Accounting Standard Resume (PSAK 19) Bagian 4

 

Jika aset tak berwujud diperoleh dalam kombinasi bisnis, maka biaya perolehan aset tak berwujud adalah nilai wajar aset pada tanggal akuisisi. Nilai wajar dari aset tak berwujud akan mencerminkan perkiraan pelaku pasar pada tanggal akuisisi tentang probabilitas bahwa manfaat ekonomik masa depan yang diperkirakan dari aset tersebut akan mengalir ke entitas. Dengan kata lain, entitas memperkirakan adanya arus masuk manfaat ekonomik, bahkan jika ada ketidakpastian mengenai waktu dan jumlah arus masuk tersebut. Jika aset diperoleh melalui kombinasi bisnis dapat dipisahkan atau muncul dari hak kontraktual atau hak hukum lain, maka tersedia informasi yang memadai untuk mengukur nilai aset secara andal.

Pihak pengakuisisi mengakui pada tanggal akuisisi, aset tak berwujud pihak diakuisisi secara terpisah dari goodwill, terlepas apakah aset telah diakui atau tidak diakui oleh pihak diakuisisi sebelum kombinasi bisnis. Ini berarti pihak pengakuisisi mengakui aset yang terpisah dari goodwill jika terdapat proyek penelitian dan pengembangan yang sedang dilakukan oleh pihak diakuisisi pada saat diakuisisi jika proyek tersebut memenuhi definisi aset tak berwujud. Proyek penelitian dan pengembangan yang sedang dalam proses dari pihak diakuisisi memenuhi kriteria aset tak berwujud jika :

1. memenuhi definisi aset

2. teridentifikasi, yaitu dapat dipisahkan atau timbul dari hak kontraktual atau hak hukum lain

Jika aset tak berwujud diperoleh dari kombinasi bisnis dapat dipisahkan atau timbul dari hak kontraktual atau hak hukum lain, maka tersedia informasi yang memadai untuk mengukur nilai wajar aset secara andal. Jika pada saat mengukur nilai wajar aset tak berwujud terdapat berbagai kemungkinan atas hasil dengan probabilitas berbeda, maka ketidakpastian tersebut dimasukkan dalam perhitungan nilai wajar aset tak berwujud.

Aset tak berwujud yang diperoleh dari kombinasi bisnis mungkin dapat dipisahkan, namun hanya dapat dipisahkan bersama dengan kontrak terkait, aset atau liabilitas teridentifikasi. Dalam kasus tersebut, pihak yang memperoleh aset mengakui aset tak berwujud secara terpisah dari goodwill, namun bersamaan dengan pos yang terkait.

Pihak yang memperoleh aset dapat mengakui kelompok aset tak berwujud komplementer sebagai aset tunggal sepanjang setiap saat secara individu memiliki unsur manfaat yang serupa.

 

Sumber : Standar Akuntansi Keuangan Per Efektif 1 Januari 2015 –  Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

#VIVAHMJA
#HMJA2018
#BergerakBersama
#BidangPenalarandanKeilmuan

 

Leave a Reply