Asumsi Aktuarial

Asumsi aktuarial tidak boleh bias dan harus selaras satu dengan yang lain. Asumsi aktuarial adalah estimasi terbaik entitas mengenai variabel yang akan menentukan total biaya penyediaan imbalan pascakerja. Asumsi aktuarial terdiri dari:
a) asumsi demografik mengenai karakteristik masa depan dari pekerja kini dan mantan pekerja (dan tanggungan mereka) yang berhak atas imbalan.
b) asumsi keuangan.

Asumsi aktuarial tidak bias jika asumsi tersebut tidak terlalu agresif namun juga tidak terlalu konservatif. Asumsi aktuarial selaras satu dengan yang lain jika menggambarkan hubungan ekonomik antar berbagai faktor seperti tingkat inflasi, tingkat kenaikan gaji, tingkat imbal hasil aset program, dan tingkat diskonto. Asumsi keuangan didasarkan pada tingkat harapan pasar, pada akhir periode pelaporan, selama periode di mana kewajiban akan diselesaikan.

Asumsi Aktuarial : Mortalitas

Entitas menentukan asumsi mortalitas dengan mengacu pada estimasi terbaik dari mortalitas peserta program baik selama dan setelah kontrak kerja.

Asumsi Aktuarial : Tingkat Diskonto

Tingkat yang digunakan untuk mendiskontokan kewajiban imbalan pascakerja (baik yang didanai maupun tidak) ditentukan dengan mengacu pada imbal hasil pasar atas bunga obligasi korporasi berkualitas tinggi pada akhir periode pelaporan. Di negara dimana tidak terdapat pasar yang aktif dan stabil bagi obligasi tersebut, maka digunakan imbal hasil pasar (pada akhir periode pelaporan) atas bunga obligasi pemerintah. Mata uang dan jangka waktu dari obligasi korporasi maupun obligasi pemerintah konsisten dengan mata uang dan estimasi jangka waktu kewajiban imbalan pascakerja. Satu asumsi aktuarial yang memiliki dampak signifikan adalah tingkat diskonto. Tingkat diskonto mencerminkan nilai waktu uang tetapi tidak mencerminkan risiko aktuarial maupun risiko investasi. Selain itu, tingkat diskonto tidak mencerminkan risiko kredit yang spesifik bagi entitas yang ditanggung oleh kreditor entitas, ataupun risiko bahwa pengalaman masa depan dapat berbeda dengan asumsi aktuarial.

Asumsi Aktuarial : Gaji, Imbalan, dan Biaya Kesehatan

Entitas mengukur kewajiban imbalan pasti menggunakan dasar yang mencerminkan:
(a) imbalan yang ditentukan dalam persyaratan program (atau yang timbul dari kewajiban konstruktif yang jumlahnya melebihi ketentuan dalam program tersebut) pada akhir periode pelaporan;
(b) estimasi kenaikan gaji masa depan yang diestimasi yang mempengaruhi imbalan terutang;
(c) dampak setiap pembatasan dari bagian pemberi kerja atas biaya imbalan masa depan;
(d) iuran dari pekerja atau pihak ketiga yang mengurangi biaya akhir entitas untuk imbalan tersebut; dan
(e) estimasi perubahan tingkat imbalan di masa depan yang diestimasi yang mempengaruhi imbalan yang akan dibayarkan dari program imbalan pasti, jika dan hanya jika:
(i) perubahan itu diberlakukan sebelum akhir periode pelaporan; atau
(ii) data historis, atau bukti lain yang andal, mengindikasikan bahwa tingkat imbalan yang ditentukan akan berubah dan dapat diprediksi.

