Akuntansi Derivatif

Derivatif adalah istilah yang mengacu pada beraneka ragaminstrumen keuangan. Satu karakteristik atau ciri umuminstrumen derivatif adalah nilai kontrak derivatif dari sudutpandang investor terkait langsung dengan harga, suku bunga, atau variabel lain apapun yang mendasari kontrak derivatif itu.contoh instrumen derivatif adalah kontrak opsi (option contract), kontrak serah (forward contract), kontrak berjangka (futures contract), dan swap.

Pencatatan dan perlakuan akuntansi derivatif tergantungpada apa yang menjadi maksud perusahaan terlibat dalamkontrak derivatif, apakah untuk tujuan spekulasi (berjudi) ataumelakukan lindung nilai (hedging).   

Prinsip dasar akuntansi untuk derivatif

           Dalam SFAS No. 133, FASB menyimpulkan bahwaderivatif seperti forward dan opsi merupakan aktiva sertakewajiban, dan harus dilaporkan dalam neraca pada nilai wajar.

           Pada laporan laba-rugi, setiap keuntungan atau kerugianyang belum direalisasi harus diakui dalam laba, jika derivatifdigunakan untuk tujuan spekulasi. Jika derivatif tersebutdigunakan untuk tujuan hedging, maka akuntansi untuk setiapkeuntungan atau kerugian akan tergantung pada jenis hedge yang digunakan.

           Secara ringkas, pedoman berikut digunakan dalamakuntansi untuk derivatif.

1. Derivatif harus diakui dalam laporan keuangan sebagaiaktiva dan kewajiban.
2. Derivatif harus dilaporkan pada nilai wajar.
3. Keuntungan dan kerugian yang dihasilkan dari spekulasidalam Derivatif harus segera diakui dalam laba.
4. Keuntungan dan kerugian yang dihasilkan dari hedging dilaporkan dengan cara yang berbeda, tergantung pada jenishedging.

Akuntansi derivatif dengan metode nilai wajar

Perusahaan yang terlibat dalam kontrak derivatif dengan tujuanspekulasi harus melaporkan instrumen derivatif itu sebagai asetkeuangan atau liabilitas keuangan dengan nilai wajar. Tidakseperti saham atau obligasi, derivatif tidak boleh dilaporkandengan metode biaya.

Dengan metode nilai wajar, perhitungan laba-rugi akanmencakup keuntungan atau kerugian tidak direalisasi untukmencerminkan kinerja kontrak derivatif selama periodepelaporan.

Prosedur akuntansi derivatif dengan metode nilai wajarmencakup langkah-langkah sebagai berikut:

Instrumen derivatif diakui sebagai aset keuangan atauliabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan.
Jumlah rupiah yang digunakan untuk mengukur asetkeuangan atau liabilitas keuangan itu adalah nilai wajar.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilaiwajar instrumen derivatif diperhitungkan dalam laba-rugidalam periode terjadinya, tanpa menunggu berakhirnyakontrak derivatif.

Selain untuk tujuan spekulasi, derivatif juga bisa menjadiinstrumen lindung nilai (lindung risiko). Akuntansi derivatifuntuk tujuan lindung nilai (hedging).

Akuntansi derivatif untuk kontrak serah

Kontrak serah (forward contract) adalah kontrak antara duapihak yang dengan kontrak itu satu pihak sepakat untukmembeli dan pihak lain sepakat untuk menjual aset dalamjumlah tertentu (jumlah nosional) dengan harga yang ditetapkan(harga serah atau forward price atau forward rate) untukdiserahterimakan pada tanggal tertentu di masa depan (tanggalserah atau forward date). Kontrak serah bagi satu pihak adalahkontrak serah beli (forward purchase contract) dan bagi pihaklain adalah kontrak serah jual (forward sales contract).

Warsidi, C. (2019, Oktober 19). Contoh jurnal akuntansi derivatif | kontrak serah (forward contracts) . Diambil kembali dari WSD: https://www.warsidi.com/2018/07/akuntansi-kontrak-serah-forward-contracts.html

Warsidi, C. (2019, Oktober 19). Contoh jurnal akuntansi derivatif | metode nilai wajar. Diambil kembali dari WSD: https://www.warsidi.com/2018/07/contoh-jurnal-akuntansi-derivatif-metode-nilai-wajar.html

Leave a Reply