Incremental Borrowing Rate (Accountingpedia)

Pengertian

Suku Bunga Pinjaman Inkremental (Incremental Borrowing Rate) atau IBR adalah suku bunga yang akan ditanggung lease jika ia meminjam sejumlah uang yang diperlukan untuk membeli aktiva yang dilease, dan didalamnya diperhitungkan keadaan keuangan lessee dan kondisi yang berlaku di pasar. Suku Bunga Pinjaman Inkremental didefinisikan dalam IFRS 16 sebagai tingkat bunga yang harus dibayar lessee untuk meminjam selama jangka waktu yang sama, dan dengan keamanan yang serupa, dana yang diperlukan untuk memperoleh aset dengan nilai yang sama dengan hak aset yang dapat digunakan dalam lingkungan ekonomi yang serupa.

Jika lessee tidak dapat dengan mudah menentukan tingkat bunga implisit dalam sewa, tingkat diskonto akan menjadi tingkat pinjaman inkremental lessee. Tingkat pinjaman tambahan adalah tingkat bunga khusus untuk penyewa yang mencerminkan: 1) Risiko kredit penyewa; 2) Jangka waktu sewa; 3) Sifat dan kualitas keamanan; 4) Jumlah yang dipinjam oleh penyewa; dan 5) Lingkungan ekonomi (negara, mata uang dan tanggal sewa dilakukan) dimana transaksi terjadi.

Lessor menggunakan suku bunga implisit dalam menentukan nilai sekarang pembayaran lease minimum. Akan tetapi, lesse menggunakan suku bunga implisit atau suku bunga pinjaman inkremental, mana yang lebih rendah. Jika lesse tidak mengetahui suku bunga implisit tersebut, dia harus menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Seperti dalam PSAK 73 : “Pada tanggal permulaan, penyewa mengukur liabilitas sewa pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal tersebut. Pembayaran sewa didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa, jika suku bunga tersebut dapat ditentukan. Jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka penyewa menggunakan suku bunga pinjaman inkremental penyewa”.

Ciri-ciri IBR :

  1. Sewa tingkat pinjaman utang tertentu.
  2. Mencerminkan arus kas spesifik saat ini dan masa depan selama masa sewa.
  3. Tidak mempertimbangkan apresiasi modal.
  4. Mencerminkan kualitas aset individu.
  5. Tarif khusus penyewa.

Cara Menghitung IBR :

  1. Cari tahu tingkat pinjaman perusahaan dengan mempertimbangkan mata uang, lingkungan ekonomi, dan jangka waktu pinjaman dan buat penyesuaian yang diperlukan, seperti untuk keamanan dan jenis aset.
  2. Jika tidak ada tingkat pinjaman perusahaan untuk organisasi, gunakan tingkat pinjaman untuk indeks atau industri serupa, dan sesuaikan untuk organisasi.

Contoh Kasus IBR :

Olaf Leasing Co. misalkan bahwa pembayaran sewa $3.000 kepada Olaf dilakukan pada awal setiap bulan, suku bunga implisit dalam kontrak lease adalah 12% per tahun, dan suku bunga pinjaman inkremental bagi lessee adalah 14%. Dengan memisalkan bahwa lessee mengetahui suku bunga implisit tersebut, maka baik lessor maupun lesseakan mendiskontokan atau menghitung nilai sekarang pembayaran lease minimum itu dengan menggunakan suku bunga 12%. Nilai sekarang dari pembayaran lease minimum sebesar $100.000 akan menjadi :

Nilai sekarang dari 36 pembayaran sebesar                               $2.500

($3.000 dikurangi biaya eksekutori $500) ………………………….. $76.022

Nilai sekarang dari nilai residu yang dijamin sebesar $10.000

pada akhir 3 tahun ……………………………………………………………….. $7.118

Nilai sekarang pembayaran lease minimum …………………..…… $83.140

Nilai sekarang sebesar $83.140 adalah harga jual atau nilai pasar wajar aktiva pada saat lease terjadi.

Sumber :

Inc, LeaseAccelerator. (2021). Retrieved from LeaseAccounting.com:

https://leaseaccounting.com/incremental-borrowing-rate/

Standar Akuntansi Keuangan (SAK), efektif per 1 Januari 2020, PSAK 73: Sewa. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

The Creative Studio at Deloitte, London. (2018). A guide to the incremental borrowing rate. Assessing the impact of IFRS 16 “Leases”. Retrieved from www2.deloitte.com:

https://www2.deloitte.com/content/dam/Deloitte/ch/Documents/audit/ch-en-audit-discount-rate-publication.pdf

Leave a Reply