Consigned Goods (Accountingpedia)

Pengertian

Consigned Goods atau yang biasa kita kenal dengan istilah “barang konsinyasi” merupakan strategi dalam penjualan dimana pemilik barang (consignor), berdasarkan perjanjian menitipkan barangnya kepada pihak yang bertindak sebagai agen penjual (consignee). Kepemilikan barang tetap berada pada pihak consignor sampai barang yang dititipkan terjual kepada pihak ketiga, dan atas jasanya pihak consignee memperoleh komisi.

Barang konsinyasi biasanya digunakan oleh perusahaan yang bergerak dibidang pakaian jadi/makanan yang dititipkan pada department store/supermarket atau dalam rangka memperkenalkan produk baru. Penjualan dengan sistem konsinyasi atau titipan yaitu maka status barang-barang yang dititipkan untuk dijualkan (dikonsinyasikan) haknya masih tetap pada yang menitipkan (consignor) sampai barang-barang tersebut dijual. Sebelum barang-barang tersebut dijual, masih tetap menjadi persediaan pihak yang menitipkan. Pihak yang menerima titipan (consignee) tidak mempunyai hak atas barang-barang tersebut, sehingga tidak mencatatkan barang-barang tersebut sebagai persediaannya. Apabila barang-barang itu sudah dijual maka yang menerima titipan membuat laporan pada yang menitipkan. Pada waktu menerima laporan, pihak yang menitipkan (consignor) mencatat penjualan dan mengurangi persediaan barangnya.

Alasan strategi penjualan konsinyasi digunakan :

Pihak Consignor =

  1. Memperoleh jaringan pemasaran yang sudah mapan.
  2. Mengurangi investasi dibidang pemasaran.
  3. Harga jual dapat dikendalikan oleh consignor karena kepemilikan barang masih ditangannya, pihak consignee hanya menerima komisi.

Pihak Consignee =

  1. Terhindar dari resiko barang tidak laku/kadaluarsa/busuk/rusak.
  2. Terhindar dari resiko fluktuasi harga.
  3. Mengurangi investasi modal kerja, karena investasi persediaan ditanggung oleh consignor.

Strategi penjualan ini memiliki perjanjian. Perjanjian penjualan konsinyasi berisi aturan main yang biasanya berupa penetapan harga jual, % komisi yang diberikan, pengeluaran biaya yang menjadi tanggung jawab masing-masing, tugas dan tanggung jawab consignor dan consignee agar terhindar dari kesalahpahaman atau kerugian salah satu pihak, pelaporan, dll.

2 metode dalam membukukan transaksi penjualan konsinyasi :

  1. Transaksi dan laba penjualan konsinyasi dicatat secara terpisah dari penjualan regular (dalam pembukuan masing-masing pihak dibuat perkiraan khusus, seperti: di buku consignor “consignment out/konsinyasi keluar” dan di buku consignee “consignment in/konsinyasi masuk”).
  2. Transaksi penjualan konsinyasi digabung dengan penjualan regular (biasanya dipilih metode ini jika transaksi penjualan konsinyasi relatif kecil dibanding dengan penjualan regular).

Manfaat barang konsinyasi :

Untuk Pemasok =

  1. Membangun hubungan. Konsinyasi membutuhkan pemasok dan pengecer untuk bekerja sama. Hal ini membangun kemampuan mereka untuk bekerja sama dan meningkatkan penjualan satu sama lain.
  2. Mendapat visibilitas produk. Lebih banyak pelanggan yang dapat terpapar produk pemasok melalui konsinyasi daripada jika didistribusikan melalui metode tradisional.
  3. Memberikan wawasan tentang tren produk. Pemasok dapat melacak penjualan inventaris konsinyasi mereka untuk menemukan produk apa yang dikonversi dan dalam berapa lama. Hal ini memungkinkan pemasok untuk berinvestasi dalam barang yang tepat dan hanya memiliki persediaan bahan baku yang paling menguntungkan untuk mendapatkan keuntungan paling banyak.

Untuk Pengecer =

  1. Meningkatkan jangkauan produk. Penjualan meningkat ketika pelanggan ditawari bermacam-macam produk. Konsinyasi memberi mereka akses ke berbagai produk unik dengan biaya minimal.
  2. Membayar hanya pada barang yang dijual. Tidak seperti inventaris tradisional, inventaris konsinyasi hanya dibayar setelah pelanggan membelinya. Itu berarti pengecer dapat mempertahankan stok pengaman yang besar dengan biaya yang sangat sedikit.
  3. Penyetokan ulang persediaan sebagian besar jatuh pada pemasok. Pemasok memiliki banyak kerugian jika produk mereka dipesan di awal, karena mereka tidak dibayar dimuka. Hal ini berarti pemasok tetap berada di atas tingkat stok dan mencoba untuk menjaga mereka pada tingkat optimal untuk pengecer.

Sumber :

Definisi Consigned Goods. Retrieved from http://dennis-louis.blogspot.com:

http://dennis-louis.blogspot.com/2015/05/konsintasi-consignment.html

Manfaat Barang Konsinyasi. Retrieved from www.bluecart.com:

https://www.bluecart.com/blog/consignment- inventory

Leave a Reply