PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 7

PENGUNGKAPAN PIHAK-PIHAK BERELASI

 

Bagian 2 – (Lanjutan)

 

Contoh transaksi yang diungkapkan jika dilakukan dengan pihak berelasi :

  1. Pembelian atau penjualan barang (barang jadi atau setengah jadi)
  2. Pembelian atau penjualan properti dan aset lain
  3. Penyediaan atau penerimaan jasa
  4. Sewa
  5. Pengalihan riset dan pengembangan
  6. Pengalihan di bawah perjanjian lisensi
  7. Pengalihan di bawah perjanjian pembiayaan (termasuk pinjaman dan kontribusi ekuitas dalam bentuk tunai atau natura)
  8. Provisi atas jaminan atau agunan
  9. Komitmen untuk berbuat sesuatu jika peristiwa khusus terjadi atau tidak terjadi di masa depan, termasuk kontrak eksekutori (diakui atau tidak diakui)
  10. Penyelesaian liabilitas atas nama entitas atau pihak berelasi

Pos yang memiliki sifat yang serupa dapat diungkapkan secara gabungan kecuali ketika pengungkapan terpisah diperlukan untuk memahami dampak transaksi pihak-pihak berelasi terhadap laporan keuangan entitas

Contoh Ilustratif : (lihat bagan 1.1 dibawah)

Untuk laporan keuangan Entitas A, pengecualian pada paragraph ini diterapkan untuk :

  1. Transaksi dengan Pemerintah P
  2. Transaksi dengan Entitas 1, dan 2 dan Entitas B, C, dan D

Namun, pengecualian tersebut tidak berlaku untuk transaksi dengan X.

 

Entitas yang Berelasi dengan Pemerintah

Entitas pelapor dikecualikan dari persyaratan pengungkapan transaksi dengan pihak-pihak berelasi dan saldo, termasuk dengan :

  1. Pemerintah yang memiliki pengendalian, atau pengendalian bersama, atau pengaruh signifikan, atas entitas pelapor
  2. Entitas lain yang merupakan pihak berelasi karena dikendalikan atau dikendalikan bersama, atau dipengaruhi secara signifikan oleh pemerintah yang sama atas entitas pelapor dan entitas lain tersebut.

Contoh Ilustratif :

Pemerintah P baik secara langsung maupun tidak langsung mengendalikan entitas 1 dan 2 dan Entitas A, B, C, dan D. Si X adalah personil manajemen kunci Entitas 1.

 

Jika entitas pelapor menerapkan pengecualian di atas, maka entitas mengungkapkan mengenai transaksi dan saldo terkait yang dirujuk di paragraf di atas, yaitu :

  1. Nama departemen atau instansi pemerintah dan sifat hubungannya dengan entitas pelapor )yaitu pengendalian, pengendalian bersama, atau pengaruh signifikan)
  2. Informasi berikut dengan rincian yang cukup memungkinkan pengguna laporan keuangan memahami dampak transaksi dengan pihak-pihak berelasi terhadap laporan keuangan :
  • Sifat dan jumlah setiap transaksi yang secara individual signifikan
  • Untuk transaksi lainnya yang secara kolektif, tetapi tidak secara individu, signifikan, indikasi secara kualitatid atau kuantitatif atas luasnya transaksi tersebut.

Dalam menggunakan pertimbangan untuk menentukan seberapa rinci pengungkapan yang disyaratkan sesuai dengan poin b diatas, entitas pelapor mempertimbangkan kedekatan hubungan pihak-pihak berelasi dan faktor lain yang relevan dalam menentukan tingkat signifikansi suatu transaksi, seperti :

  1. Ukuran signifikan
  2. Dilakukan di luar ketentuan pasar
  3. Di luar operasi bisnis sehari-hari yang normal, seperti sebagai pembelian dan penjualan suatu bisnis usaha
  4. Diungkapkan kepada regulator atau otoritas regulator
  5. Dilaporkan kepada manajemen senior
  6. Bergantung pada persetujuan pemegang saham

Tanggal Efektif

Entitas menerapkan pernyataan ini untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011. Penerapan dini diperkenankan. Jika entitas menerapkan Pernyataan ini secara deni, maka fakta tersebut diungkapkan.

 

Penarikan

Pernyataan ini mengggantikan PSAK 7 (1994); Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

 

Sumber : Standar Akuntansi Keuangan Per Efektif 1 Januari 2015 – Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI)

Leave a Reply