Accounting Standar Resume (PSAK 69)

PSAK 69 : AGRIKULTUR

Tujuan

Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi dan pengungkapan yang terkait dengan aktivitas agrikultur.

Ruang Lingkup

Pernyataan ini diterapkan untuk pencatatan hal-hal berikut ketika berkaitan dengan aktivitas agrikultur:

  • aset biologis, kecuali tanaman produktif (bearer plants);
  • produk agrikultur pada titik panen; dan
  • hibah pemerintah.

Pernyataan ini tidak diterapkan untuk

  • tanah yang terkait dengan aktivitas agrikultur
  • tanaman produktif yang terkait dengan aktivitas agrikultur
  • hibah pemerintah yang terkait dengan tanaman produktif
  • aset takberwujud yang terkait dengan aktivitas agrikultur

Pernyataan ini diterapkan untuk produk agrikultur, yang merupakan hasil panen dari aset biologis milik entitas, pada titik panen. Selanjutnya, pernyataan yang mengatur pemroresan dan atau penerapan untuk produk diatur dalam PSAK 14.

Definisi terkait agrikukur

Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam Pernyataan ini:

Aktivitas agrikultur (Agricultural Activity) adalah manajemen transformasi biologis dan panen aset biologis oleh entitas untuk dijual atau untuk dikonversi menjadi produk agrikultur.

Asetiologis (Biological Asset) adalah hewan atau tanaman hidup.

Blaya untuk menjual (Cost to Sell) adalah biaya inkremental yang diatribusikan secara
langsung untuk pelepasan aset, tidak tertnasuk beban pembiayaan dan pajak penghasilan.

Kelompok aset biologis (Group of Biological Asset) adalah penggabungan dari hewan atau tanaman hidup yang serupa.

Panen (Harvest) adalah pelepasan produk dari aset biologis atau pemberhentian proses kehidupan aset biologis.

Produk agrikultur (Agricultural Produce) adalah produk yang dipanen dari aset biologis milik entitas.

Tanamanproduktif(bearer plant)  adalah tanaman hidup yang:

  • digunakan dalam produksi atau penyediaan produk agrikultur;
  • diharapkan untuk menghasilkan produk untuk jangka waktu lebih dari satu periode; dan
  • memiliki kemungkinan yang sangat jarang untuk dijual sebagai produk agrikultur, kecuali untuk penjualan sisa yang insidental (incidental scrap).

Transformasibiologis(biological transformation) terdiri dari proses pertumbuhan, degenerasi, produksi, dan prokreasi yang mengakibatkan perubahan kualitatif atau kuantitatif aset biologis.

Berikut ini bukan merupakan tanaman produktif (bearer plants):

  • tanaman yang dibudidayakan untuk dipanen sebagai produk agrikultur;
  • tanaman yang dibudidayakan untuk menghasilkan produk agrikultur, bahwa entitas juga akan memanen dan menjual tanaman tersebut sebagai produk agrikultur, selain sebagai penjualan sisa insidental; dan
  • tanaman semusim (annual crops) (sebagai contoh, jagung dan gandum).

Ketika tanaman produktif tidak lagi digunakan untuk menghasilkan produk agrikultur, tanaman tersebut dapat ditebang dan dijual sebagai sisa, sebagai contoh, untuk digunakan sebagai kayu bakar.

Produk yang tumbuh pada tanaman produktif merupakan aset biologis. Aktivitas agrikultur mencakup berbagai aktivitas; sebagai contoh, peternakan, kehutanan, tanaman semusim (annual) atau tahunan (perennial), budidaya kebun dan perkebunan, budidaya bunga, dan budidaya perikanan (termasuk peternakan ikan). Terdapat karakteristik umum tertentu dalam keanekaragaman ini:

  • Kemampuan untuk berubah. Hewan dan tanaman hidup mampu melakukan transformasi biologis;
  • Manajemen perubahan. Manajemen mendukung transformasi biologis dengan meningkatkan, atau setidaknya menstabilkan, kondisi yang diperlukan agar proses tersebut dapat terjadi (sebagai contoh, tingkat nutrisi, kelembaban, temperatur, kesuburan, dan cahaya). Aktivitas seperti penangkapan ikan laut dan penebangan hutan bukan merupakan aktivitas agrikultur; dan
  • Pengukuran perubahan. Perubahan dalam kualitas (sebagai contoh, keunggulan genetik, kepadatan, kematangan, kadar lemak, kadar protein, dan kekuatan serat) atau kuantitas (sebagai contoh, keturunan, berat, meter kubik, panjang atau diameter serat, dan jumlah tunas) yang dihasilkan oleh transformasi biologis atau panen diukur dan dipantau sebagai fungsi manajemen yang rutin.

