Pengabdian guru

Pernahkaresos-novemberh terpikir tanggung jawab seorang guru? Tanggung jawab terbesar menjadi seorang guru adalah mendidik. Mendidik para generasi penerus bangsa. Ada baiknya jika pendidik-pendidik ini menyebar secara menyeluruh, bukan hanya daerah perkotaan saja namun daerah terpencil pun harus terjangkau. Tujuannya adalah pemerataan edukasi daerah terpencil dengan perkotaan. Namun, dalam kenyataannya terdapat suatu kesenjangan dimana tak seluruh guru mendapatkan hak yang sama. Kesenjangan akibat faktor geografis menjadi salah satu unsur yang tidak dapat dihindari. Suatu keharusan bahwa guru menjalankan kewajibannya untuk menjadikan anak bangsa menjadi penerus yang bijaksana dan memiliki intelektual tinggi. Namun, kadang hak yang mereka dapatkan tidak sepadan dengan kewajiban yang mereka lakukan.

Barnabas Kedeikoto misalnya, dirinya mengabdi di Kabupaten Paniai. Tak pernah keluar pulau bahkan mengunjungi keluarganya. Selama 5 bulan beliau mengajar di SD YPPK tanpa bayaran gaji yang layak. Pada bulan berikutnya, kepala sekolah di tempat beliau mengajar melaporkan ke dinas barulah gaji dan jatah berasnya dialihkan kembali untuk Pak Guru lewat Kepala Kampung, kampung tempat beliau mengajar.

Bapak Sumarni Mustapa S.Pd, mengajar di SD Negeri Bulango Ulu, berangkat pagi beliau menempuh jarak bukan main, melewati jempatan kayu, bahkan menyebrangi sungai dengan rakit. Kalau tidak beruntung, motor yang dinaiki harus dituntun jika jalan menanjak. Sudah pasti terdapat semangat juang yang tinggi dalam diri para guru ini. Guru sudah seharusnya tetap mengabdi dalam keterbatasan-keterbatasan yang ada. Dengan pendidikan, daerah-daerah terpencil di negara ini dapat berkembang secara perlahan. Pemerataan dimaksudkan agar anak-anak daerah bisa memperoleh pendidikan yang layak. Disamping itu pemerintah sendiri seharusnya peka terhadap keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi para guru ini dalam pengabdiannya pada negara. Pemerintah harus mengapresiasi pengabdian para guru ini, agar terus termotivasi dan terpacu dalam menjalankan tanggung jawabnya. Walau berjalan melewati gunung terjal, perbukitan, berpindah dari kampung satu ke kampung lainnya, para guru ini tetap jalani tugas dan tanggungjawabnya dengan setia demi mengabdi bangsa dan negara.

Sudah selayaknya pengabdian guru ini diberikan apresiasi khususnya kerelahatian mereka ditempatkan di daerah terpencil dengan keterbatasan yang ada. Menurut saya, keterbatasan yang ada ini terjadi karena akses transportasi yang susah dan komunikasi yang minim. Hal ini penyebab rendahnya minat mengajar di daerah. Sebuah pekerjaan pemerintah untuk mengurangi kesenjangan yang ada di kota dan daerah dengan perbaikan akses transportasi ke desa, memberikan fasilitas komunikasi yang baik, pembangunan infrastruktur yang ada serta memberikan jaminan kmakmuran dan kesejahteraan pada para guru ini. Mendapatkan pendidikan merupakan hak dari tiap warga negara. Pendidikan yang berkulitas akan menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas juga. Sumber daya manusia yang berkualitas akan berdampak pada perekonomian dan perekonomian  merupakan penentu kemajuan bangsa ini.

#VIVAHMJA #BAYANAKA

Referensi                    :Liputan6.com, Fuad Pantoiyo.

Penulis                        :Farid Kurniawan – Akuntansi Unsoed 2016

Penanggung Jawab : Gatot Kuswandono P – Ketua HMJA 2016