FENOMENA PILKADA DKI JAKARTA 2017

Pilkada serentak telah dilaksanakan kembali pada tahun 2017, suhu politik di negeri ini kembali memanas. Isu-isu politik kembali bertebaran baik di media sosial maupun media massa.  Walau hajatan pilkada serentak ini terjadi di beberapa daerah namun pilgub jakarta menjadi yang paling ramai dan panas.  Pilkada rasa pilpres begitu istilahnya.

Keadaan Pemilihan Kepala Daerah Jakarta yang saat ini menghangatkan politik dalam negeri kita. Saat ini pemilihan umum menjadi panggung besar bagi para elit politik dalam mendapatkan kekuasaan dan membuktikan kepada rakyat tentang kesejahteraan rakyat yang akan terjamin. Perbedaan kepemimpinan dari setiap periode pasti membawa dampak bagi masyarakat, terutama masyarakat Ibukota Jakarta. Pemilihan Gubernur DKI Jakarta memanas dikarenakan banyaknya isu politik yang meliputi setiap elit politik.

Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 menjadi suatu pembahasan penting disetiap kalangan masyarakat yang ada. Kalangan muda seperti mahasiswa, anak sekolah, dunia pergaulan tidak akan lepas dari pembicaran mengenai hal ini. Begitu juga pada kalangan orang tua, berita ini menjadi bahasan wajib bagi setiap orang tua di kantor, dirumah , di lingkungan sekitar, dan lain-lain. Tahun ini para pasangan calon ada 3 pasang. Pasangan Calon nomor urut 1 adalah ” Agus Harimurti Yudhoyono dengan Sylvia Murni”, nomor urut 2 adalah ” Basuki Tjahaja Purnama dengan Djarot Saiful Hidayat”, dan pasangan terakhir adalah “Anies Baswedan dengan Sandiaga Uno”.

Namun calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono harus menerima kekalahannya di Pilgub DKI 2017 secara kesatria. Karena tidak ada kandidat yang mendapat suara lebih dari 50%, maka dua paslon yang mendapat suara terbanyak berhak melaju ke putaran kedua.

Dalam pilkada putaran kedua, pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno tak terbendung di posisi atas dengan perolehan 57,95 persen.
Berdasarkan real count KPU dari website KPU RI pada pukul 21.15 WIB, Kamis (20/4/2017), data yang masuk sudah 100 persen dari Pasangan Anies-Sandi unggul dengan perolehan suara 57,95 persen. Sementara itu, pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat mendapatkan 42,05 persen suara.

Ahok dilihat sebagai tokoh fenomenal dan antikorupsi. Namun, Ahok menjadi pergunjingan luas, tidak saja di Indonesia tetapi di luar negeri, akibat sentimen agama dan etnis. Beberapa media asing menyinggung bagaimana Anies sebenarnya telah merangkul seluruh warga Jakarta untuk bersatu dan melupakan perbedaan. Kekalahan Ahok dan kemenangan Anies Baswedan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, itu dikaitkan dengan masalah agama dan ras oleh sejumlah media asing arus utama. Anies dilihat sebagai seorang politisi Muslim berpendidikan tinggi, memanfaatkan serangan balik terhadap Ahok dengan mencari dukungan dari para ulama konservatif dan tokoh radikal ‘pinggiran’ yang menentang pemilihan non-Muslim.

Terlepas dari segala kontroversi yang ada pada hasil pemilihan gubernur DKI Jakarta, menjadi seorang gubernur di DKI Jakarta tidaklah mudah dan ini bukan hanya sekedar jabatan tetapi harus memiliki hati yang besar dalam melayani rakyat dan juga tidak mementingkan urusan pribadi. Gubernur menjadi salah satu panutan yang dapat dicontoh oleh masyarakatnya. apabila masyarakat senang dan puas maka dapat dikatakan pemerintahannya berjalan dengan sangat baik, namun saat ini keinginan masyarakat menjadi sangat banyak dan beraneka ragam oleh karena itu dapat dikatakan pemerintahan siapapun belum bisa dikatakan sukses. Masih banyaknya rakyat miskin dan pengangguran di Jakarta, maka masih banyak yang harus dipikirkan oleh pasangan gubernur terpilih, Anies dan Sandi.

Masyarakat bukanlah boneka dan jabatan bukanlah sekedar jabatan. Gubernur merupakan wakil rakyat oleh karena itu gubernur dan kadernya haruslah pro-rakyat. janganlah mengatasnamakan kepentingan pribadi diatas kepentingan rakyat. Oleh karena Anies Baswedan dan Sandiaga Uno diharapkan akan menjadi gubernur yang pro-rakyat dan mampu membahagiakan rakyatnya selama 5 tahun kedepan.

Leave a Reply