Transformasi biologis menghasilkan jenis keluaran sebagai berikut:

  • perubahan aset melalui (i) pertumbuhan, (ii) degenerasi, atau (iii) prokreasi; atau
  • produksi produk pertanian seperti getah karet, daun teh, wol, dan susu.

Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam Pernyataan ini:

Hibah pemerintah (government grants)  adalah sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 61: Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah.

Jumlah tercatat (carrying amount) adalah jumlah aset yang diakui dalam laporan posisi keuangan.

Nilai wajar (fair value) adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi.

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

Entitas mengakui aset biologis atau produk agrikultur jika, dan hanya jika:

  • entitas mengendalikan aset biologis sebagai akibat dari peristiwa masa lalu;
  • besar kemungkinan manfaat ekonomik masa depan yang terkait dengan aset biologis tersebut akan mengalir ke entitas; dan
  • nilai wajar atau biaya perolehan aset biologis dapat diukur secara andal.

Dalam aktivitas agrikultur, pengendalian dapat dibuktikan dengan kepemilikan hukum atas ternak dan merek atau penandaan atas ternak pada saat pengakuisisian, kelahiran, atau penyapihan.

Aset biologis diukur pada saat pengakuan awal dan pada setiap akhir periode pelaporan pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, kecuali untuk kasus yang dideskripsikan di mana nilai wajar tidak dapat diukur secara andal.

Produk agrikultur yang dipanen dari aset biologis milik entitas diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual pada titik panen.

Pengukuran nilai wajar aset biologis atau produk agrikultur dapat didukung dengan mengelompokkan aset biologis atau produk agrilcultur sesuai dengan atribut yang signifikan; sebagai contoh, berdasarkan usia atau kualitas.

Ada kalanya harga kontrak tidak selalu relevan dalam mengukur nilai wajar, karena nilai wajar mencerminkan kondisi pasar saat ini di mana pelaku pasar pembeli dan penjual akan melakukan transaksi. Sebagai akibatnya, nilai wajar aset biologis atau produk agrikultur tersebut tidak disesuaikan dikarenakan adanya kontrak tersebut.

Entitas tidak memperhitungkan arus kas untuk pembiayaan aset, perpajakan, atau penumbuhan kembali aset biologis setelah panen (sebagai contoh, biaya penanaman kembali hutan kayu setelah panen).

Biaya perolehan terkadang dapat mendekati perkiraan nilai wajar, terutama ketika:

  • sedikit transformasi biologis telah terjadi sejak timbulnya biaya awal (sebagai contoh, untuk bibit yang ditanam segera sebelum akhir periode pelaporan atau ternak yang barn yang diperoleh); atau
  • dampak transformasi biologis pada harga tidak diharapkan menjadi material (sebagai contoh, untuk pertumbuhan awal dalam suatu siklus 30 tahunan dari produksi perkebunan pinus).

Aset biologis seringkali secara fisik melekat pada tanah (sebagai contoh, pepohonan dalam hutan). Mungkin saja terdapat pasar aktif untuk aset gabungan, yaitu, aset biologis, tanah yang belum dikembangkan, dan pengembangan tanah, sebagai suatu kesatuan. Entitas dapat menggunakan informasi mengenai aset gabungan untuk mengukur nilai wajar aset biologis.

Keuntungan dan Kerugian

Keuntungan atau kerugian yang timbul pada saat pengakuan awal aset biologis pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan pada perubahan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset biologis dimasukkan dalam laba rugi pada periode saat itu.

Kerugian mungkin timbul pada saat pengakuan awal aset biologis. Keuntungan mungkin timbul pada saat pengakuan awal aset biologis, seperti ketika anak sapi lahir.

Keuntungan atau kerugian yang timbul pada saat pengakuan awal produk agrikultur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dimasukkan kedalam laba rugi pada periode  saat itu

Keuntungan atau kerugian dapat timbul pada saat pengakuan awal produk agrikultur sebagai akibat dari basil panen.

Ketidakmampuan untuk Mengukur Nilai Wajar secara Andal

Terdapat asumsi bahwa nilai wajar aset biologis dapat diukur secara andal. Hal tersebut dapat dibantah jika harga kuotasi pasarnya tidak tersedia dan yang alternatif pengukuran nilai wajarnya secara jelas tidak dapat diandalkan. Dalam kasus tersebut, aset biologis tersebut diukur pada biaya perolehannya dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Ketika nilai wajar aset biologis tersebut dapat diukur secara andal, entitas mengukur aset biologis tersebut pada nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual. Ketika aset biologis tidak lancar memenuhi kriteria untuk diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58:

Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan, maka diasumsikan bahwa nilai wajar dapat diukur secara andal.

