Accounting Standard Resume (ISAK 35)

ISAK 35: PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN ENTITAS BERORIENTASI NONLABA

PENDAHULUAN

Referensi

  • PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan

Latar Belakang

  1. PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan paragraph 5 menyatakan bahwa “Pernyataan ini menggunakan terminology yang cocok bagi entitas yang berorientasi laba, termasuk entitas bisnis sektor publik. Jika entitas dengan aktivitas nonlaba di sektor swasta atau sektor publik menerapkan pernyataan ini, maka entitas tersebut mungkin perlu menyesuaikan deskripsi yang digunakan untuk pos-pos tertentu yang terdapat dalam laporan keuangan dan menyesuaikan deskripsi yang digunakan untuk laporan keuangan itu sendiri.” Dengan demikian, ruang lingkup PSAK 1 secara substansial telah mencangkup ruang lingkup penyajian laporan keuangan entitas dengan aktivitas non laba.
  2. PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tidak menyediakan pedoman bagaimana entitas dengan aktivitas nonlaba menyajikan laporan keuangannya.
  3. Karakteristik entitas berorientasi nonlaba berbeda dengan entitas bisnis berorientasi laba. Perbedaan utamanya terletak pada cara entitas berorientasi nonlaba memperoleh sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas operasinya. Entitas berorientasi non laba memperoleh sumber daya dari pemberi sumber daya yang tidak mengharapkan pembayaran kembali atau manfaat ekonomik yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan.
  4. Pengguna laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba umumnya memiliki kepentingan untuk menilai:
  1. Cara manajemen melaksanakan tanggung jawab atas penggunaan sumber daya.
  2. Informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan ekonomik.

Ruang Lingkup

  1. Interpretasi ini diterapkan utnuk entitas berorientasi nonlaba terlepas dari bentuk badan hukum entitas tersebut.
  2. Interpretasi ini diterapkan juga oleh entitas berorientasi nonlaba yang menggunakan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)
  3. Interpretasi ini diterapkan khusus untuk penyajian laporan keuangan.

Permasalahan

  1. Interpretasi ini membahas bagaimana entitas berorientasi nonlaba membuat penyesuaian baik:
  • Penyesuaian deskripsi yang digunakan untuk pos-pos tertentu dalam laporan keuangan, dan
  • Penyesuaian deskripsi yang digunakan untuk laporan keuangan itu sendiri.

INTERPRETASI

  1. Penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba disusun dengan memperhatikan persyaratan penyajian laporan keuangan, struktur laporan keuangan dan persyaratan minimal isi laporan keuangan yang telah diatur dalam PSAK 1.
  2. Entitas berorientasi nonlaba dapat membuat penyesuaian deskripsi yang digunakan untuk pos-pos tertentu yang terdapat dalam laporan keuangan.
  3. Entitas berorientasi nonlaba juga dapat menyesuaikan deskripsi yang digunakan untuk laporan keuangan itu sendiri.
  4. Entitas berorientasi nonlaba harus mempertimbangankan seluruh fakta dan keadaan relevan dalam menyajikan laporan keuangannya termasuk catatan atau laporan keuangan, sehingga tidak mengurangi kualitas informasi yang disajikan dalam laporan keuangan.

TANGGAL EFEKTIF

  1. Entitas menerapkan Interpretasi ini untuk periode tahun buku yang dimulai atau setelah tanggal 1 Januari 2020.

Footnote:

Entitas berorientasi nonlaba merupakan entitas yang bergerak dalam bidang pelayanan masyarakat yang tidak bertujuan untuk mencari laba.

Sumber: Standar Akuntansi Keuangan (SAK), efektif per 2018, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Leave a Reply