Pemerosotan Moral Anak Bangsa : Kekerasan Seksual dan Pembunuhan

resos juni (1)Resos merupakan salah satu proker Bidang 3 Pengabdian Masyarakat HMJA 2016 berupa artikel sosial yang merupakan hasil opini dan pendapat penulis. Salah satu ajang yang dapat digunakan oleh anggota HMJA untuk menyuarakan minat menulis mengenai fenomena sosial, lingkungan, pendidikan, maupun topik-topik lain.

Pada edisi bulan ini, HMJA mengangkat topik mengenai moral anak bangsa . Artikel ini merupakan buah pikir Rahmi Hilmayani. Secara garis besar, penulisan artikel ini bersifat netral dengan sudut pandang penulis yang melihat dari segi sosial kemanusiaan. Dalam pembahasan artikel ini, semoga pembaca dapat memahami masalah yang ada serta dapat berpikir secara kritis mengenai masalah yang terkandung didalamnya, sehingga tidak terjadi salah penafsiran maupun perbedaan paham. Setiap pembaca memiliki kebebasan meyakini apa yang dianggap perlu dibenarkan dan yang disalahkan, semoga dapat bermanfaat dan tidak menyebabkan pemikiran negatif yang tidak diinginkan.

Perkembangan teknologi  dan budaya yang semakin pesat terkadang sulit untuk dikendalikan. Semakin banyak ragam media sosial dan budaya pergaulan seringkali disalah gunakan. Dewasa ini, marak sekali terjadi kasus – kasus kekerasan seksual yang terjadi pada remaja yang bahkan berujung pada pembunuhan. Pergaulan bebas yang merajalela mengakibatkan remaja – remaja ini kehilangan arah dan tujuan dari pergaulan itu sendiri. Disamping itu, sikap remaja yang masih labil mengantarkan mereka untuk bertindak menuruti hawa nafsu.

Ditelaah dari segi sosial, keadaan seperti ini menunjukkan kondisi dimana kemerosotan moral  berada pada titik kritisnya. Regulasi pemerintah tentang tindak kekerasan seksual dan pembunuhan bisa dikatakan bagus apabila ditinjau dari segi hukumannya. Alasannya, karena kekerasan terhadap seksual merupakan perbuatan yang kejam sehingga pelakunya pantas untuk dijatuhi hukuman yang seberat – beratnya. Namun, suatu regulasi tidak  dapat dikatakan baik hanya dengan meninjau dari satu sudut pandang saja. Banyak pertimbangan dari sudut pandang lain yang harus diperhatikan. Ini bertujuan agar penerapan hukum yang dilakukan tidak salah sasaran.

Untuk menanangani permasalahan tersebut, tentu saja perlu ada campur tangan dari semua pihak.  Kita perlu mengidentifikasi apa yang menjadi sebab remaja bangsa saat ini mengalami kemerosotan moral. Seperti yang telah dipaparkan, penyebabnya adalah karena adanya penyalah gunaan media sosial dan pergaulan bebas. Kemudian, apa langkah yang perlu diambil ? Siapa yang berperan penting dalam hal ini ? yaitu tentu saja orang tua adalah pihak yang berperan penting untuk menangani masalah ini. Orang tua sebagai penyokong karakter anak – anaknya harus lebih sigap lagi dalam menjalankan fungsi keluarga. Tidak hanya fungsi pengawasan, namun juga fungsi afeksi dan sosialisasi. Orang tua harus melakukan pengawasan yang baik terhadap anak – anaknya ketika menggunakan teknologi dan ketika bergaul, agar mereka tidak salah arah. Kemudian berikut adalah dua poin penting yang sangat berpengaruh terhadap anak, yaitu fungsi afeksi dan sosialisasi. Keluarga dalam hal ini orang tua harus lebih memperhatikan keadaan anak – anaknya. Sikap remaja yang tidak terkendali mungkin saja terjadi karena mereka merasa kurang diperhatikan oleh keluarganya, maka dari itu fungsi afeksi disini harus diperbaiki.

Terakhir, fungsi sosialisasi adalah hal terpenting yang mengakari semuanya. Disini, orang tua harus mulai melakukan pengertian dan memberikan pengetahuan kepada anak – anaknya tentang pendidikan seks. Anak – anak perlu diberitahukan tentang anatomi tubuh mereka sehingga mereka tahu bagian mana yang boleh disentuh dan bagian mana yang tidak. pendidikan itu penting agar anak – anak tahu dan bisa memilah mana pergaulan yang baik dan tidak baik .