Asumsi tersebut dapat dibantah jika entitas yang sebelumnya telah mengukur aset biologis pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual melanjutkan mengukur aset biologisnya pada nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual sampai pada saat pelepasan.

Dalam seluruh kasus, entitas mengukur produk agrikultur pada titik panen pada nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual. Pernyataan ini mencerminkan pandangan bahwa nilai wajar produk agrikultur pada titik panen selalu dapat diukur secara andal.

HIBAH PEMERINTAH

Hibah pemerintah tanpa syarat yang terkait dengan aset biologis yang diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual diakui dalam laba rugi jika, hibah pemerintah tersebut menjadi piutang.

Jika hibah pemerintah yang terkait dengan aset biologis adalah bersyarat, termasuk ketika hibah pemerintah mensyaratkan entitas untuk tidak terlibat dalam aktivitas agrikultur tertentu, maka entitas mengakui hibah pemerintah dalam laba rugi jika, kondisi yang melekat pada hibah pemerintah tersebut telah terpenuhi.

Syarat dan ketentuan hibah pemerintah bervariasi. Sebagai contoh, hibah mungkin mensyaratkan entitas untuk melakukan aktivitas pertanian di lokasi tertentu selama lima tahun dan mensyaratkan entitas untuk mengembalikan seluruh hibah jika entitas melakukan aktivitas pertanian tersebut dalam jangka waktu kurang dari lima tahun. Dalam kasus ini, hibah tersebut tidak diakui dalam laba rugi sampai jangka waktu lima tahun telah berlalu. Namun, jika persyaratan hibah memperkenankan sebagian dari hibah untuk dipertahankan sesuai dengan waktu yang telah berlalu, maka entitas mengakui bagian tersebut dalam laba rugi seiring berjalannya waktu.

Jika hibah pemerintah berkaitan dengan aset biologis yang diukur pada biaya perolehan

maka PSAK 61: Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah diterapkan.

Pernyataan ini mensyaratkan perlakuan yang berbeda dari PSAK 61: Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah, jika hibah pemerintah berkaitan dengan aset biologis yang diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau hibah pemerintah mensyaratkan entitas untuk tidak terlibat dalam aktivitas agrikultur tertentu. PSAK 61 hanya diterapkan untuk hibah pemerintah yang berkaitan dengan aset biologis yang diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.

PENGUNGKAPAN

40. Entitas mengungkapkan keuntungan atau kerugian gabungan yang timbul selama periode berjalan pada saat pengakuan awal aset biologis dan produk agrikultur, dan dari perubahan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset biologis.

Entitas mendeskripsikan setiap kelompok aset biologis.

Pengungkapan dapat berbentuk deskripsi naratif atau kuantitatif.

Entitas dianjurkan untuk memberikan deskripsi kuantitatif, untuk membedakan antara aset biologis yang dapat dikonsumsi dan aset biologis produktif (bearer biological assets), atau antara aset biologis menghasilkan (mature) dan yang belum menghasilkan (immature), sesuai keadaan aset biologis. Pembedaan ini memberilcan informasi yang mungkin berguna dalam menilai waktu arus kas masa depan. Entitas mengungkapkan dasar dalam membuat pembedaan tersebut.

Aset biologis yang dapat dikonsumsi adalah aset biologis yang akan dipanen sebagai produk agrikultur atau dijual sebagai aset biologis. Contoh aset biologis yang dapat dikonsumsi adalah ternak memproduksi daging, ternak yang kemudian dijual, ikan yang dibudidayakan, tanaman panen, produk tanaman produktif dan pohon yang ditanam untuk menghasilkan potongan kayu. Aset biologis produktif adalah aset selain aset biologis yang dapat dikonsumsi; sebagai contoh, ternak untuk memproduksi susu, dan pohon buah yang menghasilkan buah untuk dipanen. Aset biologis produktif bukan merupakan produk agrikultur, tetapi dimiliki untuk menghasilkan produk agrikultur.

Aset biologis dapat diklasifikasikan sebagai aset biologis menghasilkan maupun belum menghasilkan. Aset biologis menghasilkan adalah aset yang telah mencapai spesifikasi untuk dipanen (untuk aset biologis yang dapat dikonsumsi) atau mampu menghasilkan panen yang berkelanjutan (untuk aset biologis produktif).

Jika tidak diungkapkan di bagian manapun dalatn informasi yang dipublikasikan bersama dengan laporan keuangan, maka entitas mendeskripsikan.

  • sifat aktivitasnya yang melibatkan setiap kelotnpok aset biologis; dan
  • ukuran atau estintasi nonkeuangan dari kuantitas fisik:
  • setiap kelompok aset biologis milik entitas pada akhir periode; dan
  • output produk agrikultur selama periode tersebut.

