Antara Kau, Aku,dan USDA

Dilema USDA

Apa USDA itu? Usaha Dekati Anda ? Tentu bukan. USDA atau Usaha Dana adalah kegiatan yang bertujuan untuk menghimpun dana diluar iuran wajib guna membantu pelaksanaan suatu kegiatan kemahasiswaan/kepanitiaan,istilah mudahnya “golet tambahan duit”dalam bahasa Jawa atau mencari tambahan dana.

Sekarang sedang ramai-ramainya perbincangan perkara meningkatnya kegiatan Usda, seperti yang bisa kita rasakan sendiri, setiap harinya di kelas banyak teman yang berjualan bisa sampai empat bahkan lima orang,dan hampir semua yang mereka jual adalah makanan,mulai dari risol,sosis,donat,puding,dan kawan-kawannya sesama makanan lainnya.Terkadang,saat mereka menawarkan dagangannya, dilema mulai muncul mengenai akan membeli yang mana, kalau membeli yang ini,yang itu tidak terbeli,muncul perasaan tidak enak karena yang menawarkan sesama teman sendiri,kekhawatiran muncul takut tidak diperbolehkan meminjam catatan atau mencontek tugas,tapi yang ini tidaklah patut ditiru. Kalau kita membeli semua dagangan mereka sama rata,isi dompet mulai menipis, diibaratkan kalau membeli dua risol bisa untuk membeli rames satu bungkus,lantas bagaimana? Bisa kita siasati dengan membeli dagangan mereka secara bergiliran, sekarang membeli dagangan milik X, besok milik Y dan seterusnya, selain bisa membantu teman,juga bisa menghemat pengeluaran jika dibandingkan dengan harus membeli sama rata setiap harinya.

Mengapa harus ada USDA

Sebenarnya, tidak harus ada kegiatan Usaha Dana apabila dana untuk menjalankan suatu kegiatan/kepanitiaan sudah mencukupi atau jika bisa lebih dari cukup,permasalahannya adalah sebagian besar kegiatan/kepanitiaan ini diperkirakan kurang dana, atau untuk mengantisipasi kekurangan dana ditengah jalan yang bisa memaksa kegiatan tidak bisa terlaksana,maka dibentuklah Usaha Dana. Dalam kegiatan Usda ini,para anggota diwajibkan untuk berjualan dengan jumlah tertentu dan sesuai jadwal yang telah ditentukan.Disini muncul masalah, dengan semakin bertambahnya jumlah mahasiswa yang melakukan kegiatan Usda ,dan jenis dagangannya pun mirip atau bahkan sama, otomatis pelaku Usda harus pintar-pintar menyiasati bagaimana cara menjual daganganya supaya laris manis, segi positifnya memang kita menjadi lebih berpengalaman mengenai cara menjual,dalam bahasa mahasiswanya, strategi pemasaran produk. Tetapi, kesulitannya adalah saat dagangan kita tidak habis terjual,banyak pelaku Usda yang mengeluhkan hal ini karena sebagian besar dari mereka mengaku harus menghabiskan dagangannya dalam hari itu juga, karena jika harus dijual kembali untuk keesokan harinya sudah tidak memungkinkan terlebih jika itu makanan, akhirnya banyak dari mereka yang membeli dagangannya sendiri,inilah ketidakefektifan dari Usaha Dana yang selama ini berjalan.

USDA dan Kantin Kejujuran

Banyak mahasiswa yang menitipkan dagangannya di kantin kejujuran sementara mereka mengikuti kelas,kembali permasalahan baru muncul. Banyak uang hasil penjualan yang raib, dagangan habis,uang pun lenyap. Memang,hal tersebut merupakan risiko dan konsekuensi yang harus diterima apabila berjualan di kantin kejujuran dimana kita menjual dengan bergantung kepada tingkat kejujuran dari pembeli dalam membayar, tetapi apakah suatu hal yang lumrah apabila sudah mencapai taraf mahasiswa masih belum bisa membiasakan sikap jujur? itulah kenyataannya. Faktor lain yang memungkinkan uang hasil penjualan di kantin kejujuran tidak sesuai dengan jumlah dagangan yang di jual adalah karena dimungkinkan uang tertukar dengan uang hasil penjualan orang lain karena banyaknya kotak yang berjejer dimeja kantin kejujuran tersebut mungkin saja pembeli membeli dan tidak ada uang kembalian lalu menukar dengan uang hasil penjualan dikotak lain namun lupa menaruh uang di kotak yang mana,dan banyak lagi permasalah lainnya yang perlu dibenahi dan menjadi pertimbangan saat akan menitipkan dagangan di kantin kejujuran.

Harus bagaimana ?

Karena apabila pada kenyataannya dana untuk melaksanakan suatu agenda kegiatan benar-benar tidak mencukupi, mau tidak mau kegiatan Usda masih diandalkan, namun intensitasnya dapat dikurangi dengan mencari sponsorship maupun paid promote melalui Instagram misalnya. Semakin banyak rekanan yang bisa diajak untuk bekerjasama sebagai pihak sponsor, maupun yang mampu kita ajak untuk memasang iklan dengan melakukan paid promote,maka akan semakin membantu menyukseskan kegiatan yang ingin kita lakukan, selain itu juga dapat melatih kemampuan kita dalam membangun relasi dengan banyak orang.

Sekian.

 

Ditulis oleh: Dika Nur Rachmawati (Akuntansi 2017)

 

#VIVAHMJA
#HMJA2018
#BergerakBersama
#BidangPengabdianMasyarakat

Leave a Reply