Akuntansi untuk Kewajiban Konstruktif 

Entitas mencatat tidak hanya kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan pasti, tetapi juga kewajiban konstruktif yang timbul dari praktik informal entitas. Praktik informal akan menimbulkan kewajiban konstruktif jika entitas tidak memiliki pilihan realistis lain kecuali membayar imbalan kerja. 

Persyaratan formal dari program imbalan pasti dapat mengizinkan entitas untuk mengakhiri kewajibannya atas program. Namun demikian, akan sangat sulit bagi entitas untuk mengakhiri kewajibannya dalam suatu program (tanpa adanya pembayaran) jika ingin mempertahankan pekerjanya. Oleh karena itu, kecuali ada bukti lain, akuntansi imbalan pascakerja mengasumsikan bahwa entitas yang saat ini menjanjikan imbalan tersebut akan terus menjanjikannya sepanjang sisa masa kerja pekerja.

Laporan Posisi Keuangan 

Entitas mengakui liabilitas (aset) imbalan pasti neto dalam laporan posisi keuangan. Ketika entitas memiliki surplus dalam program imbalan pasti, maka entitas mengukur aset imbalan pasti neto pada jumlah yang lebih rendah antara: 

(a) surplus program imbalan pasti; dan 

(b) batas atas aset, yang ditentukan dengan menggunakan tingkat diskonto.

Aset imbalan pasti neto dapat timbul ketika program imbalan pasti telah kelebihan didanai atau ketika keuntungan aktuarial telah muncul. Entitas mengakui aset imbalan pasti neto dalam kasus tersebut karena: 

(a) entitas mengendalikan sumber daya, yang merupakan kemampuan menggunakan surplus untuk menghasilkan manfaat di masa depan; 

(b) pengendalian tersebut merupakan akibat dari peristiwa masa lalu (iuran yang dibayarkan oleh entitas dan jasa yang diberikan oleh pekerja); dan 

(c) manfaat ekonomik masa depan tersedia untuk entitas dalam bentuk pengurangan iuran di masa depan atau pengembalian kas, baik secara langsung kepada entitas atau tidak langsung kepada program lain yang defisit. Batas atas aset adalah nilai kini dari manfaat masa depan tersebut.

Pengakuan dan Pengukuran: Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti dan Biaya Jasa Kini 

Total biaya program imbalan pasti dapat dipengaruhi oleh banyak variabel, seperti gaji terakhir, perputaran pekerja dan mortalitas, iuran pekerja, dan tren biaya kesehatan. Total biaya program tidak dapat dipastikan dan ketidakpastian ini kemungkinan besar akan berlanjut untuk jangka waktu yang panjang. Untuk mengukur nilai kini kewajiban imbalan pasti pascakerja dan biaya jasa kini yang terkait, entitas perlu: 

(a) untuk menerapkan metode penilaian actuarial;

(b) untuk mengatribusikan imbalan pada periode jasa; dan

(c) untuk membuat asumsi actuarial.

Metode Penilaian Aktuarial 

Entitas menggunakan metode Projected Unit Credit untuk menentukan nilai kini kewajiban imbalan pasti, biaya jasa kini terkait, dan biaya jasa lalu (jika dapat diterapkan). Metode Projected Unit Credit (sering kali disebut sebagai metode imbalan yang diakrusecara prorata sesuai jasa atau sebagai metode imbalan atau tahun jasa) menganggap setiap periode jasa akan menghasilkan satu unit tambahan hak atas imbalan dan mengukur setiap unit secara terpisah untuk membentuk kewajiban akhir. Entitas mendiskontokan seluruh kewajiban imbalan pascakerja, bahkan jika sebagian kewajiban diharapkan akan diselesaikan sebelum dua belas bulan setelah periode pelaporan. 

Pengatribusian Imbalan pada Periode Jasa

Dalam menentukan nilai kini kewajiban imbalan pasti dan biaya jasa kini terkait dan biaya jasa lalu jika dapat diterapkan, entitas mengatribusikan imbalan pada periode jasa berdasarkan formula imbalan yang dimiliki program. Akan tetapi, jika jasa pekerja di tahun-tahun akhir meningkat secara material dibandingkan dengan tahun-tahun awal, maka entitas mengatribusikan garis lurus, sejak: 

(a) saat jasa pekerja pertama kali menghasilkan imbalan dalam program (apakah imbalan tersebut bergantung pada jasa selanjutnya atau tidak) sampai dengan 

(b) saat jasa pekerja selanjutnya tidak menghasilkan imbalan yang material dalam program, selain dari kenaikan gaji berikutnya. 

Metode Projected Unit Credit mensyaratkan entitas untuk mengatribusikan imbalan pada periode berjalan (untuk menentukan biaya jasa kini) dan periode berjalan dan periode sebelumnya (untuk menentukan nilai kini kewajiban imbalan pasti). Entitas mengatribusikan imbalan pada periode dimana kewajiban untuk memberikan imbalan pascakerja timbul. Kewajiban tersebut timbul ketika pekerja memberikan jasa yang akan dibalas dengan imbalan pascakerja yang akan dibayar oleh entitas pada periode pelaporan masa depan. Teknik aktuarial memungkinkan entitas untuk mengukur kewajiban tersebut dengan tingkat keandalan yang memadai sehingga liabilitas dapat diakui.

#VIVAHMJA

#HMJA2019

#LENTERADEDIKASIH

#BIDANGPENALARANDANKEILMUAN

 

Leave a Reply