Accounting Standar Resume (ISAK 11)

ISAK 11

DISTRIBUSI ASET NONKAS KEPADA PEMILIK

Latar Belakang

Terkadang entitas mendistribusikan aset selain kas (aset nonkas) sebagal dividen kepada pemilik yang bertindak dalam kapasitasnya sebagai pemilik. Standar Akuntansi Keuangan tidak menyediakan pedoman bagaimana entitas mengukur distribusi kepada pemilik (umumnya sebagai dividen).

Ruang Lingkup

Interpretasi ini diterapkan untuk distribusi searah (non-reciprocal) aset dari entitas kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik

(a) Distribusi aset nonkas (contohnya aset tetap, bisnis, bagian kepemilikan pada entitas lain atau kelompok lepasan sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 58: Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan) ; dan

(b) Distribusi yang memberikan pilihan kepada pemilik untuk menerima alternatif aset nonkas atau kas.

Interpretasi ini hanya diterapkan atas distribusi yang semua pemilik pada kelas Instrumen ekuitas yang sama diperlakukan sama. Namun, tidak diterapkan pada distribusi aset nonkas yang dikendalikan oleh pihak yang sama sebelum dan setelah distribusi. Pengecualian ini berlaku untuk laporan keuangan tersendiri, laporan keuangan individual, dan laporan keuangan konsolidasian entitas yang melakukan distribusi.

Interpretasi ini tidak berlaku ketika aset nonkas dikendalikan oleh pihak yang sama baik sebelum dan setelah distribusi. Oleh karena itu, untuk distribusi yang berada di luar lingkup Interpretasi ini dengan dasar bahwa pihak yang sama mengendalikan aset sebelum dan setelah distribusi, maka kelompok pemegang saham individual penerima distribusi harus memiliki, sebagai akibat pengaturan kontrakual, suatu pengendalian kolektif alchit (ultimate collective power) atas entitas yang melakukan distribusiInterpretasi ini tidak diterapkan ketika entitas mendistribusikan sebagian dari kepemilikannya pada entitas anak namun mempertahankan pengendalian atas entitas anak tersebut. Entitas yang melakukan distribusi yang menghasilkan pengakuan kepentingan nonpengendali pada entitas anaknya mencatat distribusi tersebut sesual dengan PSAK 65.

Interpretasi ini hanya mengatur akuntansi oleh entitas yang melakukan distribusi aset nonkas. Interpretasi ini tidak mengatur akuntansi pemegang saham yang menerima distribusi tersebut.

Permasalahan

Ketika entitas mengumumkan suatu distribusi dan mempunyai kewajiban untuk mendistribusikan aset kepada pemilik, maka entitas mengakui liabilitas atas utang dividen. Sebagai akibatnya, Interpretasi ini membahas hal-hal berikut:

(a) kapan entitas mengakul utang dividen?

(b) bagaimana entitas mengukur utang dividen?

(c) ketika entitas menyelesaikan utang dividen, bagaimana entitas mencatat perbedaan antara nilai tercatat aset yang didistribusikan dan nilai tercatat utang dividen?

Saat Pengakuan Utang Dividen

Liabilitas untuk membayar dividen diakui pada saat dividen disetujui dan tidak lagi merupakan diskresi entitas. Tanggal tersebut adalah pada saat dividen diumumkan.

Pengukuran Ulang Dividen

Entitas mengukur liabilitas untuk mendistribusikan aset nonkas sebagai dividen kepada para pemilik sebesar nilal wajar aset yang didistribusikan.

Jika entitas memberikan pilihan kepada pemilik untuk menerima alternatif aset nonkas atau kas, maka entitas mengestimasi ulang dividen dengan mempertimbangkan baik nilai wajar dari setiap alternatif maupun tingkat kemungkinan pemilik memilih setiap alternatif.

Pada setiap akhir periode pelaporan dan pada tanggal penyelesaian, entitas mengkaji dan menyesuaikan nilai tercatat utang dividen. Setiap perubahan nilai tercatat utang dividen diakui dalam ekuitas sebagai penyesualan atas jumlah yang didistribusikan.

Akuntansi untuk Perbedaan antara Jumlah Tercatat Aset yang Didistribusikan dan jumlah Tercatat Utang Dividen Ketika Entitas Menyelesaikan Utang Dividen

Ketika entitas menyelesaikan utang dividen, maka entitas mengakui perbedaan (jika ada) antara nilai tercatat aset yang didistribusikan dengan nilai tercatat utang dividen dalam laba rugi.

Penyajian dan Pengungkapan

Entitas menyajikan perbedaan yang dijelaskan di paragraf 14 sebagai pos tersendiri dalam laba rugi. Entitas mengungkapkan informasi berikut, jika dapat diterapkan:

(a) Nilai tercatat utang dividen pada awal dan akhir periode, dan

(b) Peningkatan atau penurunan nilai tercatat yang diakui dalam periode berjalan

Jika setelah akhir periode pelaporan, tetapi sebelum tanggal penyelesalan laporan keuangan, entitas mengumumkan dividen dengan mendistribusikan aset nonkas, maka entitas mengungkapkan:

(a) sifat dari aset yang didistribusikan:

(b) nilai tercatat aset yang akan didistribusikan pada akhir periode pelaporan; dan

(c) nilai wajar aset yang akan didistribusikan pada akhir periode pelaporan, jika berbeda dari nilai tercatat, dan informasi tentang metode yang digunakan untuk mengukur nilai wajar yang disyaratkan oleh PSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar dan paragraf  99.

TANGGAL EFEKTIF

Periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011. Penerapan retrospektif tidak diizinkan.

Entitas menerapkan penyesuaian atas paragraf 07 secara retrospektif  dan secara prospektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2015.

Footnote :

  • Retrospektif melihat ke belakang, peristiwa masa lalu
  • Prospektif melihat proses saat ini dan proses yang sedang berjalan.
  • Distribusi searah (non-reciprocal) adalah distribusi  aset dari entitas kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik
  • Pengendalian kolektif alchit (ultimate collective power) adalah salah satu betuk pengendalian dari manajemen keuangan untuk pengendalian resiko.

Sumber : Standar Akuntansi Keuangan (SAK), efektif per 2018, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

Leave a Reply