Accounting Standard Resume (PSAK 30 bagian 1)

SEWA

PENDAHULUAN

Tujuan

Tujuan Pernyataan ini adalah untuk mengatur kebijakan akuntansi dan pengungkapan yang sesuai, baik bagi lessee maupun lessor,terkait dengan sewa.

Ruang Lingkup

Pernyataan ini diterapkan pada akuntansi untuk seluruh jenis sewa selain:

(a) sewa dalam rangka eksplorasi atau penambangan mineral,minyak, gas alam, dan sumber daya serupa yang tidak dapat diperbarui; dan
(b) perjanjian lisensi untuk item seperti film, rekaman video, karya panggung, manuskrip (karya tulis), hak paten, dan hak cipta.

Akan tetapi, Pernyataan ini tidak diterapkan sebagai dasar pengukuran untuk:

(a) properti yang dikuasai oleh lessee yang dicatat sebagai properti investasi;
(b) properti investasi yang disediakan oleh lessor yang dicatat sebagai sewa operasi.

Pernyataan ini berlaku untuk perjanjian yang mengalihkan hak untuk menggunakan aset meskipun penyediaan jasa substansial oleh lessor tetap diperlukan dalam mengoperasikan atau memelihara aset tersebut. Pernyataan ini tidak berlaku untuk perjanjian penyediaan jasa yang tidak mengalihkan hak untuk menggunakan aset dari satu pihak kepada pihak lain yang terikat dalam perjanjian tersebut.

Definisi

Awal masa sewa adalah tanggal saat lessee mulai berhak untuk menggunakan aset sewaan. Tanggal ini merupakan tanggal pertama kali pengakuan sewa (yaitu pengakuan aset, liabilitas,pendapatan, atau beban sewa).

Awal Sewa adalah tanggal yang lebih awal antara tanggal perjanjian sewa dan tanggal pihak-pihak berkomitmen terhadap persyaratan pokok sewa. Pada tanggal ini:

(a) sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi atau sewa pembiayaan; dan
(b) untuk sewa pembiayaan, ditentukan jumlah yang diakui pada awal masa sewa.

Biaya langsung awal adalah biaya tambahan yang dapat diatribusikan secara langsung pada negosiasi dan pengaturan sewa, kecuali biaya yang dikeluarkan oleh lessor pabrikan atau dealer.

Investasi sewa bruto adalah jumlah gabungan dari:

(a) pembayaran sewa minimum yang akan diterima lessor dalam sewa pembiayaan; dan
(b) nilai residu yang tidak dijamin yang menjadi hak lessor.

Investasi sewa neto adalah investasi sewa bruto yang didiskontokan dengan suku bunga implisit dalam sewa.

Masa sewa adalah periode yang tidak dapat dibatalkan yang mana lessee telah menyepakati perjanjian untuk menyewa aset ditambah dengan persyaratan lain yang mana lessee memiliki opsiuntuk melanjutkan sewa tersebut, dengan atau tanpa pembayaran lebih lanjut, jika pada awal sewa hampir pasti lessee akan melaksanakan opsi tersebut.

Nilai residu yang dijamin adalah:

(a) bagi lessee, bagian dari nilai residu yang dijamin oleh lesseeatau pihak yang berelasi dengan lessee (jumlah jaminan adalah jumlah maksimum yang dapat menjadi terutang dalam kondisi apa pun); dan
(b) bagi lessor, bagian nilai residu yang dijamin oleh lessee atau pihak ketiga yang tidak berelasi dengan lessor yang secara finansial memiliki kemampuan untuk menyelesaikan kewajiban atas jaminan tersebut.

Nilai residu yang tidak dijamin adalah bagian dari nilai residu aset sewaan yang nilai realisasinya tidak dapat dipastikan oleh lessor atau dijamin semata-mata oleh satu pihak yang berelasi dengan lessor.

Nilai wajar adalah jumlah suatu aset dipertukarkan, atau liabilitas diselesaikan, antara pihak-pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan memadai dalam suatu transaksi yang wajar.

Pembayaran sewa minimum adalah pembayaran selama masa sewa yang harus dibayar (atau dapat diharuskan untuk dibayar)oleh lessee, tidak termasuk rental kontinjen, biaya jasa, dan pajak yang dibayar oleh dan diganti kepada lessor, ditambah dengan:

(a) bagi lessee, jumlah yang dijamin oleh lessee atau oleh pihak yang berelasi dengan lessee; atau
(b) bagi lessor, nilai residu yang dijamin oleh
(i) lessee;
(ii) pihak yang berelasi dengan lessee; atau
(iii) pihak ketiga yang tidak berelasi dengan lessor yang secara finansial memiliki kemampuan untuk menyelesaikan kewajiban atas jaminan tersebut.

