Accounting Standard Resume (PSAK 22 Bagian 6)

PSAK 22

[Bagian keenam]

Aset Takberwujud

Pihak pengakuisisi mengakui aset takberwujud yang terindentifikasi yang diperoleh dalam kombinasi bisnis terpisah dari goodwill. Aset takberwujud adalah terindentifikasi jika memenuhi kriteria pemisahan atau kriteria hukum kontraktual. Kriteria pemisahan berarti bahwa aset takberwujud yang diperoleh dapat dipisahkan atau dibagi dari pihak diakuisisi dan dijual, dialihkan, dilisensikan, direntalkan atau dipertukarkan baik secara individual maupun bersama-sama dengan kontrak terkait aset terindifikasi atau liabilitas.

Aset takberwujud yang dapat dijual, dilisensikan atau dipertukarkan pihak pengakuisisi dengan sesuatu yang memiliki nilai memenuhi kriteria pemisahan bahkan jika pihak pengakuisisi dengan sesuatu yang memiliki intensi untuk menjual, melisensikan atau menukarnya. Aset takberwujud yang diperoleh memenuhi kriteria pemisahan jika terdapat bukti transaksi penukaran untuk jenis aset tersebut atau aset serupa, bahkan jika transaksi tersebut jarang terjadi dan tanpa memperhatikan apakah pihak pengakuisisi terlibat didalamnya. Sebagai contoh, daftar pelanggan dan pemesan seringkali dilisensikam itu memenui kriteria pemisahan. Akan tetapi, daftar pelanggan yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis tidak akan memenuhi kriteria pemisahan jika persyaratan kerahasiaan atau persetujuan lain melarang entitas untuk menjual, menyewakan atau mempertukarkan informasi tentang pelanggannya.

Aset takberwujud yang tidak dapat dipisahkan secara individual dari pihak diakuisisi atas entitas hasil kombinasi memenuhi kriteria pemisahan jika aset tersebut dapat dipisahkan dalam kombinas dengan kontrak yang terkait, aset liabitas atau teridentifikasi.

Sebagai contoh:

  1. Pelaku pasar mempertukarkan liabilitas simpanan dan aset takberwujud hubungan penyimpan terkait dalam transaksi pertukaran dapat diobservasi. Oleh karena itu, pihak pengakuisisi mengakui aset takberwujud hubungan penyimpan secara terpisah dari goodwill.
  2. Pihak diakuisisi memiliki merk dagang terdaftar dan terdokumentasi tetapi keahlian teknis yang digunakan untuk memproduksi produk bermerek dagang tersebut tidak dipantenkan.

Hak yang Diperoleh Kembali

            Sebagai bagian dari kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi dapat memperoleh kembali suatu hak yang sebelumnya diberikan kepada pihak diakuisii untuk menggunakan satu atau lebih aset pihak pengakuisisi yang diakui atau tidak diakui. Contoh dari hak tersebut meliputi hak menggunakan teknologi pihak pengakuisisi dengan perjanjian waralaba atau hak untuk menggunakan teknologi pihak pengakuisisi dan perjanjian lisensi teknologi. Hak diperoleh kembali adalah aset takberwujud terindentifikasi yang diakui pihak pengakuisis secara terpisah dari goodwill. Jika persyaratan kontrak menimbulkan hak yang diperoleh kembli mengguntungkan atau tidak menguntungkan dibandingkan dengan persyaratan transaksi pasar saat ini untuk item yang sama atau serup, maka pihak pengakuisisi mengakui keuntungan atau kerugian di penyesuaian.

 

#VIVAHMJA
#HMJA2018
#BergerakBersama
#BidangPenalarandanKeilmuan

Leave a Reply