Accounting Standard Resume (PSAK 22 bagian 5)

Accounting Standard Resume (PSAK 22 bagian 5)

 

Laba per Saham

Struktur ekuitas dalam laporan keuangan konsolidasian setelah akuisisi terbalik merepresentasikan struktur ekuitas dari pihak pengakuisisi secara hukum (pihak diakuisisi secara akuntansi), termasuk kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh pihak pengakuisisi secara hukum dalam rangka kombinasi bisnis. Dalam menghitung jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar (sebagai penyebut dalam menghitung laba bersih per saham) selama periode akuisisi terbalik terjadi :

  1. jumlah saham biasa yang beredal dari awal periode tersebut sampai dengan tanggal akuisisi harus dihitung berdasarkan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa dari pihak diakuisisi secara hukum (pihak pengakuisisi secara akuntansi) yang beredar selama periode tersebut dikalikan dengan rasio pertukaran yang disepakati dalam perjanjian merger
  2. jumlah saham biasa yang beredar dari tanggal akuisisi sampai akhir periode tersebut merupakan jumlah actual dari jumlah saham biasa pada pihak pengakuisisi secara hukum (pihak diakuisisi secara akuntansi) yang beredar selama periode tersebut

laba per saham dasar untuk setiap periode komparatif sebelum tanggal akuisisi yang disajikan dalam laporan keuangan konsolidasian setelah akuisi terbalik dihitung dengan membagi :

  1. laba atau rugi dari pihak diakuisisi secara hukum yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa pada tiap periode tersebut, dengan
  2. jumlah rata-rata tertimbang historis saham biasa yang beredar dari pihak diakuisi secara hukum dikalikan dengan rasio pertukaran yang disepakati dalam perjanjian akuisisi.

Sewa Operasi

Pihak pengakuisisi mengatur apakah persyaratan pada setiap sewa operasi dimana pihak diakuisisi merupakan lessee adalah menguntungkan atau tidak menguntungkan. Pihak pengakuisisi mengakui aset tak berwujud jika persyaratan sewa operasi menguntungkan dibandingkan dengan persyaratan yang berlaku di pasar dan mengakui liabilitas jika tidak menguntungkan dibandingkan dengan persyaratan yang berlaku di pasar.

Aset takberwujud teridentifikasi dapat terkait dengan sewa operasi, yang dapat ditunjukkan dengan kesediaan pelaku pasar untuk membayar harga sewa bahkan jika hal tersebut sama dengan persyaratan yang berlaku di pasar. Sebagai contoh, sewa pintu gerbang di bandar udara atau ruang kios di kawasan perbelanjaan besar dapat menyediakan akses pasar atau manfaat ekonomi masa depan lainnya yang memenuhi syarat sebagai aset takberwujud teridentifikasi, sebagai contoh, hubungan pelanggan.

Leave a Reply