Akan tetapi, jika lessee memiliki opsi untuk membeli aset pada harga yang diperkirakan lebih rendah daripada nilai wajar pada tanggal opsi dapat dilaksanakan, sehingga pada awal sewa hampir dapat dipastikan bahwa opsi tersebut akan dilaksanakan, maka pembayaran sewa minimum meliputi pembayaran minimum terutang selama masa sewa hingga tanggal pelaksanaan opsi pembelian dan pembayaran yang disyaratkan untuk melaksanakan opsi pembelian tersebut.

Pendapatan keuangan yang belum diterima adalah selisih antara:

(a) investasi sewa bruto; dan
(b) investasi sewa neto.

Rental kontinjen adalah bagian dari pembayaran sewa yang jumlahnya tidak tetap tetapi didasarkan pada perubahan faktor tertentu di masa depan selain faktor berlalunya waktu (misalnya,presentase dari penjualan masa depan, jumlah penggunaan masa depan, indeks harga masa depan, dan suka bunga pasar masa depan).

Sewa adalah suatu perjanjian yang yang mana lessor memberikan kepada lessee hak untuk menggunakan suatu aset selama periode waktu yang disepakati. Sebagai imbalannya, lessee melakukan pembayaran atau serangkaian pembayaran kepada lessor.

Sewa operasi adalah sewa selain sewa pembiayaan.

Sewa pembiayaan adalah sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset. Hak milik pada akhirnya dapat dialihkan atau dapat juga tidak dialihkan.

Sewa yang tidak dapat dibatalkan adalah sewa yang hanya dapat dibatalkan:

(a) dengan terjadinya kondisi kontijensi yang kemungkinan terjadi sangat kecil;
(b) dengan persetujuan lessor;
(c) jika lessee mengadakan perjanjian sewa baru atas aset yang sama atau setara dengan lessor yang sama; atau
(d) dengan pembayaran tambahan yang signifikan oleh lessee sehingga secara ekonomik dapat dipastikan, pada awal sewa,tidak akan ada pembatalan.

Suku bunga implisit dalam sewa adalah tingkat diskonto yang pada awal sewa menghasilkan jumlah gabungan nilai kini dari:

(a) pembayaran sewa minimum; dan
(b) nilai residu yang tidak dijamin yang nilainya sama dengan jumlah dari:
(i) nilai wajar aset sewaan; dan
(ii) nilai awal langsung lessor.

Suku bunga pinjaman inkremental lessee adalah suku bunga yang harus dibayar lessee dalam sewa yang serupa atau, jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, suku bunga pada awal sewa ditanggung lessee ketika meminjam dana yang diperlukan untuk membeli aset yang mana pinjaman ini mencakup periode dan jaminan yang serupa.

Umur ekonomik adalah:

(a) periode aset diperkirakan secara ekonomik dapat digunakan oleh satu atau lebih pengguna; atau
(b) jumlah produksi atau unit serupa yang diperkirakan akan diperoleh dari aset oleh satu atau lebih pengguna.

Umur manfaat adalah estimasi periode tersisa mulai dari awal masa sewa, tanpa dibatasi masa sewa, selama manfaat ekonomikaset diperkirakan digunakan oleh entitas.

KLASIFIKASI SEWA

Klasifikasi sewa yang digunakan dalam Pernyataan ini didasarkan atas sejauh mana risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan berada pada lessor atau lessee. Risiko termasuk kemungkinan kerugian dari kapasitas tidak terpakai atau keusangan teknologi dan variasi imbal hasil karena perubahan kondisi ekonomik.

Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewatersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.

Disebabkan transaksi antara lessor dan lessee didasarkan pada perjanjian sewa di antara mereka, sebaiknya menggunakan definisi yang konsisten. Penggunaan definisi ini dalam keadaan berbeda dapat mengakibatkan sewa yang sama diklasifikasikan berbeda oleh lessor dan lessee.

Klasifikasi sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi didasarkan pada substansi transaksi dan bukan pada bentuk kontraknya.

Indikator dari situasi yang secara individual ataupun gabungan dapat juga menunjukkan bahwa sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayan adalah:

(a) jika lessee dapat membatalkan sewa, maka kerugian lessor yang terkait dengan pembatalan tersebut ditanggung oleh lessee;
(b) keuntungan atau kerugian dari fluktuasi nilai wajar residu dibebankan pada lessee; dan
(c) lessee memiliki kemampuan untuk melanjutkan sewa untuk periode kedua dengan nilai rental yang secara substansial lebih rendah daripada nilai pasar rental.

Klasifikasi sewa dibuat pada awal sewa. Kapan pun lessee dan lessor sepakat untuk mengubah persyaratan sewa, selain melalui pembaruan sewa yang mana perubahan tersebut akan menghasilkan klasifikasi sewa yang berbeda jika perubahan persyaratan tersebut telah berlaku pada awal sewa, maka perjanjian yang diubah tersebut dianggap sebagai perjanjian baru sama sewa. Akan tetapi, perubahan dalam estimasi, atau perubahan dalam keadaan, tidak menimbulkan klasifikasi baru dari sewa untuk tujuan akuntansi.

