Window Dressing

Laporan keuangan memberikan segala informasikeuangan mengenai bagaimana
posisi keuangan perusahaan, bagaimana kinerja perusahaanselama ini, serta bagaimana arus
kas entitas perusahaan yang berguna bagi para pihak yang berkepentingan dalam
pengambilan keputusan ekonomi (Maudi, 2013). Namuninformasi yang disajikan
didalamnya terkadang tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Penyalahgunaan
terhadap laporan keuangan tersebut seringkali menyesatkanpara pengguna terutama dalam
hal pengambilan keputusan.

Window dressing dilakukan manajer investasi denganmenyajikan laporan keuangan yang lebih baik dari keadaanyang sesungguhnya. Window dressing merupakan sebuahstrategi yang digunakan oleh para manajer investasi untukmemperbaiki penampilan kinerja portofolio atau dana sebelum presentasi ke klien atau pemegang saham. Window dressing berasal dari 2 kata yaitu window dan dressing. Window disini artinya jendela, dimana setiap orang bisamelihat isi rumah (portfolio) dan dressing, artinya perbaikan, aktivitas mempercantik sehingga rumah tersebut (portfolio) tampak lebih baik dari sebelumnya. Window dressing biasanya juga diartikan fenomena dimana menjelang akhirtahun, return saham cenderung positif. Di kalangan praktisibursa saham window dressing disebut juga sebagai suatufenomena di pasar modal ketika harga saham akan meningkatpada akhir tahun di mana perusahaan go public yang mencatatkan sahamnya akan melakukan tutup buku.

Di Indonesia, hal ini sering terjadi karena informasiportofolio secara rinci tidak dapat diperoleh tiap hariperdagangan dan didukung pula dengan pasar yang belumefisien. Salah satu alasan utama praktek window dressing di Indonesia adalah adanya target yang harus dicapai tiap akhirtahun, yaitu target kinerja pesaing, kinerja tahun lalu, indekssaham, ataupun indeks reksa dana saham. Jika target ini tidaktercapai menjelang akhir tahun, maka ada usaha untukmengubah investasi sedemikian rupa untuk mencapai target tersebut. Implikasi bagi manajer investasi atau keuangan ataswindow dressing adalah peningkatan dana kelolaannya, yang selanjutnya dapat meningkatkan jumlah pendapatanoperasionalnya.

Penyebab terjadinya window dressing berasal daribeberapa hal, seperti spekulasi pada
kinerja dari emiten (perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa) di akhir tahun yang
diperkirakan lebih baik dibanding tahun sebelumnya, positifnya data-data ekonomi menjelang
akhir tahun, hingga pola anomali pasar saham yang secarahistoris sering terulang dan
menjadi sebuah kebiasaan. Dengan memanfaatkan fenomenatersebut investor bisa
mendapatkan keuntungan investasi dalam jangka pendekkarena biasanya window dressing
terjadi pada bulan Desember.

Dari sisi akuntansi, praktik ini biasa juga dilakukanuntuk membuat para pemegang saham dan pemangkukepentingan lain terkesan dengan menyajikan laporankeuangan yang lebih baik daripada kondisi sebenarnya.Perilaku window dressing ini sudah terjadi secara berulangselama bertahun-tahun sehingga ada potensi kejadian tersebutbisa terjadi pada tahun berikutnya. Kondisi ini dimanfaatkanoleh investor untuk menangguk keuntungan dari portofolio yang mereka miliki. Begitu pun bagi manajer investasi dalammemperbaiki kinerja saham yang menjadi portofolionyamemanfaatkan momentum ini. Para pengelola dana dariinvestor baik perorangan maupun lembaga dari lokal dan asing melakukan pembelian, terutama untuk jenis saham yang ada dalam portofolio efeknya, bertujuan mengangkat hargasaham yang dimilikinya. Cara yang paling umum dilakukanperusahaan untuk menutupi manipulasi data, yaitu dalamlaporan keuangan perusahaan akan menyajikan informasipenjualan aset. Namun, di saat bersamaan, perusahaan juga menyajikan informasi bahwa mereka baru saja membeli asetbaru atau melakukan operasional lainnya menggunakan dana dari penjualan aset tersebut.

