Hasil input yang telah diproses yang memberi imbal hasil dalam bentuk dividen.

PP08.     Supaya mampu dilaksanakan dan dikelola, suatu rangkaian diintegrasikan dari aktivitas dan aset  mensyaratkan dua unsur dasar yaitu input dan proses yang diterapkan kepada input tersebut, yang secara bersama-sama digunakan untuk menghasilkan output.

PP09.     Sifat dari unsur-unsur suatu bisnis bervariasi berdasarkan industri dan struktur operasi entitas. Bisnis yang sudah mapan memiliki berbagai jenis input, proses, dan output yang berbeda-beda, sedangkan bisnis yang baru memiliki input dan proses yang sedikit dan kadang hanya memiliki output tunggal.

PP10.     Serangkaian aktivitas dan aset diintegrasikan dalam tahap pengembangan mungkin tidak mempunyai output. Jika tidak, pihak pengakuisis mempertimbangkan faktor-faktor, tetapi tidak terbatas pada, apakah rangkaian tersebut:

  1. Telah memulai aktivitas utama yang direncanakan
  2. Memiliki karyawan, kekayaan intelektual serta input dan proses lainnya yang dapat diterapkan pada input
  3. Sedang menjalankan rencana untuk memproduksi output
  4. Akan dapat memperoleh akses kepada pelanggan yang akan membeli output.

PP11.     Penentuan apakah serangkaian aset dan aktivitas disebut sebagai suatu bisnis berdasarkan apakah rangkaian diintegrasikan itu dapat dilakukan dan dikelola sebagai suatu bisnis oleh pelaku pasar. Dalam mengevaluasi apakah rangkaian tertentu merupakan suatu bisnis, bukan merupakan suatu hal yang relevan apakah pihak penjual yang mengoperasikan rangkaian tersebut sebagai suatu bisnis.

PP12. Rangakaian aset dan aktivitas tertentu yang mempunyai goodwill dianggap sebagai suatu bisnis. Akan tetapi, suatu bisnis tidak harus mempunyai goodwill.

 

Sumber: Standar Akuntansi Keuangan Per Efektif 1 Januari 2015 – Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI)

#VIVAHMJA
#HMJA2018
#BergerakBersama
#BidangPenalarandanKeilmuan

Leave a Reply