PSAK 22

[BAGIAN KETUJUH]

 

Kumpulan Tenaga Kerja dan Item Lain yang Tidak Teridentifikasi

Pihak pengakuisisi memasukan ke dalam goodwill nilai aset tak berwujud yang diperoleh dan yang tidak teridentifikasi pada tanggal akuisisi. Sebagai contoh, pihaknya dapat mendristibusikan nilai yang ada pada tenaga kerja, yang merupakan kumpulan karyawan yang memungkinkan pihak pengakuisisi melanjutkan operasi bisnis yang diperoleh sejak tanggal akuisisi. Karena kumpulan tenaga kerja bukan merupakan aset teridentifkasi yang diakui secara terpisah dari goodwill, maka nilai yang diatribusikan pada tenaga kerja dimasukan ke dalam goodwill.

Pihak pengakuisi juga memasukan ke dalam goodwill setiap nilai yang distribusikan pada item yang tidak memenuhi kualifikasi sebagai aset pada tanggal akuisi. Sebagai contoh, pihak pengakuisisi dapat mengatribusikan nilai kontrak potensial yang dinegoisasikan pihak diakusisi dengan calon pelanggan baru. Karena kontrak tersebut bukan merupakan aset tersendiri pada tanggal akuisi, maka pihak pengakuisisi tidak mengakui kontrak potensial tersebut secara terpisah dari goodwill.

Setelah pengakuan awal, pihak pengakuisisi mencatat aset tak berwujud yang diperoleh pada kombinasi bisnis sesuai dengan ketentuan pada PSAK 19. Aset Takberwujud. Tetapi, sebagaiamana dideskripsikan dalam PSAK 19 paragraf 03, perlakuan akuntasi untuk beberapa aset tak berwujud yang diperoleh setelah pengakuan awal diatur dalam PSAK lain.

Kriteria keteridentifikasian mengatur apakah aset takberwujud diakui secara terpisah dari goodwill. Tetapi, kriteria tersebut tidak memberikan pedoman untuk mengukur nilai wajar aset takberwijud. Contohnya, pihak pengakuisisi mempertimbangkan asumsi yang digunakan oleh para pelaku pasar ketika menetapkan harga aset tak berwujud, seperti pembaruan kontrak yang diperkirakan di masa depan dalam mengukur nilai wajar. Pembaharuan tersebut tidak harus memnuhi kriteria. Akan tetapi, paragraf 29 memberikan pengecualian terhadap prinsip pengukuran nilai wajar untuk hak yang diperoleh kembali yang diakui dalam suatu kombinasi bisnis.

 

PENGUKURAN NILAI WAJAR ASET TERIDENTIFIKASI TERTENTU DAN KEPENTINGAN NONPENGENDALI PADA PIHAK DIAKUISISI ( PENERAPAN PARAGRAF 18  DAN 19 )

Aset dengan Arus Kas yang Tidak Pasti ( Penyisihan Penilaian )

Pihak pengakuisisi tidak mengakui penyelisihan penilaian terpisah pada tanggal akuisisi untuk aset yang diperoleh dalam kombinasi bisnis yang diukur pada nilai wajar tanggal akuisisi karena dampak ketidakpastian arus kas di masa depan termasuk dalam pengukuran nilai wajar.

 

#VIVAHMJA
#HMJA2018
#BergerakBersama
#BidangPenalarandanKeilmuan

Leave a Reply