Di kalangan praktisi bursa saham window dressing disebut juga sebagai suatu fenomena di pasar modal ketikaharga saham akan meningkat pada akhir tahun di mana perusahaan go public yang mencatatkan sahamnya akanmelakukan tutup buku. Hal itu dilakukan untuk memengaruhipsikologis investor bahwa perusahaan yang bersangkutanmemutar keuangannya dengan baik. Kabar baiknya, manipulasi yang demikian tidak akan berhasil diterapkan pada investor yang sudah andal. Oleh sebab itu, investor harusmempunyai ketajaman dan pengalaman dalam menganalisislaporan arus kas dan aset jangka panjang dari perusahaansuatu perusahaan.

WINDOW DRESSING IDENTIK DENGAN PEMBOHONGAN

Manager keuangan dapat melakukan beberapa hal untukmeningkatkan atau menurunkan laba bersih yang tercatatdalam suatu tahun. Ini bisa dikatakan mengatur profit secaramulus, atau mengatur pendapatan atau sekedarmelakukan window dressing yang sederhana. Ini tidak bisadisamakan dengan penyelewengan, atau memanipulasi buku.Umumnya dalam pengaturan profit ini melakukanpemindahan sejumlah biaya atau pendapatan ke tahun yang berbeda daripada dicatat secara normal. Teknik yang paling umum dalam mengatur profit adalah memperlambatpembebanan biaya maintenance yang normal atau biayaperbaikannya. Ini bisa mengacu pada deferred maintenance. Banyak biaya perbaikan dan maintenance yang diperlukanuntuk kendaraan, mesin, perlengkapan dan gedung dapatdiperlambat pembebanannya sampai periode berikut. Suatubisnis yang menghabiskan sejumlah uang yang signifikanuntuk training karyawan dan pengembangannya dapatmemundurkan program ini pada tahun depan supaya biayadalam tahun ini menjadi lebih rendah. Perusahaan dapat juga memotong budgetnya untuk melakukan research dan pengembangan produk. Suatu bisnis juga dapat mengaturdalam pencatatan piutang nasabah yang tidak tertagih apakahakan dihapus sebagai biaya atau dicatat sebagai piutang taktertagih. Bisnis itu dapat mengalokasikan beberapa dari biayapencadangan piutang tak tertagih pada pelaporan tahunberikutnya.

Aktiva tetap yang tidak terpakai lagi dapat memiliki nilaisekarang ataupun masa depan yang sangat kecil untuk bisnisini. Daripada menghapuskan dan membebankannya sebagaikerugian pada tahun ini, maka suatu bisnis dapatmembebankan penghapusan tersebut pada tahun depan. Anda melihat bagaimana kita memanipulasi waktu pembebananbiaya tertentu dapat mempengaruhi pada laba bersih. Inibukanlah sesuatu yang ilegal meskipun dapat saja perusahaanitu mengubahnya terlalu jauh sehingga menyebabkan laporankeuangannya menjadi salah interpretasi bagi yang membacanya.

Sebenarnya pengaturan profit itu tidak lebih darimengurangi biaya pada periode tertentu dan dikompensasikanpada periode berikutnya. Akuntan dapat mengacu hal inisebagai pengaruh / efek kompensasi. Pengaruh pada tahundepan akan di offset dengan pengaruh pada tahun berjalan. Biaya yang lebih rendah pada tahun ini akan di seimbangkandengan biaya yang lebih besar pada tahun depan. Sekarang, untuk tujuan apakah melakukan window dressing dalamlaporan keuangan? Tujuan ataupun alasan inilah yang akanmenentukan segala langkah kita sebagai seorang akuntandalam suatu perusahaan.

Daftar Pustaka

Christina, S. O., & Andadari, R. K. (2015). PRAKTEK WINDOW DRESSING PADA REKSA DANA SAHAM DI INDONESIA TAHUN 2008-2012. Jurnal Studi Manajemen, Vol.9, No 1, 57-75.

Nadie, L. (2013, Juni 27). Kamus Bisnis: Apa itu Window Dressing? Retrieved from BISNIS.COM: https://ekonomi.bisnis.com/read/20130627/9/147552/kamus-bisnis-apa-itu-window-dressing

Ningsih, L. (2019, Mei 13). Apa Itu Window Dressing?Retrieved from Warta Ekonomi: https://www.wartaekonomi.co.id/read227572/apa-itu-window-dressing.html

Rizaldi, R. (2018, Desember 10). Window Dressing Saham. Retrieved from GaleriSaham.com: https://galerisaham.com/window-dressing-saham/

Leave a Reply