Accounting Standar Resume (ISAK 14)

ASET TAK BERWUJUD – BIAYA SITUS WEB

PENDAHULUAN

Entitas dapat melakukan pengeluaran internal atas pengembangan dan pengoperasian situs web miliknya untuk akses internal maupun eksternal. Situs web yang dirancang untuk akses eksternal dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti untuk mempromosikan dan mengiklankan produk dan jasa, menyediakan layanan elektronik, dan menjual produk dan jasa. Situs web yang dirancang untuk akses internal dapat digunakan untuk menyimpan kebijakan dan rincian pelanggan serta mencari informasi yang relevan.

Tahapan dari pengembangan situs web :

  1. Perencanaan

Kegiatannya seperti melakukan studi kelayakan, menentukan tujuan dan spesifikasi, mengevaluasi alternatif, dan memilih preferensi.

  1. Pengembangan Aplikasi dan Infrastruktur

Kegiatannya seperti perolehan nama domain, pembelian dan pengembangan perangkat keras dan sistem operasi, instalasi aplikasi yang telah dikembangkan, dan pengujian stabilitas sistem (stress testing).

  1. Pengembangan Desain Grafis

Kegiatannya seperti perancangan tampilan halaman web.

  1. Pengembangan Konten

Kegiatannya seperti pembuatan, pembelian, persiapan, dan pengunggahan Informasi

  1. Tahap Operasi

Kegiatannya seperti mempertahankan dan meningkatkan aplikasi, infrastruktur, desain grafis, dan konten dari situs web.

Beberapa Permasalahan akan timbul dalam akuntansi untuk pengeluaran internal atas pengembangan dan operasi situs web, diantaranya : 

(a) apakah situs web adalah aset tak berwujud yang dikembangkan secara internal sesuai dengan persyaratan dalam PSAK 19: Aset Tak Berwujud?

(b) bagaimana perlakuan akuntansi yang sesuai atas pengeluaran tersebut?

Dalam PSAK 19 : Aset Tak Berwujud tidak berlaku untuk aset takberwujud yang dimiliki oleh entitas untuk dijual dalam kegiatan usaha normal atau sewa yang termasuk dalam ruang lingkup PSAK 30: Sewa. Sejalan dengan hal tersebut, Interpretasi ini tidak berlaku untuk pengeluaran pengembangan atau pengoperasian situs web (atau piranti lunak situs web) untuk dijual kepada entitas lain. Jika situs web disewakan dengan cara sewa operasi, maka lessor menerapkan Interpretasi ini. Jika situs web disewakan dengan cara sewa pembiayaan, maka lessee menerapkan Interpretasi ini setelah pengakuan awal aset sewaan. Interpretasi ini tidak berlaku untuk pengeluaran pembelian, pengembangan, dan pengoperasian perangkat keras (contohnya server web, server staging, server produksi dan koneksi internet) dari situs web. Pengeluaran tersebut diperlakukan sesuai dengan PSAK 16: Aset Tetap.

INTERPRETASI

Situs web yang muncul dari pengembangan dan digunakan untuk akses internal maupun eksternal merupakan aset takberwujud yang dihasilkan secara internal yang tunduk pada persyaratan PSAK 19: Aset Tak Berwujud. Secara khusus, entitas dapat memenuhi persyaratan dengan menunjukkan bagaimana situs web entitas akan dapat menghasilkan kemungkinan manfaat ekonomi masa depan. “jika, misalnya, situs web ini mampu menghasilkan pendapatan, termasuk pendapatan langsung dari pesanan.”. Jika entitas tidak dapat menunjukkan bagaimana situs web yang dikembangkan (semata-mata atau terutama untuk mempromosikan dan mengiklankan produk dan jasa entitas) akan menghasilkan kemungkinan manfaat ekonomi masa depan, maka semua pengeluaran atas pengembangan situs web diakui sebagai beban pada saat terjadinya.

Setiap pengeluaran internal atas pengembangan dan pengoperasian situs web entitas akan dicatat sesuai dengan PSAK 19: Aset Tak Berwujud. Sifat dari masing-masing aktivitas atas pengeluaran yang terjadi (contohnya pelatihan karyawan dan pemeliharaan situs web) dan tahapan pengembangan atau pascapengembangan situs web dievaluasi untuk menentukan perlakuan akuntansi yang sesuai. Sebagai contoh:

(a) pada dasarnya tahapan perencanaan serupa dengan tahapan penelitian dalam PSAK 19. Pengeluaran yang terjadi dalam tahapan ini akan diakui sebagai beban pada saat terjadinya.

(b) sepanjang konten dikembangkan untuk tujuan selain untuk mengiklankan dan mempromosikan produk dan jasa entitas itu sendiri, Pengeluaran yang terjadi dalam tahapan-tahapan ini dimasukkan dalam biaya perolehan situs web yang diakui sebagai aset takberwujud.

(c) pengeluaran yang terjadi dalam tahap Pengembangan Konten, selama konten yang dikembangkan untuk mengiklankan dan mempromosikan barang dan jasa entitas itu. sendiri (contohnya foto produk digital), diakui sebagal beban pada saat terjadinya sesuai dengan PSAK 19.

(d) tahapan Operasi dimulai setelah pengembangan situs web selesai. Pengeluaran yang terjadi dalam tahap ini akan diakui sebagai beban ketika terjadinya kecuali memenuhi kriteria pengakuan PSAK 19.

Situs web yang diakui sebagal aset takberwujud akan diukur setelah pengakuan awal dengan menerapkan persyaratan PSAK 19: Aset Takberwujud. Estimasi terbaik atas umur manfaat situs web adalah singkat.

TANGGAL EFEKTIF DAN KETENTUAN TRANSISI

Entitas menerapkan Interpretasi ini untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011.

Pengaruh pengadopsian Interpretasi ini akan diperlakukan menggunakan ketentuan transisi dalam PSAK 19: Aset Tak Berwujud. Jika situs web tidak memenuhi kriteria pengakuan sebagai aset takberwujud tetapi sebelumnya diakui sebagai aset, maka pos tersebut akan dihentikan pengakuannya pada tanggal ketika Interpretasi ini menjadi efektif. Jika ada situs web dan pengeluaran untuk mengembangkannya memenuhi kriteria untuk diakui sebagai aset takberwujud tetapi sebelumnya tidak diakui sebagai aset, maka aset takberwujud tersebut tidak diakui pada tanggal ketika Interpretasi ini menjadi efektif. Jika ada situs web dan pengeluaran untuk mengembangkannya memenuhi kriteria untuk diakui sebagai aset takberwujud yang sebelumnya diakui sebagai aset dan pada awalnya diakul sesual dengan biaya perolehan, maka jumlah yang diakui pada awalnya dianggap sudah ditentukan secara tepat

Footnote :

Pengeluaran Internal adalah pengeluaran perusahaan menggunakan dana dari kas untuk operasional atau kegiatan dalam perusahaan itu sendiri.

Sumber : Standar Akuntansi Keuangan (SAK), efektif per 2018, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Leave a Reply