Konflik Suriah dan Peran Mahasiswa

resos-oktober

Bashar Al-Ashad telah memimpin Suriah dari tahun 2000 sampai saat ini yang meneruskan jabatan ayahnya, Hafez Al-Asad. Dibawah kepemimpinannya, Bashar Al-Ashad mengimplementasikan system dictator, dimana system ini sangat membatasi hak masyarakat Suriah untuk menyampaikan pendapatnnya. Ini alasan kenapa adanya konflik di Suriah antara pemerintah dengan kelompok oposisi yang sangat menentang kepemimpinan Bashar Al-Ashad. Akan tetapi, permintaan oposisi tidak direspon dengan baik. Justru mengunakan pasukan militernya untuk menembaki para demonstran yang menentang beliau. Kondisi semakin buruk setelah ada intervensi komunitas internasional, Rusia yang diminta oleh Bashar Al-Ashad untuk membantu kubu pemerintahan dalam rangka mempertahankan posisi pemerintahan beliau dari serangan pihak oposisi dengan membantu mengirim pasukan militer, memasok senjata, dan pesawat tempur. Kubu oposisi didukung oleh US Ied Coalition yang  dipimpin oleh Amerika Serikat, yang beranggotakan Arab Saudi, Perancis, Jerman, dam lain-lain, membantu pergerakan kelompok oposisi untuk menentang Bashar Al-Ashad

Dari pernyataan di atas dapat kita ketahui, bahwa kedua belah pihak di sama-sama memiliki bantuan militer yang sangat kuat dan menimbulkan keseimbangan kekuatan sehingga masih terjadi keberlanjutan perang.  Dampak dari perang ini adalah meningkatnya korban dari hari ke hari dan juga yang menjadi suatu permasalahan disini adalah meningkatnya jumlah pengungsi dari Suriah. Dikarenakan oleh pengungsi yang melebihi batas kuota bantuan dari pihak luar, mengakibatkan adanya pembatasan bantuan dan perlindungan terhadap warga Suriah..

Kondisi buruk di Suriah yang sampai sekarang belum menemukan titik terang memberikan suatu alasan bagi kita, sebagai mahasiswa ujung tombak Negara, untuk turut berempati dan membantu meredam kasus ini. Seperti yang kita ketahui, hal ini bukan menjadi masalah politik, ini berbicara soal kemanusiaan. Masalah kemanusiaan harus menjadi tanggung jawab dan kepedulian semua orang di dunia karena kita tahu perdamaian di dunia yang di harapkan oleh semua orang di dunia.

Sebagai mahasiswa, kita memiliki peran dalam perkembangan-perkembangan dunia dari segala bentuk kontribusi nyata mahasiswa. Hal ini dapat kita realisasikan dalam bentuk pengumpulan sumbangan kemanusiaan, demonstrasi, maupun berbagi di media social mengenai kebenaran kasus ini. . Seperti yang  diharapkan, semoga mahasiswa dapat memberikan kontribusi aktif sebagimana fungsi mahasiswa dalam menjalankan perannya.

VIVA HMJA

#BAYANAKA

 Penulis                        : Ahmad Syarif – Akuntansi 2015

Penanggung Jawab   : Gatot Kuswandono P – Ketua HMJA 2016