Asumsi aktuarial mencerminkan perubahan imbalan masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan formal program (atau kewajiban konstruktif yang menimbulkan kewajiban yang melebihi persyaratan tersebut) pada akhir periode pelaporan. Asumsi aktuarial tidak mencerminkan perubahan imbalan masa depan yang tidak ditetapkan dalam persyaratan formal program (atau kewajiban konstruktif) pada akhir periode pelaporan. Estimasi kenaikan gaji masa depan memperhitungkan inflasi, senioritas, promosi, dan faktor relevan lain seperti penawaran dan permintaan dalam pasar tenaga kerja. Beberapa program imbalan pasti membatasi iuran yang harus dibayar oleh entitas. Biaya akhir imbalan memperhitungkan dampak dari batasan atas iuran. Beberapa program imbalan pasti mensyaratkan pekerja atau pihak ketiga untuk membayarkan iuran atas biaya program. Iuran dari pekerja mengurangi biaya atas imbalan yang dibayarkan entitas. Entitas mempertimbangkan apakah iuran pihak ketiga mengurangi biaya atas imbalan bagi entitas, atau merupakan hak penggantian. Iuran dari pekerja atau pihak ketiga yang ditetapkan dalam persyaratan formal program mengurangi baik biaya jasa (jika terkait dengan jasa), atau mengurangi pengukuran kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto. Perubahan iuran pekerja atau iuran pihak ketiga sehubungan dengan jasa mengakibatkan:
(a) biaya jasa kini dan biaya jasa lalu (jika perubahan iuran pekerja tidak diatur dalam persyaratan formal program dan tidak timbul dari kewajiban konstruktif); atau
(b) keuntungan dan kerugian aktuarial (jika perubahan iuran pekerja diatur dalam persyaratan formal program atau timbul dari kewajiban konstruktif).

Beberapa imbalan pascakerja dikaitkan dengan variabel seperti level imbalan purnakarya atau pelayanan kesehatan yang ditentukan pemerintah. Asumsi mengenai biaya kesehatan memperhitungkan estimasi perubahan biaya jasa kesehatan masa depan, baik yang diakibatkan oleh inflasi maupun karena adanya perubahan tertentu dalam biaya kesehatan. Pengukuran imbalan kesehatan pascakerja mensyaratkan asumsi mengenai level dan frekuensi klaim masa depan dan biaya untuk memenuhi klaim tersebut. Entitas mengestimasi biaya kesehatan masa depan berdasarkan data historis entitas mengenai pengalaman entitas sendiri, di lengkapi jika diperlukan dengan data historis dari entitas lain, entitas asuransi, penyedia layanan kesehatan, atau sumber lain. Level dan frekuensi klaim sangat sensitif terhadap usia, status kesehatan, dan jenis kelamin pekerja (dan tanggungan mereka) dan dapat juga sensitif terhadap faktor lain seperti lokasi geografis.

Biaya Jasa Lalu serta Keuntungan dan Kerugian atas Penyelesaian

Sebelum menentukan biaya jasa lalu, atau keuntungan dan kerugian atas penyelesaian, entitas mengukur kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto menggunakan nilai wajar kini dari aset program dan asumsi aktuarial kini (termasuk suku bunga pasar dan harga pasar kini yang lain) yang mencerminkan imbalan yang ditawarkan dalam program sebelum amandemen, kurtailmen, atau penyelesaian program. Entitas tidak perlu membedakan antara biaya jasa lalu yang dihasilkan dari amandemen program, biaya jasa lalu yang dihasilkan dari kurtailmen, dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian jika transaksi tersebut terjadi bersamaan. Penyelesaian terjadi bersamaan dengan amandemen dan kurtailmen program jika program dihentikan yang mengakibatkan kewajiban tersebut diselesaikan dan program tersebut menjadi berakhir.

Biaya Jasa Lalu

Biaya jasa lalu adalah perubahan nilai kini kewajiban imbalan pasti sebagai akibat dari amandemen atau kurtailmen program. Entitas mengakui biaya jasa lalu sebagai beban pada tanggal yang lebih awal antara:
(a) ketika amandemen atau kurtailmen program terjadi; dan
(b) ketika entitas mengakui biaya restrukturisasi terkait.

Amandemen program terjadi ketika entitas memulai, atau membatalkan, program imbalan pasti atau mengubah imbalan terutang dalam suatu program imbalan pasti yang ada saat ini. Kurtailmen terjadi ketika entitas mengurangi secara signifikan jumlah pekerja yang ditanggung oleh program. Kurtailmen dapat terjadi karena suatu peristiwa yang berdiri sendiri, seperti penutupan pabrik, penghentian operasi, atau terminasi atau penghentian program. Biaya jasa lalu dapat bernilai positif (ketika imbalan dimulai atau diubah sehingga nilai kini kewajiban imbalan pasti meningkat) atau negatif (ketika imbalan yang ada ditarik atau diubah sehingga nilai kini kewajiban imbalan pasti menurun). Jika entitas mengurangi imbalan terutang tertentu pada program imbalan pasti dan, pada saat yang sama, meningkatkan imbalan terutang lain pada program untuk pekerja yang sama, maka entitas memperlakukan perubahan tersebut sebagai suatu perubahan neto.

