PERNYATAAN

STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 22

 

KOMBINASI BISNIS

Pernyataan kombinasi bisnis bertujuan untuk meningkatkan relevansi, keandalan, dan daya banding dari informasi yang disampaikan entitas pelapor dalam laporan keuangannya mengenal kombinasi bisnis dan dampaknya. Terdapat ruang lingkup didalamnya yang diterapkan untuk transaksi atau peristiwa lain yang memenuhi definisi kombinasi bisnis.

Terdapat tujuh macam metode yang diterapkan dalam kombinasi bisnis untuk menerapkan enitas yang mencatat setiap kombinasi bisnis, seperti :

  1. Identifikasi pihak pengakuisisi
  2. Penentuan tanggal akuisisi
  3. Prinsip pengakuan
  4. Pengakuan dan pengukuran goodwill atau keuntungan dari pembelian dengan diskon
  5. Pedoman tambahan untuk menerapkan metode akuisisi untuk jenis kombinasi bisnis tertentu
  6. Periode pengukuran
  7. Penentuan bagian dari transaksi kombinasi bisnis

Umumnya, pihak pengakuisisi selanjutnya mengukur dan mencatat aset yang diperoleh, lialibilitas yang diambil alih atau terjadi dan instrumen ekuitas yang diterbitkan dalam kombinasi bisnis yang sesuai dengan SAK. Hal ini menjadi pedoman akuntansi dan pengukuran yang dilakukan serta instrumen ekuitas yang diterbitkan dalam kombinasi bisnis seperti hak yang diperoleh kembali, lialibilitas kontinjensi yang diakui pada tanggal akuisisi, aset indemnifikasi, dan imbalan kontinjensi. Di dalam kombinasi bisnis terdapat pengungkapan oleh pihak pengakuisisi yang menyatakan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan dapat mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari kombinasi bisnis yang terjadi selama periode pelaporan berjalan dan setelah akhir periode pelaporan tetapi sebelum tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit. Pihak pengakuisisi juga menyatakan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan dapat mengevaluasi dampak keuangan dari penyesuaian yang diakui pada periode pelaporan berjalan yang berhubungan dengan kombinasi bisnis yang terjadi pada periode tersebut atau periode pelaporan sebelumnya. Tanggal efektif dan ketentuan transisi diterapkan secara prospektif untuk kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya pada atau setelah awal periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 januari 2011.

Kombinasi bisnis yang melibatkan entitas atau bisnis sepengendali adalah kombinasi bisnis yang seluruh entitas atau binis yang bergabung pada akhirnya dikendalikan oleh pihak yang sama. Sekelompok individu dianggap sebagai pengendali suatu entitas jika sebagai hasil dari suatu kesepakatan kontraktual dan suatu entitas mungkin dapat dikendalikan oleh individu yang bertindak bersama berdasarkan kesepakatan kontraktual. Identifikasi kombinasi mendefinisikan kombinasi bisnis sebagai suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas pihak diakuisisi dengan beberapa cara seperti :

  1. Dengan mengalihkan kas, setara kas atau aset lain
  2. Dengan menimbulkan lialibilitas
  3. Dengan memberikan lebih dari satu jenis imbalan
  4. Tanpa mengalihkan imbalan, termasuk yang hanya berdasarkan kontrak

 

Sumber: Standar Akuntansi Keuangan Per Efektif 1 Januari 2015 – Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI)

#VIVAHMJA
#HMJA2018
#BergerakBersama
#BidangPenalarandanKeilmuan

Leave a Reply