Crowdfunding : Model Pembiayaan Baru Gotong Royong

Akhir – akhir ini, kian banyak orang yang memperbincangkan tentang crowdfunding. Crowdfunding ini dianggap sebagai salah satu alternatif pembiayaan suatu usaha. Menurut  Wheat, dkk (2013), Crowdfunding adalah sebuah metode baru penggalangan dana melalui internet di mana individu meminta bantuan untuk proyeknya melalui website khusus crowdfunding. Sederhananya, crowdfunding merupakan pembiayaan gotong royong. Konsep crowdfunding pertama kali dicetuskan di Amerika Serikat pada 2003 dengan diluncurkannya sebuah situs bernama artistshare. Platform tersebut berisi penggalangan dana dari penggemar musik untuk para musisi agar dapat memproduksi sebuah karya. Hal ini menginisiasi munculnya situs – situs crowdfunding lainnya, seperti kickstarter yang berdiri pada 2009 dan berkecimpung di pendanaan industry kreatif. Secara internasional, penggalangan dana menggunakan model crowdfunding ini telah mampu mengumpulkan U$ 34 milyar pada 2016.

Sementara di Indonesia, pembiayaan ini belum terlalu terkenal, namun potensinya sebagai alat pengumpul dana investasi cukup besar. Hal ini didukung oleh demografis Indonesia dengan penduduk terbanyak keempat dunia dan intensitas penggunaan internet yang kian tinggi. Salah satu platform crowdfunding di Indonesia adalah kitabisa.com, di mana platform ini menggalang dana untuk para UMKM Indonesia yang membutuhkan modal bagi kelangsungan usahanya. Dan saat ini sudah banyak platform – platform lain yang berdiri, bahkan sudah ada yang berlabel crowdfunding syariah.

Crowdfunding memiliki 3 jenis, yaitu equitybased, lendingbased, dan rewardbased. Di Indonesia sendiri, jenis crowdfunding yang paling banyak digunakan adalah rewardbased crowdfunding. Imbal balik yang didapat oleh oleh pendukung proyek berupa non-uang atas donasinya. Mekanisme crowdfunding dimulai ketika pengusaha mengajukan proposal bisnisnya pada platform crowdfunding. Pihak platform pun akan menyeleksi industri – industri yang dipandang layak untuk memeroleh pendanaan. Industry tersebut pun nantinya akan dipromosikan di platform crowdfunding tersebut dan investor dapat mengumpulkan dana melalui platform tersebut pula.

Namun, crowdfunding di Indonesia belum mempunyai payung hukum yang pasti. Undang – Undang mengenai model pembiayaan ini masih dikaji oleh OJK. Ketika regulasi crowdfunding ini akhirnya resmi ditetapkan, maka model pembiayaan ini akan dapat digunakan secara efektif karena model pembiayaan ini sebenarnya telah dilirik pemerintah untuk mendanai proyek – proyek yang dikembangkan UMKM berbasis perdagangan digital.

Sumber :

Akbar, Fadhilah. 2016. Mendorong Crowdfunding untuk Peningkatan Investasi di Indonesia.

Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan

Wheat, R.E., Wang, Y., Byrnes, J.E., & Ranganathan, J. 2013. Raising money for scientific

research through crowdfunding. Trends in ecology & evolution, 28(2), 71-72

https://crowdexpert.com . 2016. Crowdfunding Industry Statistics 2015 2016.  Diakses pada 4 Mei 2017

Leave a Reply