Keuntungan dan Kerugian atas Penyelesaian

Keuntungan atau kerugian atas penyelesaian adalah perbedaan antara:
(a) nilai kini kewajiban imbalan pasti yang sedang diselesaikan, sebagaimana ditentukan pada tanggal penyelesaian; dan
(b) harga penyelesaian, termasuk setiap aset program yang dialihkan dan setiap pembayaran yang dilakukan secara langsung oleh entitas sehubungan dengan penyelesaian tersebut.

Entitas mengakui keuntungan atau kerugian atas penyelesaian program imbalan pasti pada saat penyelesaian terjadi. Penyelesaian program terjadi ketika entitas melakukan transaksi yang menghapuskan seluruh kewajiban hukum atau kewajiban konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program imbalan pasti (selain pembayaran imbalan kepada, atau atas nama, pekerja sesuai dengan persyaratan program dan termasuk dalam asumsi aktuarial). Dalam beberapa kasus, entitas memperoleh polis asuransi untuk mendanai sebagian atau seluruh imbalan pascakerja yang terkait dengan masa kerja periode berjalan dan periode sebelumnya.

Pengakuan dan Pengukuran: Aset Program

Nilai Wajar Aset Program

Nilai wajar aset program dikurangkan dari nilai kini kewajiban imbalan pasti untuk menentukan jumlah defisit atau surplus. Aset program tidak mencakup iuran yang masih harus dibayar oleh entitas pelapor kepada dana, dan instrumen keuangan yang diterbitkan oleh entitas yang tidak dapat dialihkan yang dikuasai oleh dana. Jika aset program mencakup polis asuransi yang memenuhi syarat yang sesuai jumlah dan jadwalnya dengan beberapa atau seluruh imbalan terutang berdasarkan program tersebut, maka nilai wajar polis asuransi tersebut diukur dalam jumlah yang sama dengan kewajiban yang terkait (bergantung pada pengurang yang disyaratkan jika jumlah yang dapat diterima dari polis asuransi tidak terpulihkan secara penuh).

Penggantian

Jika, dan hanya jika, terdapat kepastian bahwa pihak lain akan mengganti sebagian atau seluruh pengeluaran yang disyaratkan untuk menyelesaikan kewajiban imbalan pasti, maka entitas:
(a) mengakui haknya atas penggantian tersebut sebagai aset yang terpisah. Entitas mengukur aset tersebut pada nilai wajar.
(b) memisahkan dan mengakui perubahan nilai wajar atas haknya untuk penggantian dengan cara yang sama seperti untuk perubahan nilai wajar aset program. Komponen biaya imbalan pasti diakui, dapat diakui secara neto dengan jumlah yang berkaitan dengan perubahan dalam nilai tercatat atas hak penggantian.

Terkadang entitas dapat membuat perjanjian dengan pihak lain, seperti asuradur, untuk membayarkan sebagian atau seluruh pengeluaran yang dibutuhkan untuk memenuhi kewajiban imbalan pasti. Ketika polis asuransi yang dimiliki entitas bukan merupakan polis asuransi yang memenuhi syarat, maka polis asuransi tersebut bukan aset program. Jika hak penggantian timbul akibat polis asuransi yang jumlah dan waktunya sesuai dengan sebagian atau seluruh imbalan terutang dari program imbalan pasti, maka nilai wajar hak penggantian dianggap sebagai nilai kini kewajiban terkait (bergantung pada pengurangan yang disyaratkan jika penggantian tidak terpulihkan secara penuh).

Komponen Biaya Imbalan Pasti

Entitas mengakui komponen biaya imbalan pasti, kecuali SAK mensyaratkan atau mengizinkan komponen tersebut sebagai biaya perolehan aset, sebagai berikut:
(a) biaya jasa dalam laba rugi;
(b) bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto dalam laba rugi; dan
(c) pengukuran kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto dalam penghasilan komprehensif lain.

Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya. Akan tetapi, entitas dapat mengalihkan jumlah yang diakui sebagai penghasilan komprehensif lain tersebut pada pos lain dalam ekuitas.

