Perkuliahan dan arahnya

Perkresos-desemberuliahan merupakan instrumen penting untuk melakukan tranformasi peradaban suatu bangsa. Dalam konteks ini, perkuliahan berpengaruh besar bagi pembentukan kepribadian manusia sekaligus jati diri suatu bangsa. Akan tetapi, dari realitas yang kita lihat, perkuliahan kita dari waktu ke waktu tidak makin membaik dan optimal. Banyak lulusan perguruan tinggi kita terserap banyak kedalam dunia kerja, bahkan sangat pintar dan memiliki kemampuan mekanik-robotik yang mungkin berguna di bengkel-bengkel industri dan perusahaan menurut kepentingan ekonomi semata. Capaian-capaian tersebut bukannya tidak penting. Akan tetapi, Perkuliahan lebih dari sekedar mencetak lulusan yang handal secara kognitif dan mekanik. Perkuliahan adalah juga menyangkut kecakapan pikir, sosial, spiritual, dan etika. Suatu masalah tampak pada akhir-akhir ini mahasiswa senang mengkonsumsi pendidikan instan dan pragmatis.

Perkuliahan Kontekstual

            Sejauh ini, prioritas pengembangan perkuliahan di kampus lebih banyak tertuju pada upaya untuk menciptakan satu model perkuliahan yang kontekstual, suatu model perkuliahan yang betul-betul berupaya menghubungkan aktivitas pembelajaran dengan kebutuhan mahasiswa dan komunitas masyarakat. Setelah bertahun-tahun bergelut di dunia perkuliahan, saya sadar bahwa perkuliahan di kampus sering tidak cukup tersambung dengan kebutuhan mahasiswa dan masyarakat serta kurang mampu memancing daya kritis mereka membaca kenyataan hidup di sekitarnya.

            Suatu contoh yang bisa kita ambil pembelajaranya untuk kasus ini misal bidang organisasi dan kemasyarakatan. Tentang hubungan, musyawarah, diplomasi dan sebagainya. Ini bukan berarti perguruan tinggi ikut-ikutan masuk kewilayah politik dan kebijakan. Paling tidak ada upaya-upaya nyata untuk bisa ikut berempati dengan masalah-masalah sehari-hari yang dihadapi masyarakat lingkungan tempat tinggal mahasiswa.

Kuliah dan Kemiskinan

            Bagaimana mungkin perkuliahan dapat berkontribusi pada proses pemiskinan? Bukankah jika demikian yang terjadi bearti perkuliahan telah jelas-jelas bertentangan dengan tujuan awalnya, yakni untuk meningkatkan martabat manusia?

            Istilah pemiskinan merujuk pada adanya upaya aktif yang berakibat terjadinya keadaan atau status miskin pada individu atau kelompok masyarakat tertentu. Adapun kemiskinan itu sendiri pada dasarnya dapat dilihat sebagai pencederaan atas konsep keadilan sosial yang sejatinya juga menjadi bagian dari cita-cita atau tujuan berdirinya negara. Namun demikian, dalam situasi tertentu, bisa saja negara mendukung bagi terlembaganya proses pemiskinan di masyarakat, termasuk melalui dunia perkuliahan.

Kembalikan Citra Perkuliahan

            Perguruan tinggi menjadi harapan masyarakat untuk menyiapkan generasi muda supaya mampu bersaing untuk bertahan dan berkembang dalam situasi perubahan yang begitu dahsyat tiap waktunya. Masyarakat Indonesia banyak menaruh harapan besar pada perguruan tinggi untuk membekali penerus bangsa dengan ilmu dan etika. Mengembalikan citra perkuliahan sesuai cita-cita pendidikan bangsa kita dengan cara perguruan tinggi mampu mencetak sarjana, magister, doktor dan profesor yang bersedia membangun masyarakat.

            Intinya, mahasiswa jangan sampai terjebak dengan perkuliahan dengan pola cepat saji, terlalu berkiblat pada kepentingan industri dan kurang peduli untuk menjawab kebutuhan masyarakat terutama kelompok yang terpingirkan. Sebagai pihak dosen tumbuhkanlah kretivitas-kretivitas mahasiswa tanpa batasan selama itu tidak menyalahi aturan.

Penulis                      : Voni Adita Ameliana – Akuntansi 2015

Penanggungjawab  : Gatot Kuswan – Ketua HMJA 2016

Leave a Reply