Jika suatu perjanjian sewa mengandung elemen tanah dan bangunan, maka entitas menilai klasifikasi dari setiap elemen tersebut sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi secara terpisah.

Untuk sewa tanah dan bangunan yang awalnya jumlah untuk elemen tanah yang diakui dianggap tidak material, maka tanah dan bangunan tersebut dapat diakui sebagai unit tunggal untuk tujuan klasifikasi sewa dan diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi.

Pengukuran elemen tanah dan bangunan secara terpisah tidak diperlukan ketika bagian lessee atas tanah dan bangunan diklasifikasikan sebagai properti investasi.

Lessee dimungkinkan untuk mengklasifikasikan hak atas properti yang diperoleh melalui sewa operasi sebagai properti investasi.Jika hal tersebut dilakukan, maka hak atas properti tersebut dicatat layaknya seperti sewa pembiayaan dan sebagai tambahan model nilai wajar digunakan untuk pengakuan aset.

SEWA DALAM LAPORAN KEUANGAN LESSEE

Sewa Pembiayaan

Pengakuan awal

Pada awal masa sewa, lessee mengakui sewa pembiayaan sebagai aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini tersebut lebih rendah daripada nilai wajar. Penilaian ditentukan pada awal masa sewa.

Transaksi dan kejadian lain dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas keuangannya, dan tidak selalu mengikuti bentuk hukumnya. Meskipun bentuk hukum perjanjian sewa menyatakan bahwa lessee tidak memperoleh hak secara hukum atas aset sewaan, tetapi dalam hal sewa pembiayaan, secara substansi dan realitas keuangan lessee memperoleh manfaat ekonomik dari penggunaan aset sewaan tersebut selama sebagian besar umur ekonomiknya.

Jika transaksi sewa tersebut tidak tercermin dalam laporan posisi keuangan lessee, maka sumber daya ekonomik dan tingkat kewajiban dari entitas menjadi terlalu rendah sehingga mendistorsi rasio keuangan.

Liabilitas dari aset sewaan tidak tepat disajikan sebagai pengurang aset sewaan dalam laporan keuangan.

Biaya langsung awal sering terjadi sehubungan dengan aktivitas sewa tertentu seperti aktivitas negosiasi dan pemastian pengaturan sewa.

Pengukuran selanjutnya

Pembayaran sewa minimum dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan pengurangan liabilitas. Beban keuangan dialokasikan pada setiap periode selama masa sewa sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya.

Dalam praktik, lessee dapat mengalokasikan beban keuangan pada setiap periode selama masa sewa dengan menggunakan beberapa bentuk pendekatan untuk memudahkan perhitungan.

Sewa pembiayaan menimbulkan beban penyusutan untuk aset tersusutkan dan beban keuangan pada setiap periode akuntansi.Kebijakan penyusutan untuk aset sewaan konsisten dengan aset yang dimiliki sendiri, dan penghitungan penyusutan. Jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa, maka aset sewaan disusutkan secara penuh selama jangka waktu yang lebih pendek antara masa sewa dan umur manfaatnya.

Jumlah tersusutkan dari aset sewaan dialokasikan pada setiap periode akuntansi selama perkiraan masa penggunaan dengan dasar yang sistematis dan konsisten dengan kebijakan penyusutan aset yang dimiliki.

Jumlah beban penyusutan aset dan beban keuangan untuk periode sangat jarang akan sama nilainya dengan jumlah pembayaran utang sewa untuk periode tersebut.

Pengungkapan

Lessee juga mengungkapkan hal berikut untuk sewa pembiayaan:

(a) jumlah tercatat neto untuk setiap kelompok aset pada tanggal pelaporan;
(b) rekonsiliasi antara total pembayaran sewa minimum masa depan pada akhir periode pelaporan dan nilai kininya. Selain itu, entitas mengungkapkan total pembayaran sewa minimum masa depan pada akhir periode pelaporan, dan nilai kininya untuk setiap periode berikut:
(i) sampai dengan satu tahun;
(ii) lebih dari satu tahun sampai lima tahun;
(iii) lebih dari lima tahun.
(c) rental kontinjen yang diakui sebagai beban pada periode;
(d) total perkiraan penerimaan pembayaran minimum sewa-lanjut masa depan dari kontrak sewalanjut yang tidak dapat dibatalkan pada akhir periode pelaporan;
(e) penjelasan umum isi pengaturan sewa yang material yang meliputi, tetapi tidak terbatas pada, hal berikut:
(i) dasar penentuan utang rental kontinjen
(ii) keberadaan dan persyaratan dari opsi pembaruan atau pembelian dan klausul eskalasi; dan
(iii) pembatasan yang ditetapkan dalam peraturan sewa, seperti pembatasan dividen, tambahan utang, dan sewa-lanjut.

Sumber: Standar Akuntansi Keuangan (SAK), efektif per 1 Januari 2018, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Leave a Reply