Entitas mengungkapkan:

  • keberadaan dan jumlah tercatat aset biologis yang kepemilikannya dibatasi, dan jumlah tercatat aset biologis yang dijaminkan untuk liabilitas;
  • jumlah kontitmen untuk pengembangan atau akuisisi aset biologis; dan
  • strategi menejemen risiko keuangan yang terkait dengan aktivitas agrikultur.

Entitas menyajikan rekonsiliasi perubahan jumlah tercatat aset biologis antara awal dan akhir periode berjalan. Rekonsiliasi tersebut mencakup:

  • keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual;
  • kenaikan karena pentbelian;
  • penurunan yang diatribusikan pada penjualan dan aset biologis yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58: Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan;
  • penurunan karena panen;
  • kenaikan yang dihasilkan dari kombinasi bisnts;
  • selisih kurs neto yang timbul dari penjabaran laporan keuangan ke dalam mata uang penyajian yang berbeda, dan penjabaran dari kegiatan usaha luar negeri ke dalam mata uang penyajian entitas pelapor; dan
  • perubahan lain.

Nilai wajar aset biologis dapat berubah, baik perubahan fisik maupun perubahan harga di pasar. Pengungkapan dilakukan secara terpisah yang berguna dalam menilai kinerja periode berjalan dan prospek masa depan, terutama ketika terdapat siklus produksi yang berusia lebih dari satu tahun. Dalam kasus tersebut, entitas dianjurkan untuk mengungkapkan, berdasarkan kelompok atau lainnya .Informasi ini umumnya kurang berguna ketika siklus produksi berusia kurang dari satu tahun (sebagai contoh, ketika beternak ayam atau menanam tanaman biji-bijian).

Transformasi biologis mengakibatkan beberapa jenis perubahan fisik-pertumbuhan, degenerasi, produksi, dan prokreasi, yang setiap perubahannya dapat diobservasi dan diukur. Setiap perubahan fisik tersebut memiliki hubungan langsung dengan manfaat ekonomik masa depan. Perubahan nilai wajar aset biologis karena panen juga merupakan suatu perubahan fisik.

Aktivitas agrikultur sering terekspos oleh iklim, penyakit, dan risiko alam lain. Jika suatu peristiwa terjadi sehingga menimbulkan suatu pos pendapatan atau beban yang material, maka sifat dan jumlah pendapatan dan beban tersebut diungkapkan sesuai dengan PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan.

Pengungkapan Tambahan untuk Aset Biologis yang Nilai Wajarnya Tidak Dapat Diukur secara Andal

Jika entitas mengukur aset biologis pada akhir periode, maka entitas mengungkapkan untuk aset biologis tersebut:

  1. deskripsi dari aset biologis tersebut;
  2. penjelasan tentang mengapa alasan nilai wajar tidak dapat diukur secara andal;
  3. jika memungkinkan, rentang estimasi di mana nilai wajar kemungkinan besar berada;
  4. metode penyusutan yang digunakan;
  5. umur manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan; dan
  6. jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan (digabungkan dengan akumulasi kerugian penurunan nilai) pada awal dan akhir periode.

Jika, selama periode berjalan, entitas mengukur aset biologisnya maka entitas mengungkapkan keuntungan atau kerugian mengungkapkan jumlah yang berkaitan dengan aset biologis tersebut secara terpisah. Sebagai tambahan, rekonsillasi tersebut mencakup juntlah berikut dalam laba rugi terkait dengan aset biologis tersebut:

  • kerugian perturunan nilai;
  • pembalikan rugi penurunan nilai; dan
  • penyusutan.

Jika nilai wajar aset biologis menjadi dapat diukur secara andal selama periode berjalan, maka entitas mengungkapkan untuk aset biologts tersebut:

  • deskripsi dari aset btologis tersebut;
  • penjelasan tentang mengapa nilai wajar dapat diukur secara andal; dan
  • dampak dari perubahan tersebut.

Hibah Pemerintah

Entitas mengungkapkan hal berikut yang berkaitan dengan aktivitas agrikultur yang dicakup dalam Pernyataan ini:

  • sifat dan cakupan hibah pemerintah yang diakui dalam laporan keuangan;
  • kondisi yang belum terpenuhi dan kontijensi lain yang melekat pada hibah pemerintah; dan
  • penurunan signifikan yang diperkirakan dalam jumlah hibah pemerintah.

TANGGAL EFEKTIF DAN KETENTUAN TRANSISI

Pernyataan ini berlaku untuk laporan keuangan tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2018. Penerapan dini dianjurkan. Jika entitas menerapkan pernyataan ini untuk periode yang dimulai sebelum tanggal 1 Januari 2018, maka entitas mengungkapkan fakta tersebut.

Sumber : Standar Akuntansi Keuangan (SAK), efektif per 1 Januari 2018, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Leave a Reply