Bunga Neto atas Liabilitas (Aset) Imbalan Pasti Neto

Bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto ditentukan dengan mengalikan liabilitas (aset) imbalan pasti neto dengan tingkat diskonto, keduanya ditentukan pada awal periode pelaporan tahunan, memperhitungkan setiap perubahan dalam liabilitas (aset) imbalan pasti neto selama periode sebagai akibat dari iuran dan pembayaran imbalan. Bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto dapat dipandang sebagai komponen pendapatan bunga dari aset program, biaya bunga atas kewajiban imbalan pasti, dan bunga atas dampak batas atas dari aset. Pendapatan bunga atas aset program adalah komponen dari imbal hasil atas aset program, dan ditentukan dengan mengalikan nilai wajar aset program dengan tingkat diskonto, keduanya ditentukan pada awal periode pelaporan tahunan, dengan memperhitungkan setiap perubahan aset program yang terjadi selama periode sebagai akibat dari iuran dan pembayaran imbalan. Bunga atas dampak batas atas aset merupakan bagian dari keseluruhan perubahan atas dampak batas atas aset, dan ditentukan dengan mengalikan dampak batas atas aset dengan tingkat diskonto, keduanya ditentukan pada awal periode pelaporan tahunan. Perbedaan antara jumlah tersebut dan keseluruhan perubahan dalam dampak batas atas aset dimasukkan dalam pengukuran kembali dari liabilitas (aset) imbalan pasti neto.

Pengukuran Kembali atas Liabilitas (Aset) Imbalan Pasti Neto

Pengukuran kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto terdiri atas:
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial;
(b) imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto; dan
(c) setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto.

Keuntungan dan kerugian aktuarial dapat timbul dari kenaikan atau penurunan nilai kini kewajiban imbalan pasti karena perubahan asumsi aktuarial dan penyesuaian atas pengalaman.
Keuntungan dan kerugian aktuarial tidak mencakup perubahan nilai kini kewajiban imbalan pasti karena pemberlakuan awal, amandemen, kurtailmen, atau penyelesaian program imbalan pasti, atau perubahan imbalan terutang berdasarkan program imbalan pasti. Perubahan tersebut mengakibatkan biaya jasa lalu atau keuntungan atau kerugian atas penyelesaian. Dalam menentukan imbal hasil aset hasil atas aset program, entitas mengurangi biaya terkait dengan biaya pengelolaan aset program dan pajak apapun yang terutang oleh program itu sendiri, selain pajak yang termasuk dalam asumsi aktuarial yang digunakan untuk mengukur kewajiban imbalan pasti. Biaya administrasi lain tidak dikurangkan dari imbal hasil atas aset program.

Penyajian

Saling Hapus

Entitas melakukan saling hapus antara aset terkait dengan satu program dengan liabilitas terkait dengan program lain jika, dan hanya jika, entitas:
(a) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk menggunakan surplus pada satu program untuk menyelesaikan kewajiban program lain; dan
(b) memiliki intensi untuk menyelesaikan kewajiban dengan dasar neto, atau merealisasi surplus dalam satu program dan menyelesaikan kewajiban program lain secara simultan.

Perbedaan Lancar dan Tidak Lancar

Sejumlah entitas membedakan aset lancar dari aset tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dari liabilitas jangka panjang. Pernyataan ini tidak menentukan apakah entitas membedakan aset lancar dan tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan jangka panjang yang timbul dari imbalan pascakerja.

Komponen Biaya Imbalan Pasti

Entitas disyaratkan untuk mengakui biaya jasa dan bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto dalam laba rugi. Pernyataan ini tidak menentukan bagaimana entitas menyajikan biaya jasa dan bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto. Entitas menyajikan komponen tersebut sesuai dengan PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan.

Pengungkapan

Entitas mengungkapkan informasi yang:
(a) menjelaskan karakteristik program imbalan pasti dan risiko yang terkait;
(b) mengidentifikasi dan menjelaskan jumlah yang timbul dari program imbalan pasti dalam laporan keuangan; dan
(c) menjelaskan bagaimana program imbalan pasti berdampak terhadap jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas entitas di masa depan.

Jika pengungkapan yang diberikan sesuai dengan persyaratan dalam Pernyataan ini dan juga SAK tidak mencukupi untuk memenuhi tujuan, entitas mengungkapkan informasi tambahan yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan tersebut. Entitas menilai apakah seluruh atau beberapa pengungkapan dipisahkan untuk membedakan program atau kelompok program dengan risiko material yang berbeda.

#VIVAHMJA

#HMJA2019

#LENTERADEDIKASI

#BIDANGPENALARANDANKEILMUAN

Leave a Reply